
"Aku mau kau mengucapkan kata-kata ini setiap hari, dan di setiap waktu!. Panggil aku 'suamiku sayang' heem?." Ucap Morgan dengan lembutnya, dengan senyuman yang lagi-lagi membuat dada Rossa kembali berdebar.
Tangan Rossa yang tadinya berada dikedua pipi Morgan ia lepaskan, dan langsung menundukan kepalanya. Karena menahan debaran dadanya, yang masih bergemuruh bagaikan petir menyambar bumi disiang hari.
"Kenapa dia masih sangat tampan? ya ampun dadaku rasanya mau meledak saja!." Batin Rossa, wajahnya terasa panas. Rossa tau kalau dirinya saat ini pasti terlihat aneh dimata Morgan, tapi rasa ini tidak dapat ia sembunyikan.
Entah ini rasa cintanya pada Morgan atau apa? tapi yang jelas!. Setiap kali suaminya itu berkata-kata lembut padanya, dada Rossa pasti berdebar. Bagaikan gadis remaja yang baru pertama kali mengenal cinta, itulah yang Rossa rasakan saat ini.
Kata orang cinta diwaktu muda itu sangat megebu, tapi yang Rossa rasakan saat ini diusianya yang sudah menginjak 20 tahun.
Mungkin karena keduanya sangat jarang berkomunikasi, dan keterbatasan jarak antara mereka diwaktu awal menikah. Membuat mereka berdua semakin saling membutuhkan, dan perasaan mereka masih sangat murni. Layaknya seperti pengantin baru, yang masih ingin selalu bersama untuk memadu kasih.
.
Morgan malah sebaliknya tertawa, karena melihat wajah istrinya memerah dihadapannya.
"Kau kenapa sayang? kenapa wajahmu lagi-lagi memerah seperti ini heem?.. Kau terlihat sangat imut seperti ini sayang, coba angkat wajahmu!. Aku ingin melihatnya, apa yang membuatmu seperti ini?. Aku malah semakin bersemangat untuk melakukan sesuatu pagi ini, apa lagi melihat wajahmu yang seperti ini sangat imut sayang!." Ucap Morgan dengan nada lembutnya, dan menangkup kedua pipi chubby istrinya untuk melakukan ciuman dipagi hari.
Belum sempat sampai bibir itu bertemu, Rossa sudah mendorong dada suaminya dan memalingkan wajahnya kesamping.
"Suamiku sayang, lebih baik kita makan dulu!. Nanti makanannya dingin jadi tidak enak, dan susunya kalau sudah dingin juga tidak enak!." Ucap Rossa sebagai alasan, agar menghindari tatapan suaminya itu yang kini terlihat menahan diri ingin segera menciumnya.
"Haah, baiklah.. Sekarang waktunya kita makan, karena ini sudah cukup kesiangan untuk sarapan." Ucap Morgan dengan nada pasrah.
Dan kini mereka berdua makan 1 piring berdua diatas tempat tidur, karena Morgan sama sekali melarang istrinya untuk turun sebelum makan.
"Sayang, setelah ini kau bersihkan dirimu. Dan kita turun kebawah untuk makan siang bersama, apa kau ingin jalan-jalan setelah makan siang!?." Tanya Morgan pada istrinya, yang masih mengunyah makanannya didalam mulutnya.
"Hmm, jalan-jalan?. Aku mau, aku mau.. Kita mau jalan-jalan kemana, aku akan membersihkan diriku dengan cepat setelah ini." Ucap Rossa semangat, karena selama ini dirinya selalu berada dirumah sakit untuk menemani suaminya itu Morgan Lois.
__ADS_1
"Apa saja yang kau inginkan sayang?, aku akan terus mendukungmu. Ayo habiskan makanannya kalau masih lapar." Ucap Morgan, karena dirinya akan melakukan apa pun demi istrinya ini.
"Okey sayang, terima kasih.. Karena kamu sudah membuat nasi goreng yang sangat enak ini, nanti aku juga mau nasi goreng seperti ini ya.." Ucap Rossa masih bersemangat, karena menurutnya nasi goreng yang kini ia makan sangat enak.
Sampai-sampai Morgan yang sedari tadi menyuapi istrinya itu, belum memakan sedikitpun nasi goreng yang ia buatkan.
Membuat Morgan semakin penasaran, seberapa enaknya nasi goreng yang ia buatkan itu. Sampai istrinya mau lagi memakannya, dan memesan agar dibuatkan.
"Apa nasi gorengnya seenak itu? Tanya Morgan, penasaran.
"Hmm."
"Enak banget!." Jawab Rossa sambil membersikan mulutnya selesai makan.
"Aku sudah sangat lama tidak pernah memasak lagi, dan ini kedua kalinya aku memasakan nasi goreng yang sama untukmu." Jawab Morgan dengan senyumannya, yang membuat Rossa bingung dan menunjuk wajahnya sendiri.
"Ceritanya panjang, tapi yang jelas. Kau sangat menyukai nasi goreng ini setiap hari, dan aku akan membuatkan nya untukmu setiap hari!." Jawab Morgan kembali tersenyum, karena dalam hati Morgan sedikit merasa bersalah. Kalau harus menceritakan apa yang terjadi dimasa lalunya kepada Rossa.
Karena dibalik dirinya hidup saat ini, ada kematian untuk orang lain. Yaitu Ayahnya Rossa, yang membawanya pulang saat itu kerumahnya.
Selama Morgan sadar dirumah sakit waktu itu, semua yang ia lewatkan beberapa bulan yang lalu sudah Asisten Jo dan dokter Gerry ceritakan padanya.
Termasuk surat dari Ibu mertuanya sebelum meninggal, yang pernah Rommi sampaikan kepada Asisten Jo.
Morgan tidak tahu harus bagaimana menghadapi istrinya kelak, kalau dirinya menceritakan semua isi surat itu kepada Rossa.
Karena isi surat titipan Ibu mertuanya itu adalah cerita, tentang dirinya dan Rossa yang pernah diculik saat Morgan memasuki usia remaja.
Dan Rossa saat itu masih berusia sangat muda darinya, tapi yang membuat Morgan semakin bingung adalah.. Bagaimana menyampaikan semua itu kepada istrinya? karena yang Morgan tau orang yang paling terpukul saat itu adalah Rossa istrinya sendiri.
__ADS_1
Dan Ayahnya Rossa meninggal karena menyelamatkan Morgan, dari kejeran orang yang ingin menculiknya kembali.
Yang lebih membuat Morgan merasa sangat bersalah adalah, waktu itu dirinya sendiri tidak sadarkan diri. Dan masalah kecelakaan itu ditutup begitu saja, tanpa ada pembelaan dari keluarganya sekalipun.
Karena itu juga Rossa menjadi sosok yang lain, setelah ayahnya meninggal. Dan mengalami trauma psikologis, yang harus dirawat dengan biaya pengobatan yang mahal sampai Ibunya harus menjual semua aset yang mereka miliki.
Dan akhirnya harus tinggal dirumah kontrakan yang sangat kecil, karena tidak lagi memiliki apa pun. Untuk mengobati trauma psikologis Rossa, sampai ia sembuh.
Begitu banyak yang ingin Morgan lakukan setelah tau semuanya, tapi ia juga tidak ingin meninggalkan istrinya sendiri.
Karena menurut informasi yang Asisten Jo katakan padanya, saat itu yang menutup kasus mengenai kecelakaan Ayahnya Rossa meninggal adalah orang tuanya sendiri! Yang tidak lain adalah Ferino Lois, orang yang paling berpengaruh dinegara A.
Dan orang yang ingin menculiknya kembali adalah suruhan kakaknya sendiri, yang menurut informasi dari surat titipan Ibunya Rossa adalah Miranda mamanya Alvan.
Sebenarnya Morgan sangat bingung dengan cerita ini, disatu sisi dirinya diculik oleh kakaknya sendiri.
Dan disisi lain orang tuanya sudah tau, tapi malah menutupi semua itu agar tidak diadili.
Tapi, bagaimana dengan keluarga Rossa? Yang sudah menolongnya, bahkan Ayah Rossa sendiri harus kehilangan nyawanya demi Morgan!. Tapi keluarga Morgan malah menutupi semua kasus itu begitu saja, dan.. Ada satu hal lagi yang membuat Morgan harus menerima kenyataan, bahwa dirinya bukanlah satu-satunya anak laki-laki dikeluarganya.
Karena, ia memiliki sodara lain satu ayah dengannya. Yang sampai saat ini masih orang tuanya tutupi, dan tidak pernah sekalipun mereka menceritakan tentang kisah itu dalam keluarga Lois!.
.
...☘☘☘...
.
...See you all 🤗....
__ADS_1