
"Cepat lah sedikit!, kenapa kau sangat lambat?. Kau tidak lihat!, istriku kesakitan?" Bentak Morgan pada sahabatnya itu, yang tidak lain adalah dokter Gerry.
Dokter Gerry hanya menarik napas dan memutar matanya lelah, karena sedari ia datang tadi. Morgan selalu memarahinya tanpa sebab, sampai- sampai alat yang ingin ia cari didalam tasnya selalu salah ambil.
"Andai saja aku yang bossnya!, sudah kulenyapkan sahabatku yang satu ini!." batin dokter Gerry sambil mencibir.
"Kau mengutukku?." tanya Morgan lagi melihat sahabatnya itu mencibirnya.
"Mana mungkin aku berani mengutukmu? kau kan boss nya!." Jawab dokter Gerry mengangkat bahu pura- pura tidak tahu, ia pun meletakan stetoskop ketelinganya. Dan berjalan kearah Rossa yang berbaring meringkukkan tubuh nya kesamping, arah suaminya.
"Rossa.., bisakah kau berpaling kearahku?. Agar aku memeriksa dimana rasa sakit, dan tubuhmu." tanya dokter Gerry dengan ramahnya.
Yang dipanggil pun hanya menganggukan kepalanya, dengan perlahan melepaskan tangan suaminya yang sedari tadi menggenggam tangan nya erat.
"Tunggu!, kau- kau ingin memeriksa tubuhnya?" Tanya Morgan yang masih menggenggam dengan erat tangan Rossa, bahkan lebih erat dari yang tadi. Sampai- sampai Rossa meringis kesakitan, karena tangan nya ditahan oleh Morgan.
"Ya ampun.., kenapa perasaanku menjadi tidak nyaman?." batin dokter Gerry.
"Mau bagaimana lagi?, sudah tugasku memeriksa tubuh pasien yang sedang sakit." jawab dokter Gerry.
"Tidak!, aku tidak setuju kau yang memeriksanya. Cepat cari dokter wanita, dan suruh dia datang dalam 10 menit.!." bentak Morgan lagi.
"Baiklah, baiklah. Akan aku panggil mamaku saja, kebetulan dia seorang dokter kandungan. Karena Rossa sepertinya sedang datang bulan, mungkin mama bisa membatunya mengganti pakaian." jawab dokter Gerry dengan segera.
Dokter Gerry pun menghubungi mamanya, yang juga seorang dokter. Hanya saja beda jalur dari dirinya dan papanya, tapi masih dalam rumah sakit yang sama. Yaitu rumah sakit milik keluarga Lois, yang berdiri kokoh atas pengawasan dokter Martin saat ini.
.
.
__ADS_1
Sudah 20 menit berlalu, tapi mamanya Gerry belum juga sampai kevilla Morgan. Dokter Gerry yang tidak mau dimarahi lagi, memilih turun kelantai satu untuk menyambut mamanya datang. Dan segera membawanya keatas, ketika sudah tiba.
Morgan yang melihat istrinya itu terus berkeringat dingin, dan wajah yang pucat pasi. Hanya memberi semangat!, agar istrinya tetap sadar dan mendengarkan suaranya yang terus berbicara.
Betapa Morgan sangat takut saat ini, karena ia memang sangat trauma melihat darah. Padahal darah yang mengalir ditangan nya tadi hanya sedikit, tapi ia sangat ketakutan. Ia takut kalau kejadian yang menimpanya beberapa tahun yang lalu kembali lagi, kejadian yang membekas dalam hatinya.
.
...☘Flashback on☘...
.
Dulu disaat Morgan diculik ketika ia masih remaja, sekitar berumur 16 tahun. Ia disekap oleh beberapa perempuan yang tidak tahu apa motip penculikan nya, dirinya dikurung bersama seorang anak gadis yang masih dibawah umur. Anak gadis itu selalu dipukul, hingga membuat tubuhnya luka- luka dan mengeluarkan darah yang bercucuran.
Dan Morgan!, Morgan dilecehkan oleh perempuan- perempuan itu!. Mereka menyentuh dibagian- bagian sensitifnya, sambil menunjukan nya pada seorang anak gadis yang masih dibawah umur itu. Anak gadis itu menolak!, ia terus menutup matanya tidak mau melihat apa yang terjadi dihadapan nya. Dan pukulan demi pukulan pun anak gadis itu terima, sampai- sampai Morgan tidak tega melihatnya.
Tepat pada malam harinya, Morgan dan anak gadis itu berhasil diselamatkan. Mereka dibebaskan oleh Ayah anak gadis itu, yang mengelabui para perempuan itu hingga tertidur pulas. Dan berhasil membawa mereka kabur dari tempat itu, dengan selamat.
Tapi sebelum mereka tabrakan, ayah anak gadis itu menekan pengaman untuk Morgan. Agar tidak terbentur apapun saat mobil mengalami guncangan, sedang kan ayah anak gadis itu sendiri tidak sempat menekan pengaman untuk dirinya sendiri. Dan akhirnya tewas ditempat, dan mengeluarkan banyak darah. Morgan menyaksikan nya sendiri wajah Ayah anak gadis itu yang berlumuran darah dihadapan nya, sampai akhirnya Morgan pingsan karena syok.
Setelah Morgan sadar dari pingsannya, ia sudah berada diluar negeri. Dan sedikit demi sedikit melupakan semua yang terjadi padanya, dan ayah anak gadis itu karena terapy.
.
...☘Flashback off☘...
.
Setelah suara mobil itu tiba didepan villa, dokter Gerry dan Asisten Jo pun keluar menyambut kedatangan orang tersebut. Yang tidak lain adalah, mamanya dokter Gerry beserta papanya.
__ADS_1
Kini sudah 37 menit telah berlalu, setelah dokter Gerry ingin menangani Rossa tadi. Tapi Morgan dengan bentakannya, melarang dokter Gerry untuk menyentuh tubuh istrinya. Hingga akhirnya menunggu seperti ini, karena villa yang Morgan tempati memang jauh dari perkotaan. Sehingga memakan waktu, untuk segera sampai.
"Pa.., ma.. Ayo cepat naik, Rossa sudah sangat kesakitan dari tadi." ucap dokter Gerry.
"Loh, bukan nya kamu ada disini dari tadi? Kenapa kamu tidak memberikan nya obat pereda nyeri, sebelum kami datang.?" tanya dokter Martin pada putranya.
"Haiiss.., ceritanya aneh pa!?. Morgan melarang ku untuk menyetuh Rossa, padahalkan aku hanya ingin memeriksa istrinya dan aku juga seorang dokter." ujar dokter Gerry.
Dokter Martin mengerutkan keningnya mendengar cerita dari putranya itu, ia merasa ada sesuatu yang berbeda antara Morgan Rossa saat ini.
Dengan berbicara sambil berjalan menaiki anak tangga di villa itu, kini mereka sudah sampai di sebuah kamar yang sangat besar dan mewah.
"Tuan muda, nyonya Jane dan tuan Martin sudah datang." ucap Jo.
Morgan pun beranjak dari duduknya diatas tempat tidur, lalu melepaskan tangan istrinya dengan perlahan.
"Paman, bibi. Tolong periksa istriku, dia- dia sangat kesakitan." ucap Morgan dengan matanya yang memerah.
Semua orang yang ada dihadapan nya pun terkejut, melihat Morgan seperti tengah menangis.
Dokter Martin dan istrinya saling berpandangan, dan begitu pula dengan dokter Gerry dan Jo saat ini.
"Baik tuan muda, saya akan memeriksanya." ucap dokter Jane lembut sambil tersenyum. Dokter Jane pun mengeluarkan stetoskopnya dari dalam tas yang ia bawa, lalu menuju kearah Rossa yang masih meringkuk seperti bayi menahan perutnya yang masih sakit.
Dokter Jane pun melakukan pemeriksaan dengan tenang, meski pun ada sesuatu yang mengganjal dihatinya saat ini.
Melihat pemeriksaan yang mulai membuka baju piyama istrinya itu, Morgan membawa semua kaum adam itu keluar dari kamarnya. Karena ia tidak mau, tubuh istrinya yang penuh dengan jejaknya dilihat banyak orang.
.......
__ADS_1
.......
...Perjalanan cinta, baru dimulai..😍😍...