
Beberapa jam kemudian Alana merapikan berkas berkas dimejanya.Setelah itu dia menyambar tasnya dan keluar dari ruangannya.Dia melangkahkan kakinya keluar dari kantor dan langsung masuk ke mobilnya. Alana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke mansion.
Beberapa menit kemudian dia sampai di depan Mansionnya. Alana keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.Dia terus melangkahkan kakinya sambil sesekali melirik jam tangannya menunjukkan angka 03.00 sore.Alana menaiki tangga menuju ke kamarnya.Cklek dia membuka pintu dan masuk kedalam sana. Alana meletakkan tasnya dimeja Rias dan memutuskan ke kamar mandi.Selesai mandi dan berganti pakaian Alana mengambil ponselnya lalu keluar dari kamar.Alana pergi ke dapur membuat Jus setelah selesai membawanya ke ruang tamu.
"Nayla bagaimana tadi kamu dan juga Devin?" tanya Alana dengan nada ambigu
"Kita cuma teman kak," jawab Nayla sambil tersenyum
"Benarkah Nayla kakak tidak percaya tuh," goda Alana sambil memicingkan matanya
Nayla berdecak kesal melihat kakaknya menggoda dirinya.Alana terkikik geli melihat raut wajah kesal adiknya itu.Dia menikmati jusnya sambil memperhatikan adiknya yang cemberut.Kedua orang tua langsung mereka menghampirinya dan bergabung bersama Alana dan Nayla.
"Kenapa kamu cemberut Nayla sayang?" tanya Mommy
"Kak Alana terus terusan menggodaku Mommy," rengek Nayla.
Alana tertawa melihat adiknya tengah mengadu pada sang mommy.Mommy dan Daddy tersenyum melihat kedua puterinya yang akur meskipun jahil.
"Oh ya Daddy soal nanti malam kenapa kolega Daddy mengundang kita semua? " tanya Alana mengalihkan pembicaraan
"Daddy juga kurang tahu sayang," jawab Daddy tersenyum tipis
Alana beroh ria lalu dia kembali menikmati jusnya.Sementara Nayla memilih memainkan ponselnya. Drt.. drt Nayla langsung terkejut melihat siapa yang menghubunginya.Dia melirik kakak dan kedua orang tuanya secara bergantian lalu kembali menatap ponselnya yang berbunyi.
__ADS_1
"Nayla, kenapa kamu tidak mengangkatnya," bujuk Alana
Nayla menggelengkan kepalanya lalu dia langsung mematikannya.Dia menaruh ponselnya diatas meja dan hal itu membuat Alana bingung.
"Siapa yang menghubungimu nak?" tanya Mommy dengan lembut
"Kak Nathan mommy," ungkap Nayla tersenyum lirih
Mommy menatap puterinya dengan tatapan kasihan.Alana langsung merangkul adiknya dari samping dan dia masih merasa kecewa pada Nathan.
"Sudahlah Nayla lupakan dia oke," ujar Alana sambil tersenyum
"Iya kak lagian aku juga tidak memikirkannya namun setelah dia meneleponku aku jadi sedikit teringat lagi dengan apa yang dia lakukan padaku," ujar Nayla dengan sendu
Nayla tersenyum tipis lalu mengangguk.Alana tersenyum tipis dan tiba tiba ponselnya kini yang berbunyi.Dia langsung mengangkatnya tanpa basa basi karena Edward yang kini menghubunginya.
"Ada apa Edward?" tanya Alana
"Enggak papa kok cuma ingin mendengar suara kamu sayang," elak Edward
"Ck dasar modus dan oh ya bagaimana kamu sudah tahu siapa gadis bernama Lisa Andara?" tanya Alana
"Dia mantan kekasihku sayang," jawab Edward dengan lirih
__ADS_1
Alana terkejut mendengar pengakuan dari Edward.Dia menghela nafas kasar lalu dia mulai mengerti alasan Lisa menawarkan kerjasama dengan perusahaannya.
"Sepertinya Lisa tahu jika aku kekasih Edward," batin Alana
"Alana kamu masih disitukan?" tanya Edward
"Eh iya Edward dan sepertinya bakal ada yang reunian mantan nih," goda Alana
"Ck memangnya kamu enggak cemburu Al? " tanya Edward
"Enggak," jawab Alana dengan jujur
Tut.. Edward langsung mematikan teleponnya setelah mendengar jawaban Alana.Alana mengerutkan dahinya bingung dengan tingkah Edward yang aneh.Nayla terus memperhatikan kakaknya yang melamun dan dia pun menyenggolnya pelan.
"Kak Alana," panggil Nayla
"Eh iya Nay ada apa?" tanya Alana
"Kenapa kakak melamun tadi ada apa?" tanya Nayla lagi
Alana menghela nafas kasar lalu dia kembali menatap Nayla sambil tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya.Nayla hanya mengedikkan bahunya kemudian kembali msmainkan ponselnya.Sementara Mommy dan Daddy membahas pesta yang akan mereka datangi nanti malam.
TBC
__ADS_1