
"Kenapa paman Martin begitu serius, apa ini bersangkutan dengan keadaan ibu?." batin Rossa menerka- nerka.
"Aku pilih kabar buruknya saja dulu paman, walaupun kabarnya tidak bisa membuatku bahagia. Tapi masih ada kabar baik yang akan setia menunggu ku, untuk bahagia." jawab Rossa dengan mantapnya.
Dokter martin menarik napasnya dalam, dan membuangnya kembali.
"Kau itu sangat mirip dengan ibumu, entah dari sikap sampai rupa juga sama persis." ucap dokter martin menatap Rossa.
"Aku jadi penasaran, sebenarnya sedekat apa hubungan Ibu dengan paman Martin?. Kenapa terdengar begitu akrab, dan sangat dekat?." pikir Rossa mengerutkan keningnya.
Dokter Martin terkekeh, melihat kening Rossa yang terangkat. Ia tau, Rossa pasti memikirkan hubungan apa yang ia miliki dengan Ibunya.
"Lihat, dari caramu berpikir saja aku sudah tau apa yang kau katakan dalam hatimu. Kau itu seperti duplikat Ibumu saja, kalau sedang berpikir pasti mengerutkan keningnya." ujar dokter Martin masih terkekeh melihat wajah Rossa saat ini.
"Aku tau, kau pasti bertanya. Bagaimana hubunganku dengan ibumu, dan sedekat apa sebenarnya hubungan kami. Semua itu belum saat nya kau mengetahuinya, sebab aku ini sangat setia kawan." ujar dokter Martin lagi.
"Ehemp, baiklah. Kita kembali keintinya yang tadi, kabar buruknya adalah. Sebentar.., apa kau sudah tau? kalau tuan muda Morgan akan berangkat keluar negeri selama satu bulan?." tanya dokter Martin menatap wajah Rossa serius.
"Hm.., asisten nya tadi memberitahuku." jawab Rossa.
"Lalu?." tanya dokter Martin lagi, menunggu kelanjutan jawaban Rossa.
"Asisten nya berkata hanya pergi untuk urusan bisnis, tidak ada yang lain." jawap Rossa mengangkat kedua tangan dan bahunya bersamaan.
"Baiklah, sebaiknya paman katakan yang sebenarnya padamu. Agar kau bersiap- siap, kalau masanya telah tiba nanti. Satu jam yang lalu seorang teman paman dari luar negeri menghubungi dan memberi kabar, kalau mereka berhasil menemukan obat yang bisa menyembuhkan tuan muda Morgan dari penyakit yang dia derita sekarang. Sebab itulah mereka meminta tuan muda Morgan kesana untuk therapy, karena mereka masih dalam masa percobaan. Sebenarnya tuan muda Morgan meminta mereka untuk datang kemari, tapi karena alat yang mereka gunakan hanya ada satu dan masih dalam masa penyempurnaan. Tuan muda yang harus pergi kesana, dan kalau semua alatnya sudah sempurna maka akan dibawa kerumah sakit ini." ucap dokter Martin menberi tahu Rossa.
Rossa hanya menganggukan kepalanya saja berulang kali, mendengar penjelasan dokter Martin padanya.
"Kenapa kau malah menganggukan kepalamu saja, Rossa?." tanya dokter Martin yang tidak mengerti, apakah Rossa paham atau tidak yang ia jelaskan.
"Bukankah itu bagus paman?." ucap Rossa malah kembali bertanya.
"Apa maksudmu dengan bagus?." tanya dokter Martin semakin bingung dengan pemikiran Rossa.
"Yaa.., bukankan itu bagus kalau tuan muda Morgan cepat sembuh dan tidak tersiksa lagi setiap malam?." jawab Rossa. Sambil membenarkan duduknya memeluk diri.
Karena Rossa pernah membaca tentang seorang pria menahan Ereks* nya, itu sangat sakit. Bahkan bisa menyebabkan pembengkakan pada kemalu*n nya, dan menjadi kanker prostat yang bisa juga menyebabkan mandul.
__ADS_1
"Apa kau tidak berpikir, kalau pernikahan kalian juga akan cepat berakhir?." tanya dokter Martin lagi sambil bersandar dikursinya melihat respon Rossa.
Deg..
Jantung Rossa berdegup dengan mata yang membelalak, ia baru sadar. Kalau inilah yang dokter Martin katakan kabar buruk!, karena menyangkut pernikahan kontraknya dan juga biayaya pengobatan Ibunya.
Rossa terdiam, ia tidak tau harus menjawap apa?. Disatu sisi ia sangat khawatir pada suaminya itu, walaupun hanya pernikahan kontrak. Tapi ia merasa Morgan sangat baik padanya, dan merasakan kenyamanan walau pun baru beberapa hari mereka bersama.
"Rossa, kau masih punya kesempatan. karena pengobatan nya berlangsung 3 bulan, kau masih bisa mencari pekerjaan lain selama kau belum bercerai dengan tuan muda.!" ucap dokter Martin memberi semangat.
"Hm.." jawab Rossa menundukan kepalanya.
"Jangan berkecil hati, kau adalah mahasiswi pintar. Kau pasti akan mendapatkan pekerjaan yang bagus, dan masalah biayaya pengobatan Ibumu. Aku bisa membantu selama kau masih mengumpulkan uangnya, sekarang masih belum ada kepastian. Oh ya, sekarang adalah kabar baiknya.!" ucap dokter Martin tersenyum pada Rossa.
"Apa kau mau dengar sekarang kabar baiknya?" tanya dokter Martin lagi.
"Aku bahkan sudah tidak sabar, ingin tau." jawab Rossa yang juga tersenyum pada dokter Martin.
"Kabar baiknya, kami sudah mendapatkan donor jantung yang cocok untuk Ibumu. Hanya saja, anaknya meminta imbalan." ucap dokter Martin.
"Aku akan menyetujuinya paman, berapapun orang itu meminta! akan aku berikan. Asalkan Ibu kembali sehat seperti semula, dan bisa kembali pada kami." jawab Rossa dengan antusias.
.
Setelah selesai melihat semua berkas yang dokter Martin berikan padanya, Rossa pun undur diri dari ruangan itu dan kembali kerungan ibunya.
"Kenapa kau sangat lama?, aku bahkan sudah kelaparan menunggumu dari tadi." ucap Silla yang baru melihat Rossa masuk kedalam ruangan.
"Maaf Sill, tapi aku sangat senang sekarang." jawap Rossa langsung memeluk sahabatnya itu.
Silla merasa heran dengan Rossa, tidak biasanya sahabatnya itu bertingkah seperti ini padanya.
"Memangnya kau senang kenapa?" tanya Silla penasaran.
"Paman Martin sudah menemukan pendonor jantung untuk ibuku, dan dalam satu minggu lagi akan melakukan operasi!." jawap Rossa melepaskan pelukan nya.
"Benarkah? aah.. aku juga turut senang mendengarnya. Semoga operasi nya berjalan lancar, dan bibi kembali sehat seperti semula." ucap Silla yang kembali memeluk Rossa.
__ADS_1
"Hemp.., tentu. Ibu pasti akan sehat seperti sebelumnya, bahkan lebih sehat lagi." sahut Rossa sangat senang.
"Kalau begitu, ayo aku traktir makan kerang hari ini." ucap Silla melepaskan pelukan mereka.
"Dengan senang hati." jawap Rossa terkekeh, karena terlalu senang.
Rossa pun mendekati ranjang Ibunya.
"Ibu.., Sasa pergi dulu ya. Lain kali aku akan berkujung lagi, nanti kalau ibu sudah sembuh. Ibu bisa juga, meminta Nona muda Silla ini meneraktir kita makan kerang yang banyak. Benar tidak, nona..?" tanya Rossa pada silla.
"Tentu saja, aku bahkan meneraktir kalian 3 hari 3malam, untuk makan kerang kalau bibi nanti sudah sembuh." jawab Silla yang juga antusias.
Rossa pun mencium kening Ibunya, dan keluar dari ruangan itu untuk mencari tempat makan yang ia dan Silla bicarakan tadi.
.
...☘Disisi lain☘...
.
Morgan kini sudah memasuki jet pribadinya, bersama dokter Gerry dan juga asisten nya Jo.
Disepanjang perjalanan, Morgan hanya diam. Tak ada suara yang ia keluarkan dari mulutnya, bahkan saat makan pun. Morgan yang selalu pemilih dengan semua makanan dan juga minuman ketika di pesawat, kini tidak mempermasalahkan nya. Karena yang ada dipikiran nya, hanya ada Rossa istrinya.
Dokter Gerry dan asisten nya Jo begitu binggung, melihat kediaman dan juga prilaku Morgan yang seperti tidak sadar akan semua yang ia lakukan saat ini.
Karena makanan yang ia makan saat ini adalah milik dokter Gerry, yaitu burger, ayam goreng, kentang goreng dan juga minuman bersoda. Makanan dan juga minuman itu, memang sengaja dokter Gerry pesan untuknya seorang. Sebab Morgan hanya memakan Steik daging sapi, dan juga anggur merah.
Kedua orang disamping Morgan hanya saling berpandangan, karena tidak berani berkomentar apapun melihat yang ada dihadapan mereka saat ini. Morgan kadang- kadang tersenyum, dalam diamnya. Kadang- kadang juga terkekeh sendiri seperti geli akan sesuatu yang ada dalam benaknya.
Morgan pun sudah selesai makan, tapi kedua orang dihadapan nya masih melihatnya dengan tercengang!.
Morgan yang menyapu bibirnya sambil tersenyum dengan tisu, tidak sengaja melihat kedua orang itu menatapnya dengan mulut terbuka.
"Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Morgan heran. Pada dokter Gerry dan Jo dihadapan nya.
.......
__ADS_1
.......
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa😍 Like, komen dan favorit agar tau up selanjutnya. Terima kasih sudah mampir..😘