
Edward kini berada di dapur membuatkan susu ibu hamil untuk istri tercintanya.Setelah selesai dia langsung membawanya keruang tamu dan Edward memberikannya pada Alana.
"Sayang ayo diminum dulu susunya, " ucap Edward dengan lembut.
Alana menerimanya lalu diapun meneguk susunya hingga tandas kemudian meletakkan gelas kosongnya diatas meja.Sementara Edward duduk disebelah sang istri dan merangkulnya dari samping.
Alana memeluk tubuh suaminya dari samping dan Edward terkekeh melihat tingkah manja istrinya.
"Sayang kamu enggak papa 'kan? " tanya Alana dengan lirih.
"Aku baik baik saja sayang memangnya kenapa? " tanya Edward dengan raut wajah bingungnya.
Alana hanya diam dan dia terus memeluk tubuh suaminya dan Edward membalas pelukannya.Setelah itu dia beralih menatap orang tua dan juga mertuanya meminta penjelasan.
"Nak, Istrimu tadi mencemaskanmu karena dia merasa feelingnya tidak enak terhadap keadaanmu, " balas Mommy Keyla pada menantunya.
Edward langsung mencium puncak kepala istrinya dengan lembut dan dia mengerti dengan perasaan istrinya yang sangat sensitif saat ini karena kehamilannya.Nayla tersenyum bahagia melihat sang kakak tengah hamil saat ini.
Tanpa babibu dia merangkul Davin yang berada di sebelahnya.Davin terkejut melihat tingkah Nayla namun tak lama kemudian diapun tersenyum senang dan mmbalas pelukan Nayla.
"Vin, Aku bahagia sebentar lagi menjadi seorang bibi karena kakakku tengah hamil saat ini, " ucap Nayla sambil menatap kearah Davin.
"Iya Nay, Aku juga ikut senang mendengar kabar bahagia ini dan aku juga tidak sabar menikah dengan gadis yang aku cintai dan membesarkan calon anak anak kami kelak, " ungkap Davin sambil menatap intens Nayla dengan tatapan memujanya.
Blush.. kedua pipi Nayla merona mendengar ucapan panjang lebar dari Davin.Davin terkekeh melihatnya dan dia semakin mempererat pelukannya dan sesekali dia mencium kening gadis yang dia cintai itu. Sementara Nayla merasa nyaman dan aman dalam dekapan sahabatnya Davin.
__ADS_1
Tak lama kemudian Davin melepaskan pelukannya pada tubuh Nayla.Sementara mommy Raissa kembali menghampiri mereka dengan membawa minuman kemudian meletakkannya diatas meja.
"Nayla, Davin silakan diminum, " ujar Mommy Raissa sambil tersenyum.
"Iya Tante terimakasih, " jawab Nayla sambil tersenyum kearah Mommy Raisa.
Keduanya meneguk minuman masing masing.Sementara Alana menyandarkan kepalanya di dada sang suami dan Edward merangkulnya dari samping sambil mengelus perut rata istrinya.Edward melirik arlojinya menunjukkan angka 03.00 sore setelah itu kembali mencium istrinya sekilas dari belakang.
"Semuanya aku dan Davin pamit pulang dulu," ucap Nayla sambil tersenyum.
"Alana, Edward, mommy dan daddy pulang dulu ya, " pamit Mommy Keyla.
"Kalian hati hati ya Mom, " tegur Alana sambil tersenyum.
Mommy Keyla mengangguk lalu mereka berempat pergi meninggalkan ruang tamu dan keluar dari Mansion.Sementara Mommy Raissa dan Daddy Arka memilih tetap disana menemani putera dan menantunya.Keduanya tersenyum bahagia melihat Edward dan Alana sangat mesra.Daddy Arka melirik sang istri lalu membisikkan sesuatu ditelinga Mommy.
Edward dan Alana tertawa melihat orang tuanya itu seperti tom dan jerry.Sedangkan Daddy Arka hanya terkekeh melihat raut kesal diwajah mommy.
drt.. drt..suara ponsel bergetar.
Edward mengeluarkan ponselnya dari saku lalu diapun langsung mengangkat telepon dari asistennya Rudi.
"Iya Rudi ada apa? " tanya Edward tanpa basa basi.
"Begini Tuan ada perusahaan lain yang berusaha menjatuhkan perusahaan kita sekarang dan saham kita berkurang 20%, " ungkap Rudi.
__ADS_1
Edward terkejut mendengarnya lalu diapun mengeraskan rahangnya.Alana dan orang tua Edward menatap Edward dengan raut wajah bingungnya.
"Cepat cari tahu siapa yang berusaha menjatuhkan perusahaan kita? " titah Edward pada sang asisten.
"Baik Tuan, " jawab Rudi dengan cepat.
Tut..Edward mengakhiri percakapannya dengan Rudi setelah itu meletakkan ponselnya diatas meja.Alana dengan sigap mengelus punggung suaminya berupaya menenangkan Edward yang terlihat frustrasi dan emosi.
"Nak sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mommy dengan lembut.
"Ada yang berusaha mencuri saham di perusahaan Mommy dan sahamku tinggal 80%, " ungkap Edward dengan raut emosi.
Mommy dan Daddy terkejut dan keduanya saling melirik satu sama lain setelah itu kembali menatap putera mereka.Hal yang sama dirasakan Alana, dia juga merasa kaget dan dia kini berusaha menenangkan suaminya yang tersulut emosi.
"Hubby tenanglah aku mohon, " ucap Alana dengan lembut.
"Mom, Dad aku akan berusaha mencari siapa pelakunya sampai dapat dan kupsatikan dia akan membusuk di penjara, "ujar Edward sambil mengepalkan tangannya mengabaikan ucapan sang istri.
"Edward, Tenanglah biar Daddy yang akan menyelidikinya dan jangan bertindak gegabah karena ingat kamu masih punya istrimu dan calon anak kalian yang harus kamu lindungi, " tegur Daddy dengan bijak.
Edward menghela nafas panjang lalu menoleh kearah istrinya.Dia mencium kening Alana sekilas lalu kembali membawanya kedalam pelukannya.
"Maafkan aku sayang kamu pasti khawatir padaku, " bisik Edward.
Alana membalas pelukan suaminya dan keduanya berpelukan dalam perasaan resah yang menyelimuti hati keduanya.Mommy Raissa dan Daddy Arka merasa tenang melihat keduanya berpelukan dan berharap tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa beri vote sebanyak banyaknya oke biar masuk dalam rangking vote βΊπ€§π€§π