Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Malam Itu.


__ADS_3

Sudah 3 hari berlalu, setelah Rossa memutuskan tinggal diapartemen cicilannya. Ia memilih pulang dan pergi hanya dari tempat itu, walau sedikit jauh dari kantornya.


Rossa tidak lagi menginap dirumah sakit atau pulang kerumah pemberian Morgan padanya, karena ia tidak mau bertemu dengan orang itu untuk sementara waktu.


Karena setelah kejadian malam itu, Rossa sengaja ingin menghindari Morgan agar tidak bertemu lagi. Agar rasa sakit dihatinya bisa sedikit tertutup walau hanya sesaat, karena saat ini begitu ramainya berita dimedia soasial tentang pernikahan Vania Bella dengan pria yang masih ditutupi identitasnya.


Tapi sebagian dari nitizen juga menduga itu adalah Morgan, karena begitu banyak foto Morgan dan model Vania Bella itu bersama akhir- akhir ini yang beredar.


Dari saat penjemputan di bandara sampai dengan memilih cincin pernikahan Vania Bella, foto Morgan selalu bersamanya.


Bahkah saat model itu berada diruangan dokter kandungan, foto Morgan selalu ada disampingnya dan menemani kekasih masa kecilnya itu.


Para nitizen menduga sebelumnya adalah, bahwa ada foto yang beredar menunjukan Morgan bersama sang istri itu adalah Vania Bella!.


Karena sekarang sang kekasihnya itu telah mengandung, maka dugaan publik itu sebabnya Morgan mengadakan pernikahan dengan sangat mendadak bahkan secara tertutup.


Untuk menutupi semuanya dari publik, bahwa dirinya dan sang kekasih sudah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah.


Bahkan Morgan juga dikabarkan mempunyai kelainan dalam berhubungan, sampai- sampai tidak bisa menunggu menikah untuk melakukan hubungan suami istri pada kekasihnya.


Dan berita itu sudah berlajut beberapa hari ini, padahal sudah ditangani oleh Asisten Jo. Agar para stasiun penyiaran berhenti menayangkannya, tapi berita itu malah semakin membesar dikalangan netizen pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab.


.


Kantor Cabang SS Gruop.


"Eh Rossa, menurut kamu benar enggak sih berita ini? Soalnya sudah satu minggu ini tersebar, dan jadi berita nomor 1 dikalangan berita- berita lainnya." Ucap Vivi pada Rossa. Yang menunjukan poselnya, untuk melihat berita terpanas dipencarian nomor 1.


Rossa mengerutkan keningnya, antara percaya atau tidak dengan berita yang temannya itu tunjukan padanya.


"Menurut aku sih mungkin saja benar, soalnyakan semua foto ini tidak ada tanda- tanda pengeditan atau semacamnya. Dan juga tempat mereka saat difoto juga terkonfirmasi, atas kedatangan mereka disana." Sahut Rossa.


Karena dirinya juga ada disana, saat Morgan mengantar Vania Bella itu memeriksakan kandungannya dengan dokter Jane.

__ADS_1


Dan juga saat direstoran malam itu, Rossa juga berada disana menjadi orang ketiga yang mengganggu hubungan Morgan menurutnya.


"Iya juga sih ya, mana ada orang yang berani membuat berita palsu mengenai tuan muda keluarga Lois ini." Ucap Vivi pada Rossa.


Rossa hanya diam saja, karena ia teringat ucapan Morgan malam itu padanya. Yang mengatakan tidak akan lagi membiarkan, berita- berita palsu itu ada disetiap media sosial atau pun stasiun penyiaran lainnya.


"Oh iya Rossa, bagaimana sketsa yang kau kirim minggu lalu. Apa sudah ada bocoran, kapan akan diumumkan pemenangnya?." Tanya Vivi pada Rossa.


"Aku dengar hari ini, mungkin sebentar lagi." Jawab Rossa dengan senyumnya.


"Ayo, kita makan siang dulu. Apa kau mau menunggu tuan Jack mengajakmu lagi hari ini." Tanya Vivi pada rekan kerjanya, yang tidak lain adalan Rossa.


"Tidak juga, aku hanya tidak berselera makan. Akhir- akhir ini." Jawab Rossa. Karena setelah kejadian malam itu, Rossa memang sering tidak berselera lagi untuk mencicipi makanan. Padahal Jack selalu membawanya ketempat tempat baru, untuk berburu makanan seperti biasanya.


Dan tidak lama setelah mengucapkan nama Jack, orangnya pun langsung hadir membawa buket bunga untuk Rossa. Yang membuat siapa saja akan iri melihat keromantisan Jack, yang selalu mencari Rossa disaat jam makan siang.


"Hai Rossa.." Ucap Jack menyapa, yang kini sudah berada diruangan kerja Rossa dan teman- temannya yang lain.


Rossa tersenyum manis kearah pria itu, lalu membalas sapaannya.


"Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku tuan.." Balas Jack tidak suka.


"Ini untukmu, kuharap kau suka dengan bunga lavender ini." Ucap Jack menyodorkan buket bunga yang ia bawa untuk Rossa.


"Terima kasih, tapi lain kali tidak usah seperti ini. Aku malu dilihat teman- temanku, karena kau setiap hari datang membawa bunga." Balas Rossa.


"Tidak apa- apa, tapi mulai sekarang kau harus terbiasa dengan semuanya." Ucap Jack lagi.


"Oh iya, aku mau membawamu ketempat baru lagi hari ini. Ayo kita makan siang, semangat dong." Ucap Jack pada Rossa, karena Rossa terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu saat ini. Membuat Jack sedikit penasaran, pada wanita dihadapanya ini yang semakin hari semakin cantik.


"Sepertinya aku tidak bisa makan siang denganmu tuan Jack, karena hari ini aku ingin kerumah sakit menjenguk Ibuku." Balas Rossa.


"Oh, emm... Bagaimana kalau begini saja, kita berdua membawa makanan saja kerumah sakit sambil menjenguk Ibumu. Bagaimana?" Tanya Jack.

__ADS_1


"Boleh juga, oke deh.." Jawab Rossa.


"Vi, aku kerumah sakit dulu ya.." Ucap Rossa pada rekan kerjanya itu.


"Oke, hati- hati dijalan Rossa.." Balas Vivi, yang juga ingin beranjak dari tempatnya duduk untuk makan siang.


Rossa dan Jack pun langsung ingin menuju rumah sakit, yang tidak terlalu jauh dari kantor Rossa.


Saat keluar dari kantornya menuju mobil Jack, Rossa melihat kekanan dan kekiri menyapu pandangannya kesetiap tempat sampai belakangnya.


"Ada apa?" Tanya Jack pada Rossa sedikit heran.


"Aku merasa kalau aku selalu di ikuti orang, karena setiap kali aku keluar masuk mobil rasanya aku selalu diawasi." Jawab Rossa pada Jack, dan melanjutkan langkahnya masuk kedalam mobil yang sudah Jack bukakan untuknya.


"Ternyata dia peka juga, sungguh wanita yang aku sukai ini memang pintar." Batin Jack tersenyum.


"Sejak kapan kau merasa diikuti seperti ini?" Tanya Jack lagi, yang sudah berada didalam mobil bersama Rossa.


"Aku rasa, sudah sangat lama. Setelah kejadian malam itu, aku merasa terus diikuti." Jawab Rossa yang tidak sadar akan ucapannya pada Jack.


Jack mengerutkan keningnya, mendengar ucapan Rossa yang menyebutkan 'malam itu' padanya.


"Malam itu?" Ucap Jack mengulangi perkataan Rossa padanya.


"Hemm.. malam terburuk yang pernah aku alami." Sambung Rossa lagi.


Disaat Rossa masih dalam pikirannya yang menerawang jauh, tiba- tiba Jack menarik tangan Rossa untuk lebih dekat lagi dengannya. Dan dengan sengaja Jack menabrakkan bibir mereka berdua, tanpa ada kata atau pun memita ijin terlebih dahulu pada Rossa.


Rossa yang merasa terkejut membelalakkan matanya, dan setelah sadar akan perbuatan Jack padanya.


Rossa langsung mendorong dada Jack dengan kuat, agar bibirnya terlepas dari bibir Jack yang masih menempel diam dihadapannya.


........

__ADS_1


.......


...See you all❤...


__ADS_2