Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Makan Malam


__ADS_3

๐Ÿ”ž AWAS KONTEN DEWASA!!!


Morgan yang di Cium oleh Rossa hanya mematung, Aliran darah nya melaju dari kepala sampai ujung kaki nya. Debar- debaran Jantung yang terus berdegup seperti lampu Disco tak henti- henti berirama sepanjang waktu, Sungguh Ia sangat menikmati suasana yang begitu Indah ini.


Rossa yang bertekat memulai Keintiman antara Ia dan Morgan mencoba membuka Bibir nya, Ia harus membuat Morgan puas atas tindakan nya saat ini. Demi perawatan ibu nya, Ia harus membuang Ego nya sendiri. "Aku sudah tahu sedikit dari nya tentang cera berciuman, Pasti Beruang Kutup ini sangat menyukai ini." Batin Rossa percaya diri.


Ia pun ******* bibir Morgan dari yang bawah, Ada rasa gelenyar yang merasuk keseluruh tubuh nya. Tangan nya yang menangkup pipi Morgan semakin erat. "Kenapa bibir nya terasa Manis?" Batin Rossa yang mengingin kan lebih rasa itu.


Rossa kembali ke bibir atas Morgan, Sungguh rasa sama saja. "Benar- benar manis! Apa Dia baru saja memakan permen atau gulali? Kenapa bibir nya sangat manis, Dan nafas nya begitu menggoda." Batin Rossa terus berbicara dalam hati nya.


Morgan merasa sangat Bahagia bercampur Kehangatan dalam hati ya, Ia tak menyangka kalau Rossa akan melakukan kewajiban nya sekarang. Tapi,? "Apakah ini benar Berciuman?" Batin Morgan bertanya, Karena Ia merasa aneh.


Rossa terus menghisap bibir Morgan tanpa jeda, Bahkan Morgan merasa sangat sulit bernafas, Dan meresa bibir nya seperti membesar kerena terus di hisap Rossa.


Morgan memegang bahu Rossa dengan kedua tangan nya, Dan mengguncang nya keras.


Rossa yang di guncang pun membuka mata nya perlahan, Karena masih menikmati bibir hangat Morgan. Rossa melihat orang di hadapan nya itu melotot kan mata nya tajam. Sontak saja Rossa melepas kan kegiatan nya itu. Dan bertanya- tanya? "Ada apa lagi dengan Beruang Kutup ini" Batin nya.


Morgan Langsung menutup mulut nya, Tanpa bicara sepetah kata pun pada Rossa.


"Ada apa Tuan? Apa Aku melakukan kesalahan lagi.?" Tanya Rossa yang masih merasa heran akan sikap Morgan saat ini.


Kruyuuk... suara perut.


"Kau!" Morgan menghentikan ucapan nya kala mendengar suara perut Rossa yang terdengar nyaring.


Rossa memegang perut nya, Karena sudah sangat begutu lapar. Ia hanya makan tadi pagi bersama Morgan, Dan lalu tertidur sampai malam kerena kelelahan. Apa lagi mereka berdua berendam dalam kolam sudah lumayan lama, Membuat perut Rossa terasa dingin dan kosong.

__ADS_1


"Sudah lah, Kau cepat selesai kan mandi mu. Kita akan makan malam setelah ini, Aku akan ke sana untuk membersih kan tubuh ku." Ucap Morgan menunjuk tempat kamar mandi transparan yang hanya di dindingi kaca blur itu.


Morgan pun beranjak dari kolam itu, Masih dengan menutup mulut nya. Rossa yang melihat itu hanya diam karena tidak tau harus apa lagi selain menuruti ucapan Suami, Yang Ia sebut Beruang Kutub itu.


Rossa yang melanjut kan aktivitas mandi nya, Dengan semua Aroma kesukaan nya itu berlalu sibuk sendiri. Sampai akhir nya Ia selesai, Dan bersiap memakai jubah mandi nya. Ia pun menengok ke arah tempat Morgan mandi tadi, Tapi tak ada siapa pun disana.


Rossa mengelilingi pandangan nya di ruangan itu, tapi memang tidak ada siapa pun selain diri nya sendiri saat ini. "Apa Beruang Kutup itu sudah selesai mandi? Kenapa aku tidak melihat nya keluar.?" Gumam Rossa, Merasa binggung.


Rossa pun keluar dari kamar mandi dengan mengguna kan jubah mandi nya, Mata nya membelalak melihat makanan yang tersaji di atas meja. "Omg .. Semua nya terlihat sangat enak." Batin nya. Ia menelan saliva nya dengan susah lalu mendekati makanan itu.


Rossa pun duduk di sofa, Dan ingin mengambil ayam goreng kesukaan nya itu. Tapi, Ia urung kan lagi karena melihat ada 2piring nasi di depan nya. Ia merasa tidak enak hati kalau terlebih dahulu makan tanpa menunggu Morgan.


"Kemana lagi Beruang Kutub itu?" Gumam Rossa. Ia pun melihat pintu menuju balkon terbuka, Dan melihat sosok Suami nya itu memunggungi nya.


Rossa tersenyum, Dan melangkah kan kaki nya menuju balkon. Dalam hati nya Ia ingin menaklukan Beruang Kutup nya itu, Agar tidak mencerai kan nya. Apa pun cara nya Ia harus membuat Morgan puas pada nya, Dan mempertahan kan pernikahan mereka "Apa yang tuan lakukan di sini? Ayo masuk, Kita makan bersama. Nanti makanan nya dingin, Jadi tidak enak." Ucap Rossa yang memeluk Morgan dari belakang.


"Apa kau mulai Jatuh Cinta pada ku?" Tanya Morgan yang masih membelakangi Rossa.


"Tentu saja belum! Bahkan Aku Mengenal mu saja tidak." Jawap Rossa mempererat pelukan nya sambil mencium Aroma maskulin Beruang Kutub nya itu.


"Kalau kau sudah Mengenal ku, Apa kau akan Mencintai ku.?"


"Aku tidak tau tuan, Apa kah Aku berhak Mencintai orang kaya seperti mu dalam kehidupan ku ini? Kau bahkan tau, Aku menikahi mu karena Uang! Apa yang kau harap kan dari ku yang hanya pencinta Uang ini." Lirih Rossa.


Deg.


Jantung Morgan Berdenyut, Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati nya. "Maka Aku akan memberikan banyak Uang untuk mu, Agar kau selalu mencintai Uang ku." Ucap Morgan membalikan tubuh nya menatap mata Rossa.

__ADS_1


Mata mereka berdua pun bertemu, Morgan menangkup kedua pipi Rossa. Dan kembali mengecup bibir Istri nya itu dengan lembut untuk sesaat.


Morgan melepas kan tangan nya di pipi Rossa dan memeluk nya erat.


"Tuan?"


"Hm?"


"Ada apa dengan bibir mu? Kenapa begitu bengkak.?" Tanya Rossa menahan tertawa, Karena melihat bibir Morgan yang bengkak.


Morgan pun melepas kan pelukan nya. "Oh, Ini karena Istri kecil ku ingin memakan ku. Karena terlalu bersemangat untuk melayani ku malam ini. Ia hampir saja membuat ku mati kesakitan, Kalau tidak ku hetikan maka bibir ku besok akan copot." Jawap Morgan, Yang membuat Rossa menghentikan tawa nya.


"Astaga!! Jadi karena ini Tuan menghentikan Ciuman ku tadi? Kenapa tidak bilang, Sakit tidak?" Tanya Rossa yang menyentuh bibir Morgan sambil meniup nya.


"Gadis Kecil ini, kenapa begitu polos." Batin Morgan tersenyum. Tangan nya terangkat mengelus rambut Rossa yang basah.


"Tidak sakit,! Kalau kau mencium nya lagi." Ucap Morgan menyeringai.


"Benarkah, Aku akan mencium nya agar tidak sakit." Jawap Rossa langsung Mencium lagi bibir Morgan. "Apa sudah berkurang sakit nya?" Tanya Rossa sambil meniup lagi bibir Morgan.


"Ppfs.. hahaha.. Sudah ko, Ayo kita makan. Nanti semua nya dingin, Kau harus makan yang banyak untuk melayani ku malam ini. Ucap Morgan di hela tawa nya.


Bersambung.


Kalau suka dengan cerita ini, Jangan lupa tinggal kan jejak yaa..Like, Komen, Favorit dan juga Hadiah+Vote nya buat Author, agar selalu semangat up tiap hari. ๐Ÿ˜…Terima kasih yang sudah suka..๐Ÿ˜โค


Rossa

__ADS_1


__ADS_2