Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Wanita Pertama!


__ADS_3

"Sudah, jangan menangis lagi.. Aku tidak tega melihatmu menangis seperti ini, apa lagi sekarang ada mereka disini." Ucap Morgan dengan lembutnya, dan sesekali mencium kening istrinya dengan sayang.


Sementara tangannya mengelus perut besar Rossa, dengan lembutnya.. Ada rasa yang sangat aneh didalam dada Morgan saat ini, rasa yang sulit ia ungkapkan dengan kata-kata.


Karena rasa itu sangat istimewa, bahkan membuatnya tidak ingin rasa itu pergi dalam hatinya dengan cepat atau pun hilang begitu saja.


"Tidak usah dicari, karena Beruang Kutubku sudah kembali. Bahkan dia juga bukan Beruang Kutub lagi, tapi seekor kelinci imut!." Ucap Rossa, menahan tawanya.


Karena saat ini Rossa melihat Morgan tidak lagi sedingin dulu padanya, bahkan Rossa bisa merasakan kasih sayang Morgan padanya sangat tulus. Tidak dibuat-buat atau pun mengada- ngada tidak jelas, tapi sangat murni dan tulus dari dalam hatinya.


"Sayang! aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Tadi kau menangis ingin Beruang Kutubmu kembali!, tapi sekarang kau bilang sudah berubah menjadi kelinci? Aku tidak mengerti, apa yang kau inginkan sebenarnya!?." Ucap Morgan kembali melepaskan pelukan mereka berdua, dan menatap wajah wanitanya dengan mimik wajah bertanya-tanya.


"Pfffss.. Aku hanya asal bicara, ayo sekarang kita sarapan. Ini sudah hampir siang, tapi kau masih berlatih sangat giat. Apa kau tidak merasa lelah atau lapar?." Tanya Rossa, yang kini menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


"Hmm, aku sudah sangat lapar. Hanya saja aku tidak ingin membuang waktuku untuk bermalas-malasan ditempat tidur, karena aku ingin secepatnya sembuh dan membawamu merayakan hari pernikahan kita. Apa kau tidak keberatan, kalau aku membuat acara resepsi pernikahan kita!?." Tanya Morgan pada istrinya, sambil meletakan kedua tangannya dibahu Rossa.


Rossa mengangkat wajahnya, melihat kedalam mata Morgan dengan dalam. Ia ingin mencari arti sebuah kata, yang baru saja Morgan ucapkan padanya. Tapi mata itu malah tergenang air! yang siap turun begitu saja saat mata itu tertutup sedikit saja.


"Kau menangis?." Tanya Rossa, masih menatap wajah Morgan dihadapannya.


"Tidak, aku bahagia! Karena kau selalu ada disampingku disaat aku lemah tidak berdaya, dan selalu menjaga anak-anak kita." Jawab Morgan, yang kini telah berhasil meneteskan air matanya karena terharu mengingat kembali masa sulitnya yang telah lama koma.


Morgan meraih kedua tangan Rossa, dan menciumnya berkali-kali.


"Maaf, maaf karena aku tidak ada disaat kau kesusahan. Aku tidak berguna, bahkan kau selalu salah paham karena ulahku yang tidak bisa mengerti perasaanmu!" Ucap Morgan kembali meneteskan air matanya, rasa sesak dalam hatinya kembali terasa nyeri. Karena sesuatu yang ia nggap tidak penting dulu, kini adalah belahan jiwanya.


Hidupnya terasa mati kalau istrinya itu malah menjauhinya, atau malah ingin pergi meninggalkannya dengan sejuta rasa bersalah yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Aku tidak berguna sama sekali, aku selalu menyakiti perasaanmu dulu! Tapi sekarang aku ingin mengulang kembali kisah kita, kau tahu kalau kita belum bercerai?. Itu semua aku lakukan karena ingin memulainya dari awal, aku ingin membawamu kedalam hidupku selamanya. Rossa! aku tahu satu rahasia yang kau sembunyikan dariku selama ini!." Ucap Morgan menatap wajah istrinya, yang hanya sedikit lebih pendek darinya.


"Ra- rahasia apa?." Tanya Rossa tergagap, mendengar ucapan pria dihadapannya saat ini.


Karena dirinya hanya ada satu rahasia, yaitu anak kembar dalam kandungannya. Yang ia tahu bukanlah anak Morgan, melainkan anak pria malam itu yang sudah merenggut kesuciannya.


"Kau tahu siapa pria malam itu disebuah hotel FLM? dikamar 117!?. Yang sudah merenggut malam pertamamu? atau bisa dikatakan yang telah memperkosamu!?." Tanya Morgan pada Rossa, dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti oleh Rossa sendiri.


Deg...


Jantung Rossa seakan keluar dari tempatnya, karena rahasia itu hanya dirinya yang tahu dan sahabatnya Silla.


"A-apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti, a-ayo cepat kita sarapan dulu."Ucap Rossa terbata- bata, kerena saat ini dirinya tidak mau Morgan membahas masalah itu dihadapannya.


Dan lagi, berarti Morgan juga tahu kalau dirinya pernah diperkosa malam itu disebuah hotel!.


Keringatnya yang bercucuran tidak bisa menutupi rasa sesak dalam hatinya, karena Rossa takut Morgan akan mengetahui bahwa anak yang ia kandung bukanlah anak Morgan. Tapi anak pria malam itu, yang ia sendiri tidak tahu siapa!.


"Sayang kau kenapa?." Tanya Morgan merasa bingung, sebab Rossa tiba-tiba menjauh darinya. Dan Morgan berjalan mendekati Rossa kembali, karena melihat istrinya itu seperti sedang ketakutan.


"Jangan mendekat!." Teriak Rossa dari tempatnya, yang kini sudah tersudut didinding.


"Sayang ada apa! apa yang terjadi padamu?." Tanya Morgan kembali melangkahkan kakinya mendekati istrinya itu.


"Kau dengar aku bilang jangan mendekat?." Ucap Rossa kembali, sambil memegang perutnya.


"Iya aku dengar, tapi ada apa?." Tanya Morgan lagi merasa bingung akan sikap istrinya.

__ADS_1


"Sebenarnya, sebenarnya aku.. Aku pernah tidur bersama pria lain sebelum menikah denganmu, dan aku tidak tahu siapa pria malam itu. Dan anak-anak yang aku kandung saat ini, anak pria malam itu.!" Ucap Rossa, sedikit meninggikan suaranya. Dan tubuhnya pun menyusut kebawah menyentuh lantai, terkulai lemah mengingat kembali kejadian malam itu.


"Sayang,.. kau tahu pria malam itu adalah aku! Ya, pria itu adalah aku!." Ucap Morgan, lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati istrinya.


Tapi Rossa hanya diam saja, ia tahu Morgan pasti ingin menghiburnya atau merasa kasihan padanya saat ini yang sedang mengandung. Karena kalau pria itu adalah Morgan, pasti Morgan sudah tahu sejak awal mereka menikah.


Tapi dari awal mereka menikah, Morgan selalu berkata kasar dan menilainya sebagai wanita pecinta uang saja!.


Bahkan membuatnya sering kelihatan seperti seorang wanita haus akan kekayaan, atau dengan kata lain wanita matre yang selalu mengejar uang saja. Walaupun kenyataannya memang benar adanya, bahwa dari awal dirinya memang mencari uang dengan cara menikahi Morgan.


"Sayang, kau tidak percaya padaku?." Tanya Morgan, yang juga mengikuti Rossa duduk dilantai.


Morgan kembali meraih tangan Rossa, dan menatap wajah wanitanya.


"Sayang, malam itu aku dijebak! Dan kau pun sama, kita sama-sama dijebak oleh orang yang sama!." Ucap Morgan menyakinkan istrinya, yang kini hanya diam dihadapannya.


"Kalau kau tidak percaya! aku ada semua buktinya. Kalau pria malam itu adalah aku, dan kita bisa melakukan tes dna pada anak-anak dalam kandunganmu kalau kau tidak percaya kalau aku adalah ayah mereka!." Ucap Morgan, ia tahu Rossa pasti merasa sakit pada malam itu!


Malam yang pertama kali mereka berdua ingat seumur hidup!, dan malam mereka sama sekali tidak mengenal satu sama lain!.


Dalam diam dengan wajah yang menunduk, Rossa tersenyum bahagia. Sebab Morgan sudah tahu semuanya, tanpa harus ia ceritakan ataupun memberi tahu bahwa wanita pertama suaminya adalah dirinya sendiri.


........


.......


...See you all, akan diusahakan up tiap hari lagi geng's..🤗Terima kasih banyak givnya, berkah selalu 😘...

__ADS_1


__ADS_2