
Baru saja Jo memasuki area dapur dan ingin mengucapkan kalimat pada 2 orang pelayan yang saat ini duduk dimeja makan beristirahat, suara nyonya mudanya kembali terdengar meminta pelayan lainnya mengubah posisi sofa yang nyonya mudanya itu duduki saat ini.
Asisten Jo hanya menepuk keningnya, sebab! Sudah hampir seharian ini dirinya dan para pelayan itu menemani Rossa memindahkan barang di apartemen mewah itu. Yang sudah sangat terisi lengkap didalamnya bahkan sangat rapi!, tapi nyonya mudanya itu malah meminta mereka memindahkan beberapa perabotan itu kesisi lain apartemen!.
Jo merasa Rossa saat ini sangat cerewet!, tapi kalau keinginannya itu tidak dituruti!. Mantan nyonya mudanya itu akan menangis, bahkan merajuk ingin pulang kerumahnya sediri karena Jo yang ingin cepat kembali keperusahaan secepatnya undur diri dari apartemen mewah itu.
Jadi!, mau tidak mau. Jo dan para pelayan lainnya hanya menuruti kehendak Rossa, yang mengobrak- abrik isi apartemen mewah itu dengan memindahkan perabotan didalamnya kesanan kemari sesuai kehendaknya.
Kini dimata Jo!, nyonya mudanya itu tidak ada lagi kalem- kalemnya. Tidak ada lagi senyum malu- malunya, yang membuat siapa saja akan berdebar melihat itu disaat nyonya mudanya tersenyum manis. Karena saat ini Rossa seperti seorang mandor, yang terus memaksa pegawainya bekerja tanpa jeda sedikitpun. Bahkan dirinya sendiri sudah sangat pucat, karena tidak makan seharian ini.
"Ada apa dengan nyonya muda? kenapa aku merasa dia sangat aneh dari tadi malam. Bahkan tuan muda Morgan juga terlihat lebih aneh lagi, ada apa dengan suami istri ini?. Yang satu minta bercerai, tapi tidak tanda tangan disurat perceraiannya. Apa,.. sudah saatnya aku katakan saja? Kalau wanita malam itu adalah nyonya muda Rossa! wanita yang telah tuan muda nikahi sendiri saat itu!? Tapi,.. Kalau tuan muda malah memarahiku karena tidak memberitahunya dari awal, aku harus bagaimana?.. Ah iya, aku akan bertanya pada tuan muda Gerry saja tentang hal ini. Karena waktu itu dia yang menghentikanku, untuk memberitahukan hal ini pada tuan muda!." Batin Jo, seperti mendapatkan pencerahan saat mengingat sahabatnya yang seorang dokter itu.
Hari pun sudah hampir malam, Asisten Jo dan para pelayan sudah undur diri dari apartemen nyonya mudanya saat ini.
__ADS_1
Tinggalah Rossa seorang diri didalam ruangan yang tidak kalah luasnya dari villa yang ia tinggali pagi tadi, dan yang paling membuat Rossa lebih merasa sangat damai lagi tinggal dirumah barunya itu adalah dekat dengan perkotaan.
Pemandangan yang sangat memanjakan matanya, karena saat ia keluar dari kamarnya menuju balkon. Ia sudah disungguhi pemandangan yang tidak pernah ia bayangkan dalam hidupnya, entah ini keberuntungannya atau milik anak- anaknya. Ia pun tak tahu! karena saat ini Rossa merasa sangat kesepian.
Mulai malam ini, tidak ada lagi orang yang ia tunggu pulang dari kejauhan. Tidak ada lagi kata Suamiku atau panggillan sayang untuknya, karena semuanya sudah berakhir!.
Rossa ingat saat dirinya ingin pergi tadi pagi, ia sengaja meninggalkan buku nikahnya dilaci meja rias. Karena kalau ia rindu pada villa itu, dirinya punya alasan untuk pulang kesana. Walau pun hanya beberapa menit, mungkin itu sudah cukup mengobati kerinduannya akan kenangan bersama mantan suaminya itu.
"Hari ini mungkin dia sudah bersenang- senang dengan kekasihnya yang telah tiba pagi tadi, karena mereka akan segera menikah dan tinggal divilla itu. Maafkan mommy anak- anak mommy, kalau mommy masih memikirkan orang itu. Jujur saja mommy mulai menyukainya, tapi.. Mommy juga tidak mau kalian akan sesusahan dikemudian hari kalau mommy masih bertahan bersamanya, dan untung saja dia yang lebih dulu menceraikan mommy. Kalau tidak!, mungkin mommy juga tidak akan tahu alasan apa yang akan mommy berikan untuk bercerai dengannya. Dan juga, Tak ada alasan untuk bertahan dengannya tanpa kesetian dalam satu hubungan. Karena mommy juga tidak ingin egois, mommy masih ada kalian yang akan menemani mommy mulai sekarang dan seterusnya." Ucap Rossa yang masih berdiri di balkon, sambil mengelus perut ratanya dan berkomonikasi dengan anak- anaknya.
Walau pun Morgan sudah memakai masker dan kacamata hitam berserta hoodie, Rossa masih bisa mengenalnya dari pakaian dan postur tubuh. Dan yang paling membuat Rossa yakin bahwa itu mantan suaminya adalah, mobil yang dipakai untuk menjemput Vania Bella itu adalah mobil yang mereka pakai saat pergi makan malam kerumah mantan mertuanya tadi malam.
Sebuah mobil mahal yang terlihat sangat mengkilap itu memanglah mobil yang mereka pakai tadi malam, bahkan mantan suaminya itu sudah pergi dari sangat pagi sebelum dirinya bangun. Dan tidak mengucapkan kata apapun lagi, setelah mereka berpisah tadi malam di sebuah taman.
__ADS_1
"Huh,.. sepertinya mommy terlalu banyak berpikir hari ini. Biar lah mommy jadi pengagum rahasia paman baik itu, kelak kalian harus bersikap baik padanya. Biar bagaimana pun kita sangat beruntung, telah diberi uang pesangon yang sangat besar dari sebuah bisnis yang mommy jalin bersama paman itu. Dalam dua bulan mommy sudah mendapatkan uang tabungan sebesar 10 triliun dollar dan satu buah rumah ini, itu akan sangat cukup untuk kita makan seumur hidup tanpa bekerja." Sambung Rossa lagi yang hanya berbicara sendiri sambil, dengan terus mengelus lebut perutnya yang masih rata.
Rossa pun masuk kedalam kamarnya setelah dari balkon tadi, dan tidak lupa mengunci semua pintu agar dirinya merasa aman tidur dirumah barunya itu.
Dengan berjalan gontai menuju ranjangnya, Rossa merebahkan tubuhnya dikasur. Karena saat ini lagi- lagi kepalanya terasa berdenyut nyeri!, entah kenapa saat malam hari sakit kepalanya itu muncul dengan tiba- tiba. Bahkan ia sudah meminum berbagai vitamin, pemberian dokter Jane padanya. Tapi sakit kepala itu tetap datang saat malam hari, dan kantuknya selalu tidak dapat ia hindari kalau sakit kepala itu sudah tiba.
Dan hanya dengan beberapa menit, Rossa sudah berada dialam mimpi..
Tidak lama setelah Rossa tertidur pulas, suara pintu apartemennya terbuka dari luar. Dan suara langkah kaki yang terdengar sangat hati- hati itu masuk kedalam kamarnya, dengan sangat perlahan seseorang kini telah menaiki tempat tidur Rossa.
Dan kegiatan itu membuat Rossa sedikit terganggu, karena saat ini seseorang itu kembali menarik tubuh Rossa kedalam pelukannya. Bahkan Rossa merasa seperti dicium seluruh wajahnya oleh seseorang itu dengan sangat lembut, dan aroma maskulin itu lagi- lagi menghilangkan rasa nyeri dikepala Rossa saat ini.
........
__ADS_1
.......
...See you seseorang..😘...