
"Kalau aku tidak mau menceraikannya?, kau mau apa!?. Huhh, sudah memiliki tunangan masih ingin merebut istri orang?." Tanya Morgan dengan seringaiannya, sambil menyapu darah segar yang keluar dari tepi bibir dan hidungnya.
"Aku yakin kau pasti mau menceraikannya, karena para pemegang saham perusahaan Ingin mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham. Dan mengganti Chief Executive Officer (CEO) yang tidak becus membina perusahaan dengan benar, yang hanya ingin bersenang- senang dengan kekasihnya diluar negeri. Kau tahu kenapa?, aku yakin kau pasti tahu jawabannya!. Kau tidak ada diperusahaan kurang lebih selama 2 bulan lamanya, dan perusahaan menjadi kacau!. Aku akan membantumu tetap bertahan dan memberikan semua sahamku padamu, asalkan kau menceraikan Rossa!." Ucap Alvan panjang lebar dihadapan Morgan, dengan geramnya.
"Hahaha,.. kau pikir aku mau menjual barang milikku hanya karena jabatan?. Jangan harap kau bisa mendapatkannya, karena Rossa adalah milikku." Jawab Morgan, yang juga membalas tatapan tajam dari Alvan.
Merdengar ucapan Morgan yang menyebut Rossa hanyalah sebagai barang, Alvan semakin emosi. Rahangnya mengeras, dan kedua tangannya kembali mengepal.
Alvan pikir dengan dirinya menerima pertunangan yang diatur oleh orang tuanya, Rossa akan menjalani kehidupannya dengan bahagia. Sabab ia tidak mau mamanya membuat Rossa menderita, kalau dirinya tidak menuruti keinginan orang tuanya pada saat itu.
Tapi yang Alvan lihat saat ini, Rossa rela menikahi Morgan hanya untuk pengobatan Ibunya yang koma akibat serangan jantung. Dan memenuhi kehidupan adiknya yang masih bersekolah, saat ini.
Alvan tahu tentang Ibunya Rossa dirumah sakit, dari tempat tinggal Rossa yang dulu sering ia kunjungi. Rumah kontrakan usang dan kecil, yang berada didalam sebuah gang pinggiran kota A.
Alvan ingin mengujungi Rossa kerumahnya, tapi tempat itu sudah berganti dengan orang yang berbeda. Alvan pun menanyakan tentang Rossa dan keluarganya pada pemilik kontrakan itu, dan langsung dijelaskan pada Alvan kalau Rossa sudah pindah!. Tapi ada satu hal yang membuat Alvan merasa janggal, kemana perginya Rossa kalau sudah pindah dari tempat itu?.
Sedangkan Alvan sengaja pulang kenegara A karena mendekati hari ulang tahun Rossa, dan timingnya sangat pas. Saat perusahaan yang dipimpin Morgan sedang dalam kekacauan saat ini, dan menurut informasi yang beredar. Semuanya karena Morgan sedang menemani sang kekasih diluar negeri selama kurang lebih 2 bulan. Dan itu juga yang membuat mamanya Alvan memanggilnya untuk pulang, agar bisa menggeser Morgan dari posisinya saat ini sebagai CEO JF Morgan Chase.
__ADS_1
"Apa kau tahu, kenapa Rossa mau menikah denganmu?." Tanya Alvan, yang masih mengeraskan rahangnya berbicara pada Morgan.
"Tentu saja dia perlu uang,.. karena setiap wanita menyukai uang.." Jawab Morgan dengan entengnya, karena yang Morgan tahu tentang wanita hanyalah mengejar uang. Bahkan wanita yang pernah ia kencani setiap pergi selalu menghabiskan uang kurang lebih 500jt, hanya untuk satu hari berbelanja saja.
"Kau tahu, uang yang ia peroleh darimu untuk apa?. apa kau tahu masalah yang ia hadapi saat ini?. Apa kau pernah mengenal orang tuanya, dan meminta Rossa pada mereka untuk mejadi istrimu?." Tanya Alvan yang masih berdiri mematung, membelakangi Morgan.
Deg.
Lagi- lagi ucapan Alvan membuat jantung Morgan berdetak kuat, memang benar yang dikatakan Alvan. Dirinya tidak tahu sama sekali tentang Rossa, bahkan nama lengkapnya saja Morgan tidak tahu.
Apa lagi keluarga Rossa!, pernikahan mereka saja hanya sebatas kontrak. Yang didaftarkan kekantor pencatatan sipil secara sah oleh Asistennya, dan tidak pernah sama sekali ia melihat tentang data Rossa yang selalu Asistennya itu tawarkan padanya.
"Asal kau tahu saja, selama 3 tahun menjalin kasih bersamaku!. Rossa sama sekali tidak pernah menuntut apapun, bahkan membayar minuman kencan kami dijalan saja aku sangat jarang untuknya. Kau tahu kenapa?, karena dia bukanlah wanita yang hanya melihat materi. Kami berdua saling mencintai!, tapi mama yang memaksaku untuk meninggalkan Rossa!. Mama bilang karena Rossa perlu uang!, itulah sebabnya dia bersamaku untuk menjadi kaya!." Teriak Alvan, menahan amarahnya yang memuncak.
"Ceraikan dia!, aku akan mengganti semua uang yang pernah kau berikan padanya. Dia berhak bahagia, dan menentukan pilihannya sediri." Ucap Alvan. Yang kini melepaskan cengkramannya dileher Morgan, dan berlalu pergi dari kamar itu.
Morgan hanya mematung ditempatnya berdiri, dan mengakui. Kalau dirinya sama sekali tidak tahu tentang Rossa dan keluarganya, bahkan ucapan mamanya tadi juga terngiang di kepala Morgan tentang resepsi pernikahannya dengan Rossa.
Morgan pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, lalu menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Kau kirimkan berkas nyonya muda ke keponselku, sekarang juga." Ucap Morgan pada orang diseberang telepon itu, lalu mematikan ponselnya setelah bicara.
Tidak butuh waktu lama, berkas yang Morgan inginkan itu langsung masuk ke email ponselnya.
Morgan membaca semua isi dari Email itu, dan betapa terkejut dirinya setelah tahu kenyataan tentang keluarga istrinya saat ini. Ia kembali menekan nomor kontak diponselnya, untuk menghubungi lagi seseorang.
"Kau periksa akun kartu kerdit nyonya muda, untuk apa saja dana yang pernah keluar selama 2 bulan ini." Tanya Morgan lagi, sambil menunggu jawaban dari seberang telepon.
"Nyonya muda hanya pernah menggunakan kartu kreditnya 4x tuan muda, yang pertama membeli sebuah mobil. Yang ke2 berbelanja sedikit pakaian, dan yang ke 3 dan ke4. Membayar tagihan rumah sakit A, atas nama Mandy Ferdias. Dengan jenis penyakit jantung, dan sedang dalam kedaan koma 2 bulan terakhir ini." Ucap Jo dari seberang telepon, menjelaskannya.
"Kenapa tuan muda tiba- tiba meminta berkas nyonya Rossa?, bukankah mereka saat ini berada di mansion utama Tuan besar Lois?. Dan,.. apakah aku harus mengatakan tentang kejadian malam itu pada tuan muda Morgan sekarang?." Batin Jo yang masih bergumam dalam hatinya, sehingga tidak terlalu mendengar ucapan Morgan padanya saat ini.
"Besok kita kerumah sakit untuk menjenguk, dan jangan sampai nyonya muda mengetahuinya." Ucap Morgan, lalu memutuskan sambungan teleponnya lagi.
Morgan menutup matanya, yang kini merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur king size miliknya.
Semua yang Alvan katakan padanya benar, kalau dirinya tidak tahu apa- apa tentang Istrinya itu saat ini.
Seorang Istri yang selalu tersenyum padanya, serta tidak memiliki rasa cemburu sedikitpun. Walau dirinya bersama wanita lain, dihadapan istrinya itu.
__ADS_1
Dan yang lebih menyakitkan lagi, skandalnya yang silih bergati bersama wanita yang berbeda- beda setiap hari. Terlebihnya dengan mantan kekasihnya itu, atau bisa dikatakan kekasih masa kecilnya Vania Bella ditaman rumah sakit luar negeri beberapa hari lalu.
...Besok sore update lagi geng's..🏃♀️🏃♀️ karena Morgan berubah pikiran..🤧...