
"Kenapa aku merasa baik-baik saja dengan Gadis ini, apakah penyakit ku sudah sembuh?" batin Morgan yang masih memperhatikan Seorang Gadis di hadapan nya itu.
"Gadis ini terlihat pintar dan juga tenang kala berbicara, tidak seperti Gadis lain yang pura-pura malu tapi mau berbicara lebih padaku.
Yang paling mengejutkan ku, Gadis itu. Terang-terangan mengutarakan pemikiran nya."
"Aku semakin tertarik pada nya, aku mencoba mencari celah agar bisa mendapatkan Nomor telepon nya. Tapi sayang, ia terlalu pintar untuk di kecoh."
Sebenar nya tidak sulit bagi Morgan untuk mencari informasi, tentang Gadis di hadapan nya itu. Tapi ia sangat suka melihat Gaya bicara Gadis itu yang terang-terangan pada nya.
"Baru kali ini, aku merasa nyaman bersentuhan pada Seorang Wanita. Apakah aku harus mengejar nya? Tapi aku masih sangat menyayangi Vania Bella." batin Morgan.
Sampai akhir nya, Aku hanya memberikan Kartu Namaku pada Gadis itu! Dan berlalu pergi.
Ku harap kita akan bertemu lagi Gadis Kecil. Gumam Morgan yang menoleh kembali kebelakang, melihat punggung Gadis itu menjauh dari nya.
Tapi ...! tak disangka, Aku kebali bertemu dengan nya di Acara Kampus Malam itu, Gadis Kecil itu terlihat kacau. Riasan wajah nya terlihat berantakan, Aku merasa sedikit lucu saat melihat nya. Tapi karena Acara Malam itu adalah Acara penyambutan ku dan Hari Pertunangan Alvan keponakan ku. Aku tak punya banyak waktu untuk berbicara lebih lama pada nya, Aku berniat akan mencarinya setelah Acara Utama Penyambutan ku selesai. Tapi lagi-lagi keinginan ku untuk mencari nya harus kulupakan, karena malam itu papa memintaku untuk makan malam bersama keluarga besar ku.
Flashback off.
Hujan gerimis mulai berjatuhan pada malam hari ... Terlihat dua insan itu masih terlelap dalam tidur.
Rossa yang merasa tubuh nya ditindih oleh Sesuatu, mencoba membuka matanya. Ketika mata nya terbuka sedikit, Ia melihat langit-langit seperti bercahaya terang. Seperti Lampu yang lagi Ngetren di Iklan. batin Rossa yang masih belum sadar sepenuh nya.
Rossa menyentuh area perut nya yang terasa sangat berat, "Seperti Tangan seseorang?" gumam nya.
Ia pun mengangkat kepalanya, untuk melihat sesuatu yang terasa berat di atas perut nya itu. Mata Rossa membelalak, kala melihat tangan kekar nan besar itu melingkar di pinggang nya.
Rossa refleks menutup mulut nya karena ingin berteriak. Ia menoleh kesamping untuk melihat siapa pemilik tangan itu.
__ADS_1
Betapa terkejut nya Rossa, melihat wajah Morgan yang begitu dekat pada nya.
Hembusan nafas Morgan yang hangat menerpa wajah nya, membuat wajah Rossa seketika memanas. "Ya tuhan, kenapa wajah nya terlihat lebih tampan sekali pas dilihat dari dekat begini." batin Rossa.
Rossa mengingat kembali, terakhir ia ada didalam mobil bersama Morgan menuju Villa nya. "Kenapa aku malah berada disini?" gumam Rossa dalam hatinya.
Ia melihat ke sekeliling nya, mata Rossa di buat takjup oleh pemandangan ruangan yang begitu terlihat mewah dan megah. "Apakah ini kamar tidur?" batin Rossa bertanya-tanya.
Baru pertama kali ia melihat Kamar Tidur yang sangat mewah dan semegah ini, bahkan di tempat Sahabat nya Silla yang orang kaya saja tidak seperti ini. Betapa Rossa sangat mengagumi tempat ini, bahkah ia tak sadar memiringkan tubuh nya membelakangi Morgan yang masih memeluk pinggang nya.
Morgan merasa ada pergerakan dipelukan nya, ia membuka matanya dan terlihat Istri kecil nya yang sudah bangun.
Bibir Morgan melengkung ke atas, entah kenapa ia merasa sudah sangat dekat dan terbiasa dengan Istri kecil nya itu. Padahal baru saja bertemu tadi pagi, tapi ia merasa sangat akrab dengan sentuhan nya pada Rossa.
"Kau sudah bangun?" bisik Morgan pada telinga Rossa, dan menarik pinggang Istri nya itu agar lebih dekat dengan nya.
Seketika Rossa merasa sekujur tubuh nya merinding, karena hembusan nafas Morgan yang sangat dekat ditelinga nya.
Bahkan dengan Alvan, kekasih nya selama 3 tahun berpacaran saja Rossa tak pernah sedekat ini. Rossa dan Alvan hanya pegangan tangan, dan terakhir bertemu beberapa hari lalu mereka berpelukan. Untuk yang pertama dan yang terakhir bagi Rossa.
"Kenapa tubuh mu bergetar" goda Morgan pada Istri kecil nya, ia sengaja meng-gigit telinga Rossa dan meniup nya.
"A-a aku tidak apa-apa tuan." jawap Rossa dengan suara yang sedikit bergetar.
"Oh ya? Kurasa kau harus dihukum, karena berani-berani nya meninggal kan ku tidur terlalu lama sampai malam begini." ucap Morgan yang langsung beranjak dan berada di atas tubuh Rossa.
Tubuh dan tangan Rossa sengaja Morgan Kunci agar tidak melawan nya, tapi Rossa memang tidak ingin melawan. Seperti orang yang yang sedang pasrah pada suami nya itu.
Morgan mendekat kan wajah nya kepada wajah Rossa, semakin dekat dan dekat. Cup, bibir itu bertemu.
__ADS_1
Rossa membelalakan mata nya, merasakan sesuatu yang kenyal itu menghisap bibir nya.
Bahkan ia menahan nafas nya karena tegang, merasakan sesuatu yang menjalar dan menggelitiki ditubuh nya.
Perasaan yang baru pertama kali ia rasakan, membuat perut nya terasa ada kupu-kupu yang berterbangan.
Morgan sangat menikmati sesuatu yang kenyal itu, Jujur saja ia baru pertama kali melakukan hal ini. Dan ini kedua kali nya, setelah ia melakukan nya pada Rossa disaat tidur sore tadi.
Karena tidak mendapatkan respon dari Rossa, morgan pun meng-gigit bibir bawah Rossa dengan sengaja.
"Aaw.." desis Rossa.
Morgan pun tertawa dalam hati nya, dan menghentikan aktivitas yang menbuat nya candu akan bibir Istri kecil nya itu.
"Kau kenapa, hm?" tanya Morgan sengaja di depan wajah Rossa.
"Kau meng-gigit bibir ku tuan." jawap Rossa malu-malu.
"Benar kah? tapi aku hanya mencium bibir mu, dan menghisap nya sedikit." bisik Morgan kembali ditelinga Rossa.
"Tu tuan muda! Bisa kah kau hentikan dulu?" lirih Rossa yang begitu dekat dengan telinga Morgan, sehingga nafas Rossa berhembus di sekitar telinga nya.
Morgan merasakan sesuatu di tubuh bagian bawah nya mulai menegang, padahal ia hanya ingin mengerjai Istri Kecil nya itu.
Tapi tak di sangka, malah ia sendiri yang terkena dampak nya. "Uhh Morgan!! kenapa kau selalu tidak bisa mengontrol nya, bila berhadapan dengan Gadis Kecil ini?" batin Morgan merasa kalah oleh pesona Istri Kecil nya itu.
Karena sudah merasa canggung, Morgan pun memilih melepaskan cengkraman nya di tangan Rossa. Dan menidih tubuh Rossa untuk memeluk nya erat.
Rossa yang tadi nya merasa senang, karena di lepaskan tangan nya oleh Morgan Kini semakin terkejut. Karena dipeluk erat oleh Morgan.
__ADS_1
Bersambung.