
Tangis Rossa pun pecah, ketika ia melihat wajah suaminya itu dihadapannya. Dengan tubuh yang masih bergetar karena ketakutan tadi, ia memeluk Morgan dengan erat.
"Sudah.., jangan menangis lagi." Ucap Morgan menenangkan istrinya, ia merasa bersalah karena sudah menakuti Rossa sampai seperti ini.
Morgan membawa Rossa kesofa dalam gendongannya didepan, dan Rossa masih memeluk Morgan seperti seorang bayi yang melingkarkan kakinya kepinggang Morgan.
Kini mereka berdua duduk disofa, bukan mereka berdua!!. Tapi hanya Morgan yang duduk disofa, karena Rossa berada diatas pangkuan Morgan saat ini!.
"Sudah, aku minta maaf karena menakutimu." Ucap Morgan lembut pada istrinya, ia menyingkirkan rambut Rossa kebelakang telinga agar melihat wajah istrinya itu yang masih menangis memeluknya.
"Humm?" Mulut Morgan berdengung, melihat sesuatu yang merah diatas kening istrinya saat ini. Dan ia baru sadar, kalau Rossa masih basah kuyup karena kehujanan tadi diluar.
"Kenapa kau sangat takut, bukankah aku sudah menyuruhmu pulang?. Berarti aku sudah ada dirumah, dan menunggumu!." Ucap Morgan lembut, sambil mengelus rambut istrinya yang masih basah.
"Kau, kau sudah kembali? Bukankah kau masih diluar negeri, ber- bersa- bersama dia?." sahut Rossa masih dengan sesenggukannya. Rossa sengaja tidak menyebut nama kekasih masa kecil Morgan, karena hatinya terasa seperti diremas saat mengingat berita tadi siang yang menampilkan sepasang kekasih itu sangat mesra disebuah taman luar negeri.
"Dia?, maksudnya Jo!?" batin Morgan berpikir.
"Tentu saja.., dia selalu bersamaku. Bahkan dia yang selalu menjagaku, saat sedang sakit." jawab Morgan. Ia mencium kening istrinya dengan lembut, karena dalam pikiran Morgan. Istrinya itu sangat perhatian padanya, walaupun ia tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi saat ia diluar negeri.
Rossa menutup matanya, lagi- lagi bulir- bulir bening itu menetes membasihi pipinya. Pelukannya yang tadi erat pada Morgan, kini ia lepaskan dengan perlahan. Dan menurunkan tubuhnya kesofa, dengan pakaian yang masih basah.
"*T*ernyata mereka bersama satiap saat disana, pantas saja dia tidak pernah menghubungiku sama sekali." batin Rossa kecewa.
"Kau sudah baikan?." tanya Morgan masih sangat lembut pada istrinya.
"Hmm.." jawab Rossa. Yang sudah bisa lebih tenang dari tadi, hanya sesekali sesenggukan karena menangis ketakutan tadi.
"Kau masih basah, ayo mandi air hangat dulu. Nanti kau sakit, aku tidak bisa merawat orang sakit sepetimu!." ucap Morgan. Ia langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal style, dan membawanya naik ke anak tangga menuju lantai dua.
"A-aku bisa jalan sendiri, turunkan saja aku disini." ucap Rossa masih dengan suara lirihnya.
__ADS_1
"Tidak!, kau masih sangat syok tadi. Kakimu masih bergetar, bisa- bisa kau malah jatuh nanti." jawab Morgan dan sesekali mencium kening istrinya itu.
"Hatchiiii!." Rossa menutup mulutnya dengan segera.
"Tuh kan, kau jadi masuk angin. Cepat mandi air hangat, aku akan membuatkanmu sesuatu." ucap Morgan. Ia pun menurunkan istrinya didepan pintu kamar mereka.
"Aku akan turun kebawah, kau mandilah dulu. Tunggu aku dikamar sebentar lagi, dan jangan lupa mandi air panas." ucap Morgan. Ia mencium lagi kening istrinya, dengan sangat lembut. Lalu turun kelantai satu, meninggalkan Rossa didepan pintu kamar mereka.
Deg.. deg.. deg.. deg..
Jantung Rossa berdebar, sungguh saat ini hatinya berbunga- bunga. Seorang suami yang ia beri nama Beruang Kutub itu sudah mencair, bahkan mampu membuatnya meleleh hanya dengan kata- kata lembut dari suaminya itu.
Rossa pun lansung menuju bathroom, dan membersihkan dirinya dengan air hangat seperti yang Morgan katakan tadi padanya.
Dalam hening nya yang selalu tersenyum mengingat kata- kata lembut dari suaminya itu, terlintas sebuah nama dalam benak Rossa saat ini. Nama itu adalah nama kekasih masa kecil suaminya, yaitu seorang model kelas dunia yang sangat popular.
"Apa dia sangat lembut seperti ini pada orang itu?, tentu saja!. Bahkan mereka sudah menjalin kasih sedari kecil, pasti Morgan sangat mencintainya!" lirih Rossa.
"Berarti, semua pakaian yang aku pakai setiap hari. Dan make- up yang aku pakai, semua yang ada divilla ini adalah miliknya?. Betapa beruntungnya dia, tapi maafkan aku yang lebih dulu menikmatinya." ucap Rossa lagi tersenyum.
Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, agar tidak menangisi hubungannya dengan Morgan. Walau pun sakit, ia akan tetap bertahan sampai akhir masa kontrak mereka.
Maka dirinya akan menikmati, apapun yang Morgan berikan padanya. Termasuk kasih sayang Morgan, ia tidak menyesal sama sekali akan hal itu. Karena Rossa sadar, bahwa dirinya mulai jatuh cinta pada suami nya itu.
"Tok.. tok.. tok.."
Suara ketukan pintu dari luar.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Morgan yang berada didepan pintu bathroom itu.
"Eeh, i- iya.. Sebentar lagi, aku akan keluar" jawab Rossa. Dirinya sampai lupa waktu, karena memikirkan kelembutan suaminya itu padanya saat ini. Rossa pun mulai beranjak dari kolam, dan mengenakan jubah mandinya untuk segera keluar dari bathroom itu.
__ADS_1
"Kenapa kau sangat lama, cepat kemari!" ucap Morgan sedikit kesal pada istrinya.
Rossa yang baru keluar dari bathroom pun langsung menghampiri suaminya, yang kini duduk disofa kamar besar itu.
"Duduklah dibawah, aku akan mengeringkan rambutmu. Oh iya, ini munumlah untuk menghangatkan tubuhmu" ucap Morgan lagi.
Rossa hanya menuruti perkataan Morgan padanya, tanpa bertanya apapun. Kini Rossa mulai meminum sesuatu didalam gelas, yang Morgan buat sendiri untuknya.
"Bagaimana?, apa ini enak?." tanya Morgan dari samping. Karena Morgan ingin melihat wajah istrinya itu, meminum susu buatannya.
"Hemh, sangat enak. Kau bisa membuat ini, dari mana?." tanya Rossa. Sebab susu buatan Morgan, sama persis dengan yang sering ibunya buat untuknya setiap pagi. Yaitu, susu yang dicampur dengan rebusan air jahe dan gula merah.
"Aku belajar dari seseorang anak perempuan dan ibunya dulu, tapi sekarang aku tidak tau. Bahkan aku sudah lupa bagaimana rupa mereka, karena sudah sangat lama tidak pernah bertemu." jawab Morgan sambil tersenyum.
Morgan mengangkat tubuh istrinya itu keatas sofa, lalu menindihnya.
"Eeh, apa yang kau lakukan!?." tanya Rossa panik.
"Menurutmu!, aku sudah sangat lama berpuasa. Dan sekarang, aku sudah tidak sabar ingin melakukan hal ini!." jawab Morgan memelas.
Morgan langsung menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya, dan melum*tnya dengan lembut. Tangannya pun mulai meraba tubuh istrinya, yang sedikit kurus dari sebelum ia pergi keluar negeri.
"Kau bahkah tidak memperhatikan makananmu, saat aku tidak ada!. Lihatlah, bagaimana aku menghukummu!." batin Morgan. Iapun mulai merem*s kedua aset milik istrinya, yang membuat istrinya itu mulai mengeluarkan suara- suara desahan tidak karuan.
Morgan tersenyum atas pencapaiannya, dan mulai menurunkan ciumannya keleher istrinya yang mengeluarkan aroma lavender favoritnya sejak mengenal Rossa.
.......
.......
...Perjalanan cinta, baru dimulai..❤😌...
__ADS_1