
Hola.. Maaf ya kemarin Author enggak up soalnya lagi gak bisa konsen dan sibuk..
🍁..Selamat Membaca.. 🍂
Keesokkan harinya Alana dan orang tuanya menjenguk Edward sambil membawakan pakaian ganti untuk suami dan mommy mertuanya.
Mereka semua masuk kedalam dan Alana tersenyum lebar melihat Daddy mertuanya telah bangun.Mereka bertiga bergegas menghampiri Daddy Arka.
"Daddy Arka akhirnya Daddy bangun juga, " ucap Alana girang.
Alana langsung memeluk sekilas tubuh Daddy mertuanya setelah itu melepaskannya kemudian dia memberikan pakaian ganti untuk mommy Raisa.
"Mom, Ini pakaian ganti untuk Mommy, " ucap Alana sambil tersenyum.
"Iya Nak makasih ya, " jawab Mommy Raisa tersenyum tipis.
Mommy Raisa langsung pergi ke kamar mandi dan Alana memghampiri suaminya.Dia hendak memegang tangan Edward namun Edward menepis tangannya hal itu membuat Alana shock.Edward mengeluarkan amplop lalu memberikannya pada Alana.Alana menerimanya dan diapun terkejut melihat foto dirinya bersama pria di tepi jalan.
Setelah itu dia kembali menatap kearah sang suami yang kini memalingkan wajahnya hal itu membuatnya sedikit kecewa.
"Sayang, aku bisa jelasin dan apa yang kamu pikirkan bukan yang sebenarnya, " ujar Alana dengan lirih.
"Cukup Alana meskipun aku hilang ingatan bukan berarti kamu berani selingkuh dibelakangku, " ujar Edward dengan sorot tajam.
"Tapi aku tidak selingkuh, " bentak Alana dengan nada tingginya.
Alana langsung menitikkan air matanya melihat suaminya menuduhnya selingkuh. Mommy Raissa langsung menghampiri mereka begitu juga dengan orang tua Alana.
Mommy Raissa langsung memberi tatapan tajamnya kepada puteranya Edward.
__ADS_1
"Meskipun kamu tengah amnesia bukan berarti kamu bisa berbicara kasar pada istrimu nak apalagi sampai menuduhnya selingkuh, " bentak Momny Raisa dengan nada tingginya.
Edward langsung diam mendengar bentakan Mommynya dan dia melirik kearah Alana yang menangis dalam pelukan orang tuanya.Daddy Arsa merasa geram sekaligus kecewa dengan menantunya itu namun dia menahan emosinya saat ini.
"Edward, Daddy kecewa sama kamu karena kamu telah menyakiti hati puteriku dan untuk sementara aku tidak akan mengizinkanmu bertemu dengan Alana, " ujar Daddy Arsa dengan tegas.
Edward terkejut mendengar ucapan mertuanya begitu juga dengan Mommy Raisa dan Daddy Arka.Daddy Arsa langsung mengajak puterinya itu keluar dari ruangan rawat Edward dan pergi meninggalkan Edward dan keluarganya.
"Bagaimana Edward kamu sudah puas menuduh dan menghina menantu mommy yang merupakan istrimu dan betapa bodohnya kamu karena kamu menyakiti ibu dari calon anakmu, " ujar Mommy Raisa dengan sinis.
Mommy Raisa berlalu dari sana dan lebih memilih menghampiri suaminya.Sedangkan Edward terdiam dan merasa bersalah karena menyakiti hati istrinya.Tiba tiba dia kembali memegangi kepalanya yang terasa sakit lagi.
"Mommy, Sebaiknya kita pulang saja Daddy ingin istirahat di Mansion, " ujar Daddy Arka.
"Sebentar Dad aku hubungi nak Rega asisten Edward, " ucap Mommy.
Mommy Raisa segera menghubungi asisten puteranya setelah selesai memasukkan kembali ke dalam tas.
Daddy Arka memperhatikan puteranya yang terlihat bersalah lalu diapun menepuk pundaknya pelan.
"Nak, Jangan menyimpulkan sesuatu sebelum kamu tahu kebenarannya dan seharusnya kamu mendengarkan penjelasan dari Alana, istrimu dulu, " tegur Daddy Arka dengan bijak.
Edward hanya diam mendengar nasihat dari Daddynya.Rasa bersalah kini bersarang dihatinya mengingat istrinya tetlihat kecewa padanya.
Tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai di Mansion milik Edward.mommy langsung membantu Daddy Arka keluar dari mobil.Mommy menoleh kearah puteranya yang kini menatapnya.
"Mom, Dimana alamat orang tua Alana aku ingin meminta maaf pada mereka, " ucap Edward dengan tatapan memohonnya.
Mommy menggelengkan kepalanya dan memilih mengajak Daddy masuk kedalam.Dia merasa kecewa dengan puteranya yang sudah berkata kasar pada Alana.Edward menghela nafas panjang melihat sikap mommynya yang masih kecewa padanya.
__ADS_1
"Oh ya nama kamu siapa? " tanya Edward pada Rega.
"Saya Rega tuan, Asisten anda, " jawab Rega.
"Tolong belikan aku ponsel yang baru sekarang juga, " ujar Edward.
Setelah memberi perintah pada Rega, Edwardpun segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki mansion.Sementara Rega langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke Konter ponsel.
Sementara Alana berada di balkon kamarnya kini dia tengah meredakan kekecewaannya pada sang suami.Mengingat kembali apa yang diucapkan suaminya, membuat hatinya tersayat.
"Aku memahamimu kalau kamu saat ini tengah amnesia tapi aku tidak terima jika kamu menghinaku Edward.Kenapa kamu tega menyakiti hatiku dengan tuduhanmu itu, " gumam Alana sambil menitikkan air matanya.
Tangan Alana kini bertengger diperut ratanya dan mengelusnya dengan lembut.Saat rasa kecewa mendera hatinya namun dia masih harus mencoba tegar karena masih memiliki calon buah hatinya bersama Edward.
"Sayang maafin mommy yang saat ini bersedih dan juga cengeng ya selain itu maafin mommy juga karena mommy menjauhi Daddymu, " ucap Alana dengan lirih.
tok.. tok.. tok
suara pintu diketuk dari luar..
Alana mengusap airmatanya lalu berjalan menuju ke pintu.Cklek dia membuka pintunya dan berdiri mommynya sambil membawakan segelas susu.
"Terimakasih Mommy sudah membuatkan susu untukku, " ucap Alana sambil tersenyum tipis.
"Sama sama sayang dan dibawah ada suami kamu yang ingin bertemu kamu nak, " ucap Mommy Keyla dengan hati hati.
Setelah menghabiskan susunya, Alana menggelengkan kepalanya kearah sang Mommy tercinta lalu memberikan gelas kosongnya pada Mommy Keyla.
"Aku enggak mau bertemu dia Mom, " ucap Alana.
__ADS_1
Alana segera menutup pintunya hal itu membuat mommy Keyla menghela nafas pelan.Lalu dia menuruni tangga dan menghampiri menantunya di ruang tamu.
TBc