Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Dia Morgan Lois!


__ADS_3

Dengan kerinduan yang teramat dalam, dan tetes airmata yang tiada hentinya menetes dari netranya. Rossa akhirnya tertidur, karena matanya terasa sangat berat karena sembab terus menangis.


Apalagi saat ini dirinya memang diberi obat tidur dalam infusnya, agar bisa beristirahat dengan tenang dan cukup untuk menambah energinya saat sadar kembali.


Setelah malam itu, dimana terakhir kalinya Rossa bertemu Morgan. Ia selalu menyelesaikan pekerjaannya, agar tidak memikirkan Morgan lagi.


Tapi nyatanya ia tidak bisa, karena orang yang ingin ia lupakan malah selalu hadir dalam benaknya. Bayang- bayang pria yang ia anggap mantan suaminya itu selalu datang, bahkan membuatnya sering berhalusinasi. Kalau Morgan ada disampingnya, saat malam tiba.


...☘Disisi lain.☘...


Asisten Jo menerima panggilan telepon dari penjaga bayangan, yang ia tugaskan untuk selalu menjaga nyonya mudanya. Yaitu Rossa, yang kini mereka cari diseluruh kota A tapi belum juga ditemukan. Sampai akhirnya mereka menanyakan kekantor cabang SS Gruop tempat Rossa bekerja, agar tahu informasi pekerjaan nyonya muda mereka yang semuanya sudah diblokir oleh Jack.


"Apa kau yakin? kalau nyonya muda ada disini!" Tanya Asisten Jo pada anak buahnya ditelepon.


"Saya sudah menyuruh orang untuk memastikannya tuan, nyonya Rossa berada di negara J. Dan masuk rumah sakit beberapa jam lalu, bersama tuan Jack Moan." Ucap orang diseberang telepon.


"Baiklah, kirim penjaga bayangan beberapa orang lagi untuk menjaganya. Jangan sampai kalian seperti ini lagi, aku tidak mau ada yang ke 2 kalinya seperti ini. Dan,.. bagaimana dengan sopir truk itu. Apa dia sudah sadar? Dan bagaimana dengan keluarganya." Tanya Asisten Jo pada orang diseberang telepon, yang ia bayar untuk mengawasi semua pekerjaan yang ia tinggalkan untuk menemani Morgan.


"Baik tuan Jo, semuanya akan segera saya laksanakan. Supir itu baru saja meninggal dirumah sakit tuan, dan meninggalnya seperti sengaja dibunuh oleh seseorang. Kami sudah mencari pelakunya, yang ternyata adalah suruhan nyonya Miranda. Apa yang harus kami lakukan tuan Jo, pada orang yang sudah membunuh supir ini?" Tanya orang diseberang telepon Asisten Jo,saat ini.


"Untuk sementara tahan dia, jangan biarkan dia lolos. Dan cari keluarganya untuk dijadikan tahanan kalau dia tidak mau bicara nanti, karena saat ini tuan muda masih dalam keadaan koma. Interogasi dia dengan cara biasa, ingat untuk mencari keluarganya." Ucap Asisten Jo, mematikan sambungan teleponnya. Dan kini menuju resepsionis untuk bertanya, daftar pasien dirumah sakit itu.


"Permisi sebentar nona, apa ada nama pasien bernama Rossa Ferdias berusia sekitar 20 tahun?." Tanya Jo pada wanita muda dihadapannya, menggunakan bahasa asing negara J.


"Sebentar saya cari dulu tuan." Jawap wanita itu tersenyum ramah.


Setelah menunggu beberapa menit, Asisten Jo menuju ruangan yang resepsionis itu katakan padanya.


Asisten Jo mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada yang menjawab dari dalam. Dan dengan perlahan Asisten Jo mendorong pintu ruangan rawat inap vvip itu, yang ternyata memang benar adanya nyonya mudanya disana.

__ADS_1


Asisten Jo masuk kedalam ruangan itu, mendekati nyonya mudanya yang terlihat sedang tidur dengan nyenyaknya. Dengan tangan yang masih dipasang jarum infus dan wajah sedikit memucat, tapi masih terlihat cantik dan manis layaknya anak gadis yang baru menginjak usia remaja.


Dan dengan tiba-tiba ada suara dari belakangnya, yang membuat Asisten Jo menoleh mencari asal suara itu.


"Siapa kau?" Tanya Rommi yang sudah berdiri, dari tempatnya berbaring tadi.


"Kau! bukankah pria yang aku temui diperusahaan waktu itu?." Tanya Rommi kembali, karena melihat wajah pria yang pernah ia temui itu ada dihadapannya.


"Maaf tuan, kalau seandainya saya mengganggu anda. Kalau boleh saya tahu, ada apa dengan nyonya Rossa?." Tanya Asisten Jo menundukan kepalanya, seperti saat pertama kalinya ia bertemu Rommi diperusahaan waktu itu tanpa ada ekspresi apapun.


"Apa kau kemari disuruh oleh pria tidak bertanggung jawab itu? ayo kita bicarakan ini diluar! Jangan sampai kakakku terbangun, hanya karena masalah sepele ini." Ucap Rommi dengan suara datar, penuh penekanan.


Asisten Jo hanya menganggukan kepalanya saja, karena seperti itulah dirinya tidak perlu bicara banyak.


Setelah diluar ruangan, Rommi dan Jo saling menatap. Dan Rommi langsung melontarkan kata- katanya yang sudah ia tahan, setelah tahu kalau kakaknya tengah mengandung saat ini.


Namun dengan wajah datarnya Asisten Jo hanya menundukan kepalanya, dan berkata biasa saja kepada Rommi.


"Apa anda bisa ikut saya sebentar tuan muda, saya ingin menunjukan sesuatu." Ucap Asisten Jo berwajah datar, mempersilahkan Rommi dengan tangannya menunjuk tempat lain dikoridor rumah sakit itu.



"Silahkan tuan, kita akan keruangan lain. Karena saya harus terbang kembali kenegara A, malam ini." Ucap Asisten Jo.


Karena Asisten Jo harus menggantikan Morgan diperusahaan, yang saat ini kembali kacau karena ulah kakaknya sendiri yang tidak lain adalah Miranda.


Rommi hanya mengikuti pria dihadapannya, tanpa tahu ingin pergi kemana pria itu membawanya.


Dan sampailah disebuah ruangan yang tidak terlalu jauh dari ruang rawat kakaknya tadi, Asisten Jo mendorong pintu ruangan itu dengan perlahan lalu masuk kedalam bersama Rommi.

__ADS_1


"Lihatlah tuan, siapa orang yang berbaring diatas tempat tidur itu." Ucap Jo kepada Rommi.


Rommi mendekat pada seseorang yang dipenuhi alat diarea wajahnya, dan mencoba mengenali wajah itu dengan lebih teliti.



"Dia! dia Morgan Lois?" Ucap Rommi bertanya pada Asisten Jo, dengan wajah sedikit meringis. Melihat orang dihadapannya, yang hanya dijawab dengan anggukkan kepala oleh Jo.


"Tidaaak! dia bukan Morgan Lois!" Teriak seseorang dari belakang, yang membuat Rommi dan Asisten Jo langsung menoleh kebelakang.


"Kakak!"


"Nyonya muda!"


Seru Rommi dan Jo bersamaan, dan langsung berlari kearah pintu yang terbuka lebar itu. Karena Rossa langsung kehilangan kesadarannya, setelah berteriak tadi. Beruntung dokter Gerry juga ingin masuk kedalam ruangan itu, dan langsung menyambut tubuh lemah tak berdaya itu sebelum jatuh kelantai.


"Rossa! kenapa dia bisa ada disini?." Tanya dokter Gerry, kepada 2 orang dihadapannya. Yang tidak lain adalah Asisten Jo dan Rommi, yang terlihat begitu khawatir pada wanita yang dokter Gerry gendong itu ditangannya.


"Baringkan dia kesofa tuan muda." Ucap Asisten Jo.


"Ceritanya panjang, bawa kakakku keruangannya saja." Ucap Rommi yang sudah ingin mengulurkan tangannya, untuk menggendong kakaknya kembali kekamarnya dirawat tadi.


"Biarkan aku mengantarnya, kau tunjukkan jalannya saja." Ucap dokter Gerry kepada Rommi, yang terlihat begitu terburu- buru ingin mengambil alih kakaknya dari gendongan dokter Gerry.


........


.......


...See you all🤧...

__ADS_1


__ADS_2