
Lagi- lagi Morgan tercengang melihat kelakuan istrinya itu saat ini, karena biasanya istrinya itu sangat rapi dan anggun disaat makan. Tapi kali ini, ia benar- benar terkejut!.
Rossa makan hanya dengan tangan polosnya saja, tanpa memakai garpu atau pun pisau untuk memotong daging ayam tersebut.
Dan sumpah serapah Morgan selalu menyertai satu nama, yang tidak lain adalah nama Jack. Seorang pria yang telah berhasil merubah istrinya menjadi seperti sekarang ini, dan itu pasti tidak lain adalah perbuatan manusia Bajak Laut itu.
Karena Morgan sudah sedari kecil berteman dengan Jack, jadi dia sangat tahu kelakuan sahabatnya itu seperti apa.
"Kenapa tuan tidak makan? atau tuan mau aku suapi?." Tanya Rossa, yang kini memegang paha ayam yang baru saja ia pisahkan dari tubuh ayam tersebut.
"Kau mau menyuapiku?." Tanya Morgan melepaskan sendok dan garpu ditangannya.
Rossa hanya mengangguk, mendengar ucapan Morgan.
"Aaa.." Ucap Rossa.
Morgan pun menurut membuka mulutnya, karena ia tahu istrinya itu ingin menyuapinya dengan tangan.
Setelah melihat Morgan membuka mulut, Rossa pun mengulurkan tangannya untuk menyuapi Morgan daging ayam yang sudah ia cubit tadi dari tangan sebelahnya.
"Bagaimana, enak tidak? Ini coba minum air jeruknya." Ucap Rossa lagi, menyodorkan gelas minumannya pada Morgan.
Morgan memelototkan matanya kearah gelas yang Rossa sodorkan padanya, ingin rasanya ia menolak!. Tapi yang ia hadapi saat ini adalah orang yang ingin ia kejar, dan ia cintai.
Tapi disisi lain, minuman itu pasti sangatlah asam menurutnya. Dan mau tidak mau Morgan hanya menurutinya saja, ia pasrah saja atas kehendak istrinya ini lalu meminumnya sedikit.
"Bagaimana, enak tidak!?" Tanya Rossa lagi, dengan wajah yang berbinar menanyai Morgan.
"Em, biasa saja." Jawab Morgan. Karena minuman yang ia minum tadi ternyata manis, hanya ada sedikit asam- asamnya kerena ia baru ingat minuman itu bercampur dengan madu.
Lagi- lagi Rossa memajukan bibir bawahnya, karena kesal mendengar jawaban Morgan yang tidak tahu akan nikmatnya makanan itu. Seperti ia dan Jack yang selalu tertawa, setelah bertanya rasa makanan yang mereka cicipi.
"Kau kenapa lagi, kenapa bibirmu seperti itu?." Tanya Morgan, masih mengunyah makanan tadi.
__ADS_1
"Tuan tidak asyik seperti tuan Jack, kalau bersama tuan Jack. Kami selalu tertawa kalau mencoba makanan baru, tapi bersamamu sepertinya biasa saja." Jawab Rossa kembali memakan makanannya, dan tidak perduli lagi dengan Morgan.
"Lagi- lagi dia membicarakan Bajak Laut itu! aku sudah sangat muak mendengarnya." Batin Morgan, yang kini kembali mengepalkan tangannya.
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Morgan pada istrinya. Karena dirinya memang tidak tahu cara menyenangi hati wanita, karena yang ia tahu hanyalah membawa mereka berbelanja barang- barang mewah saja.
Ucapan Morgan pada Rossa hanya didiami Rossa, kerena ia sedikit kesal pada Morgan yang tidak bisa mengerti akan kehendaknya.
Sedangkan Morgan hanya melihat kelakuan istrinya itu, yang kini tidak menjawab pertanyaannya.
Morgan menarik napasnya dalam, lalu membuangnya kembali. Karena ia benar- benar tidak tahu harus bagaimana saat ini, ia tidak tahu caranya merayu atau memberi ekspresi yang berlebihan pada sesuatu yang menurutnya biasa saja.
Sampai selesai makan dan menghabiskan makanannya, mereka berdua hanya saling diam- diaman.
Morgan yang masih melihat istrinya merajuk pun tidak bisa berkata- kata, setiap kali ia berbicara pada Rossa. Istrinya itu hanya diam saja, tanpa memperdulikannya.
"Sayang kau mau kemana?." Tanya Morgan. Karena melihat istrinya itu beranjak dari tempat duduknya, tanpa berbicara padanya.
"Aku mau ketoilet." Jawab Rossa, yang masih kesal dengan Morgan.
Pipi Rossa langsung memerah karena ucapan Morgan padanya.
"Tidak usah, aku bisa pergi sendiri." Jawab Rossa berlalu pergi, membawa debaran jantungnya yang sedikit bedegup kencang.
Morgan hanya diam saat istrinya sudah berkata seperti itu, dan hanya duduk menunggu kedatangan sang istri dari toilet.
Setelah sekian lama Morgan menunggu, Rossa pun tidak kunjung datang. Ia merasa sedikit khawatir dan ingin menyusulnya ke toilet, dan disaat Morgan sudah ingin beranjak dari duduknya untuk berjalan menyusul istrinya itu.
Tiba- tiba ada suara wanita memanggilnya, yang tidak lain adalah suara Vania Bella.
Morgan pun menoleh kearah suara itu, dan melihat wanita cantik itu melepaskan hoodie dan masker yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.
"Kenapa kau ada disini?." Tanya Morgan heran, dan melihat wanita itu mendekatinya.
__ADS_1
"Aku merasa lapar, mungkin baby kecil yang menginginkannya." Ucap wanita itu dengan senyuman manisnya.
"Waah,.. aku sangat tidak sabar menunggunya datang." Ucap Morgan, sambil mengelus perut wanita itu dengan lembut. Karena saat Vania Bella itu memeriksakan kandungannya kedokter Jane, Morgan juga ada dalam ruangan itu menemani Vania Bella.
Dan Morgan secara pribadi meminta pihak rumah sakit mengosongkan jadwal dokter Jane, agar tidak ada orang lain disana yang melihat Vania Bella sedang memeriksakan kandungannya.
"Benarkah? kuharap dia mirip sepertimu." Ucap Vania Bella sambil terkekeh, karena merasa sedikit geli saat Morgan mengelus perutnya.
"Aku harap malah sebaliknya, dia mirip sepertimu.." Jawab Morgan tersenyum manis. Lalu membawa Vania Bella duduk dikursi bekas Rossa duduk tadi, yang mejanya sudah dibersihkan oleh pelayan restoran.
.
Rossa yang sedari tadi berdiri dibalik dinding yang lumayan jauh, dari meja mereka makan tadi tersenyum pilu.
Melihat kemesraan pasangan 2 sejoli itu, yang saling melemparkan senyum dan tawa canda mereka saat bersama.
Dan tanpa sengaja senyum itu malah meneteskan air matanya, yang tiba- tiba tidak bisa ia tahan dari kedua netranya saat melihat mantan suaminya itu bersama kekasih masa kecilnya didepan mata.
"Munggin ini lah saatnya kita harus pergi dari paman baik itu, karana kalau tidak. Bibi yang disampingnya akan salah paham pada kita, dan Mommy juga tidak ingin ada keributan saat Mommy mengandung kalian. Hemm, ayo kita pergi dari dari sini." Batin Rossa berbicara pada anak- anaknya, dan berlalu pergi tanpa berpamitan dengan Morgan.
Rossa berdiri dipinggir jalan menunggu taksi, tapi dijam seperti ini mana ada taksi yang berkeliaran. Karena ini sudah dini hari, jam sudah menunjukan pukul 01:43.
Bahkan Rossa sendiri tidak membawa ponsel atau pun uang, karena tujuannya tadi hanya ingin mencari angin segar agar matanya mengantuk saat dirumah sakit.
Rossa terus berjalan disepanjang trotoar, ditemani lampu malam yang sangat indah berwarna- warni. Untuk mencari taksi, agar ia segera pulang keapartemennya.
Disaat Rossa sambil melambaikan tangannya kearah taksi, tiba- tiba ada sebuah mobil menghampirinya dan tepat dihadapannya saat ini.
Rossa memundurkan tubuhnya kebelakang, dan memeluk tubuhnya yang dipasangkan jaket pemberian Morgan tadi padanya.
Dan tidak lama setelah mobil itu berhenti dihadapannya, keluarlah seorang pria berbadan tegap menghampirinya dengan senyum dan perasaan khawatir. Karena melihat wanita yang ia cintai itu, berkeliaran dimalam hari.
........
__ADS_1
.......
...See you all😘...