
"Kau tidak mau bangun? baiklah.. Aku akan memulainya dengan perlahan, jangan salahkan aku kalau sesuatu terjadi. Oke!." Ucap Morgan, kembali membisikan kata-kata yang sangat aneh untuk dimengerti.
Ia pun bangun dari tempatnya berbaring tadi disamping istrinya, kini dirinya sudah berada diatas sang istri.
Ditatapnya lagi wajah wanitanya itu dengan seksama, dari matanya yang terpejam, hidungnya dan bibir ranum istrinya.
Semuanya terlihat sangat sempurna dimata Morgan, betapa bangganya dirinya memiliki istri secantik Rossa.
Yang kini sudah menjadi miliknya, seutuhnya seumur hidup yang akan mereka habiskan bersama sampai akhir menutup mata.
"Sayang! I love you.." Ucap Morgan yang kini sudah menempelkan bibirnya, dibibir mungil sang istri dengan perlahan.
Ciuman itu pun semakin turun kebawah, mengabsen setiap inci tubuh istrinya. Yang kini mulai merespon ulahnya, yang kini sudah terlanjur membangun kan sesuatu yang liar dalam benaknya.
Sesekali terdengar suara Rossa melenguh, yang membuat Morgan semakin menginginkan lebih dari istrinya itu.
Bayang- bayang liar yang pernah mereka berdua lakukan dulu, kini kembali terbayang dibenak Morgan. Sehingga membuatnya semakin bersemangat untuk melakukan hal yang sudah lama ia rindukan itu.
"Suamiku!, apa yang kau lakukan?." Tanya Rossa dengan suara serak, khas orang bangun tidur.
Morgan mengangkat kepalanya keatas, agar bisa melihat wajah istrinya yang kini sudah terbangun olehnya.
"Sayang, kau sudah bangun?." Ucap Morgan malah balik bertanya pada istrinya.
"Bagaimana bisa aku tidak bangun! kau memakan ku hidup- hidup seperti ini sangat sakit!." Ucap Rossa, karena dari leher sampai anggota tubuhnya yang lain sudah Morgan berikan tanda kepemilikan resmi darinya.
"Tapi kau menyukainya sayang, ayo lanjutkan!. Aku sudah tidak tahan lagi, kalau harus menundanya." Ucap Morgan pada istrinya, yang kini sudah terlihat sangat menginginkannya.
"Ta-tapi, bagaimana dengan baby-baby kita? A-apa mereka akan baik-baik saja?, aku sedikit khawatir!." Ucap Rossa, yang kini memalingkan wajahnya kesamping menahan malu.
Karena dirinya kini sudah tidak memakai apapun ditubuhnya, hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya karena ulah suaminya.
__ADS_1
"Sayang, kau sangat tau banyak dariku! Jadi jangan coba-coba pura-pura tidak tahu, bukankah sangat bagus kalau aku sering menjenguk mereka disana?!." Ucap Morgan dengan senyuman jahilnya, melihat tikah istrinya saat ini.
Karena ia tahu Rossa istrinya itu setiap hari membaca buku tentang kehamilannya, tanpa ada yang terlupakan sama sekali.
Rossa langsung refleks menutupi wajahnya, dengan kedua tangannya. Setelah mendengar ucapan Morgan tadi, dan ternyata suaminya itu sudah tahu semua kegiatan yang ia lakukan selama ini.
Membuat Morgan semakin gemas dan terkekeh melihatnya, dan kembali melanjutkan yang ia lakukan tadi pada istrinya..
Dan malam indah untuk dua insan itupun terjadi, yang sama-sama saling merindukan satu sama lainnya.
.
Kini malam panas mereka pun akhirnya sudah mereka lewati bersama, dengan rasa cinta yang mendalam karena saling memiliki tanpa ada salah paham antara mereka berdua lagi.
"Sayang, apa kau lapar? Aku akan meminta pelayan mengantarkan makan malam kita kesini, ayo bersihkan dirimu terlebih dahulu." Ucap Morgan, yang kini masih memeluk istrinya tanpa ada jarak sedikit pun.
"Aku sangat lapar sedari tadi, tapi kau yang tidak membiarkanku untuk bergerak sedikitpun dari tempat tidur ini." Jawab Rossa malu, entah kenapa dirinya merasa sangat malu pada suaminya itu.
"Aku akan mengantarmu kekamar mandi sayang, dan aku tidak akan mengizinkan kakimu menyentuh lantai malam ini." Ucap Morgan, yang kini sesekali mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Emm, kalau begitu cepat antarkan aku kekamar mandi. Aku sangat ingin buang air kecil, dan rasanya sangat mendesak!." Ucap Rossa, yang sedari tadi menahan diri ingin kekamar mandi.
Morgan pun beranjak dari tempatnya, mencari sesuatu yang bisa ia pakai untuk menutupi tubuh polosnya.
Dan Rossa pun juga ikut duduk, tapi masih ditempat tidur berbalut selimut ditubuhnya.
Dengan pelan Morgan menarik selimut yang Rossa pakai untuk menutupi tubuh polosnya, lalu mengangkat tubuh Rossa kedalam pelukannya ala bridal style membawanya masuk kedalam bathroom.
"Eeh, kenapa kau menarik selimutnya. A-aku malu terlihat seperti ini, apa lagi dengan perutku yang besar begini." Ucap Rossa yang kini menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Morgan, menghirup aroma maskulin didada bidang yang membuatnya merasa nyaman itu.
"Apa yang kau malukan sayang?, aku sudah melihat semuanya. Dari luar sampai dalamnya, semuanya milikku." Jawab Morgan dengan lembutnya, yang kini merasa lucu melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
"Kau selalu berkata seperti itu, apa kau memang suka menggodaku seperti ini!?. Atau jangan-jangan, kau selalu menggoda wanita seperti ini!?." Ucap Rossa, karena merasa suaminya itu semakin pandai menggombal.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, apa yang salah sayang? Kau milikku, dan selamanya akan selalu menjadi milikku!." Ucap Morgan, yang kini meletakkan istrinya itu diatas bathtub.
Lagi-lagi Rossa merasa sangat malu sekali, saat tubuh polosnya terlihat semua oleh suaminya itu.
"Bukankah tadi kau bilang ingin buang air kecil, ayo cepat disini saja. Aku akan menyalakan airnya untukmu, kau harus lebih hati-hati sayang. Apa lagi kau sedang mengandung anak-anak kita, tidak boleh tergesa-gesa atau berlari terburu-buru dikamar mandi. Karena itu sangat bahaya untukmu dan anak-anak kita, apa kau mengerti?." Tanya Morgan, yang kini juga ikut duduk dibathtub yang sama dengan istrinya.
"Kenapa kau ikut duduk disini?, aku sedang buang air kecil. Cepat keluar! bukankah tadi sudah kau katakan aku boleh buang air kecil disini!." Ucap Rossa pada suaminya itu, yang kini malah memeluknya dari belakang.
"Hmm, lalu kenapa kalau kau buang air kecil? Aku su-." Ucapan Morgan terhenti, karena Rossa sudah menutup mulut suaminya itu dengan kedua tangannya.
"Kau pasti mau mengatakan sudah melihatnya, bukan?." Teriak Rossa yang kini sudah duduk didepan suaminya.
Dan Morgan pun tertawa keras karena mendengar teriakan istrinya itu, ia merasa sangat puas melihat tingkah istrinya yang terlihat lucu dan polosnya karena ulahnya yang sengaja ingin selalu bersama setiap saat.
Morgan ingin selalu ada disisi istrinya itu setiap saat, karena dirinya ingin menebus waktu yang pernah Rossa lewati tanpa ada dirinya saat itu.
Dan sekarang, Morgan harus memikirkan cara agar bisa selalu bersama istrinya itu. Walaupun dirinya sudah masuk kekantor nantinya, ia tidak mau meninggalkan wanitanya sendiri tanpa ada dirinya menemani Rossa dan anak-anaknya nanti.
"Baiklah, kalau sudah selesai kita mandi bersama sayang. Aku sudah sangat lapar, dan mungkin sekarang anak-anak kita juga kelaparan. Sudah sangat larut malam, kau tidak boleh sampai kelaparan karena anak-anak kita butuh asupan gizi yang banyak agar mereka selalu kuat." Ucap Morgan, mengelus perut besar istrinya sambil tersenyum bahagia.
Baru saat ini Morgan merasa benar-benar sangat bahagia, dan sekarang kebahagiaannya bertambah karena tidak lama lagi anak-anaknya akan segera datang dalam kehidupan barunya bersama Rossa.
Istrinya tercinta, yang membuat kehidupannya lebih berarti dari pada kehidupannya yang dulu sebelum bertemu dengan Rossa.
Wanita yang mewarnai gambar kehidupannya, yang mampu membuatnya gila kalau tidak melihatnya sehari saja.
...☘☘☘...
...See you geng's 🤗...
__ADS_1