Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Datanglah.


__ADS_3

"Kalau fotoku bersama Morgan dirumah sakit negara ini memang benar, saat itu kami berdua berpelukkan disebuah taman. Karena Morgan menceritakan tentang istrinya, aku mencoba menghiburnya agar tetap semangat. Dan waktu itu aku juga bersama Leon, tapi entah kenapa hanya fotoku dan Morgan saja yang diterbitkan. Dan saat itu kau juga tahu, aku dan Leon sudah bertunangan." Ucap Vania Bella menjelaskan pada Jack, kalau semua yang ada dimedia sosial itu hanyalah tipuan semata, agar Morgan cepat melepaskan jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO).


"Aku berpikir juga begitu, hanya saja.. Kenapa Morgan selama ini diam saja, kenapa dia tidak cepat- cepat membereskan persoalan ini. Kau tahu, kalau Morgan dan Rossa istrinya tidak tinggal bersama setelah dia pulang dari sini setelah berobat!. Bahkan Rossa juga berkerja disebuah perusahaan kecil, walaupun aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Tapi sepertinya Rossa sangat menginginkan perpisahan antara dirinya dan Morgan. Jika seandainya itu memang terjadi antara mereka berdua, aku sangat ingin disamping Rossa. Meskipun anak yang Rossa kandung adalah anaknya Morgan, aku siap menjadi ayah sambung mereka nanti." Ucap Jack, yang kini memainkan sendoknya didalam gelas berisi kopinya.


"Kau gila Jack! kau pikir Morgan mau melepaskan kan istrinya? Sudahlah,.. seperti tidak ada wanita lain saja. Apa lagi saat ini Rossa sedang mengandung anak Morgan, mana mungkin dia melepaskan Rossa. Aku sangat mengenalinya, Morgan bukan seorang pria yang tidak bertanggung jawab." Pekik Vania Bella, dengan suara yang lumayan nyaring.


"Aku tahu, hanya saja Morgan dan Rossa seperti orang asing. Mereka suami istri, tapi tidak tahu apapun masalah pribadi masing-masing. Dan Rossa juga seperti memiliki masalah, yang tidak ingin orang lain tahu tentang keadaannya. Apalagi aku mendapatkan informasi kalau Alvan dan Rossa dulunya adalah pasangan kekasih. Hanya karena Alvan dijodohkan, hubungan mereka menjadi terputus. Tapi anehnya lagi, kenapa setelah putus dengan Alvan Rossa malah menikah dengan Morgan. Apa menurutmu, ada sesuatu yang membuat keduanya tidak bisa bersatu?" Tanya Jack, pada calon kakak iparnya itu.


Vania Bella terdiam untuk sesaat, dirinya bingung mencerna ucapan Jack padanya. Ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan Rossa, istri temannya sendiri atau bisa dikatakan mantan kekasihnya dulu. Tapi setelah bertemu kembali dengan Morgan, Vania Bella sudah memiliki tunangan. Dan Morgan sendiri sudah memiliki istri yang mungkin sangat Morgan cintai menurut Vania Bella, karena disaat Vania Bella bertemu dengan Morgan. Mereka berdua sudah tidak punya ketertarikan lagi, Jack sudah melupakan masa lalu begitu juga VaniaBella. Dan pelukkan mereka berdua saat itu juga hanya antara teman saja, yang sempat tersebar dimedia adalah Vania Bella memberikan semangat untuk Morgan mengejar cintanya. Mengejar Rossa istrinya saat ini, karena saat itu Morgan masih bingung dengan perasaannya.


"Morgan pernah bercerita padaku,kalau sebelum dia menikahi Rossa. Dia pernah memperkosa seorang gadis, dan gadis itu tidak pernah lagi muncul dihadapannya. Morgan takut kalau suatu hari nanti gadis itu malah datang dan membawa seorang anak, karena saat itu Morgan benar- benar tidak tahu siapa gadis itu. Dan jaga Morgan tidak mau membahas mengenai masalah itu, karena dia takut Rossa akan membencinya. Yang tahu siapa gadis itu hanya Asisten Jo dan Gerry, karena kudengar mereka berdua mengikuti gadis itu pulang sampai kerumahnya." Ucap Vania Bella, menjelaskan secara terperinci pada Jack.


Deg!


Jantung Jack berdegup kencang, saat mendengar kalau kejadian malam itu ada yang mengetahuinya. Bahwa gadis yang Morgan perkosa itu adalah Rossa, istrinya sendiri.


"Lalu! kenapa Morgan tidak mencari gadis itu? Dan sampai sekarang bukankah sudah lumayan lama, dan kenapa Asisten Jo dan Gerry tidak membawa gadis itu kehadapan Morgan." Ucap Jack sedikit cangung, karena ia sangat tahu kalau gadis itu adalah Rossa.

__ADS_1


"Itu dia masalahnya, Morgan tidak mau Rossa kecewa!. Seandainya gadis itu malah mempunyai keturunan dari Morgan, apakah Rossa mau menjadi Ibu dari anak Morgan? Karena kata Morgan, Rossa itu hatinya sangat dingin!. Morgan selalu mengucapkan kata cinta pada Rossa, tapi Rossa istrinya itu seperti tidak merespon sama sekali!. Dulu Morgan kira istrinya itu pencinta uang, tapi setelah tahu kebenarannya. Kalau Rossa sedang butuh uang untuk membayar biaya pengobatan Ibunya yang koma, Morgan sangat menyesal!. Bahkan dia sangat stres memikirkan perbuatannya yang telah lalu kepada Rossa, dan Morgan sadar kalau dirinya telah benar-benar jatuh cinta pada istrinya itu. Aku juga sedikit terharu akan perjuangan Rossa, karena pernikahan mereka awalnya hanya sebuah kontrak!. Tapi ada yang lebih seru lagi yang membuat aku yakin kalau Rossa dan Morgan tidak terpisahkan!, apa kau mu tahu?." Tanya Vania Bella pada Jack, yang tadinya bercerita mellow kini malah semakin bersemangat.


"Jadi, pernikahan Morgan dan Rossa hanyalah kontrak? Dan apa mungkin kalau Rossa juga tidak tahu, kalau laki-laki malam itu adalah Morgan? Demi tuhan! apa ini kesempatanku sudah berakhir." Batin Jack, yang terus berkecamuk dalam benaknya hanyalah ingin memiliki Rossa seutuhnya.


Apakah dirinya harus mengakhiri persahabatannya dengan Morgan? karena dirinya telah mencintai istri sahabatnya sendiri. Dan itu adalah cinta pertamanya, karena Jack belum pernah sama sekali merasakan perasaan yang sehebat ini pada wanita.


...☘☘☘...


Disisi lain.


"Apa wanita itu benar Vania Bella? apa yang dia katakan benar!. Kalau dirinya dan Morgan bukanlah pasangan kekasih yang sesungguhnya, lalu untuk apa Morgan menyediakan semua tempat pernikahan dan villa itu. Kalau bukan untuk kekasihnya, dan juga! Apa dia tau kalau aku sangat merindukannya saat ini. Batin Rossa, yang ingin rasanya ia berteriak memanggil nama yang sangat ia rindukan itu. Tapi apa daya, jarak antara negara J dan negara A memerlukan waktu untuknya bertemu. Dan itu juga ia lewati dengan separuh nyawanya yang hampir melayang karena mabuk dalam perjalanan.


"Kalau kau benar-benar mengkhawatirkanku, aku mohon. Datanglah, datanglah untuk melihatku. Walau hanya sekali saja, aku mohon datang kesini Morgan.." Batin Rossa, yang berusaha menyebutkan nama cintanya. Cinta yang ia sendiri tidak tahu kapan datangnya, dan nama itu telah membekas dalam hatinya yang paling dalam.


.


.

__ADS_1


Ditempat yang sama, rumah sakit negara J.


Asisten Jo sedang menerima telepon dari penjaga bayangan yang ia tempatkan untuk menjaga Rossa.


"Apa! bagaimana bisa kalian diserang? Dan siapa yang tahu akan keberadaan kalian, yang selalu menjaga nyonya muda!?." Ucap Jo sedikit meninggikan suaranya dari yang biasa.


"(............)"


"Periksa semua rekaman cctv, dan kabarkan kepadaku dalam 20 menit. Dimana nyonya muda Rossa saat ini, dan bagaimana keadaannya." Ucap Jo, yang langsung menutup sambungan teleponnya.


"Ada apa? kenapa kau nampak kesal!." Tanya dokter Gerry yang baru saja keluar dari ruangan Morgan, karena saat ini Asisten Jo berada diluar ruangan Morgan dirawat. Dirumah sakit yang sama dengan Rossa, berada saat ini.


........


.......


...Terima kasih all atas dukungan kalian semua, karena itu sangat berharga untukku🤧 See you all😘...

__ADS_1


__ADS_2