
Setelah kepulangan adik iparnya, Alana menggendong baby Vano sambil membawa bekal makan lalu masuk ke mobil setelah itu sopir langsung melaju meninggalkan Mansion.
Di dalam mobil Alana mengajak puteranya berbicara membahas hal hal yang lucu hingga akhirnya tiba di Kantor suaminya Edward.
Alana ke luar dari mobil dan menyuruh sopirnya pulang setelah itu masuk ke dalam kantor sang suami.
"Selamat siang Nyonya Alana. " sapa HRD
"Siang. " jawabnya ramah.Alana berjalan melewati ruangan HRD dan dia berpapasan dengan Rega.
Alana terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan ruangan Edward lalu Dia membukanya dengan pelan setelah itu menutupnya kembali.Alana tersenyum melihat suaminya yang tengah sibuk bekerja.
"Daddy Edward. " panggil Alana.
Edward menoleh dan tersenyum lebar melihat kehadiran istri dan puteranya.Dia beranjak dari duduknya lalu mendekati istrinya kemudian mengajak Alana duduk di sofa.
"Hubby Aku bawakan makan siang untukmu. " seru Alana.
"Termakasih Mommy. " goda Edward sambil tersenyum nakal.
Alana hanya bisa tersenyum dan memperhatikan suaminya yang tengah makan siang.Sesekali Edward menyuapi istrinya makan dan Alana menerimanya dengan senang hati. Setelah menghabiskan makanannya, Edward merapatkan duduknya di sebelah istrinya.
"Halo baby boyku yang gembul. " ledek Edward sambil tersenyum menatap putera kecilnya lalu meraih putera kecilnya kemudian mengenggamnya.
"Bukannya pekerjaan kamu belum selesai Sayang? " tanya Alana memperhatikan suaminya yang tengah mengajak baby Vano bermain.
"Eh iya Sayang Aku lupa. " cengirnya lalu mengembalikan baby Vano pada istrinya.
Edward kembali ke meja kerjanya sedangkan Alana mengajak bicara puteranya yang mulai gembul dan menggemaskan.Dua jam kemudian Edward telah selesai dengan pekerjaaannya lalu dia kembali menghampiri istrinya dan memeluknya dari samping.
"Bagaimana kalau baby Vano memiliki adik? " tawar Edward sambil menaik turunkan alisnya.
"Itu hanya alasanmu saja Daddy. " dengus Alana.
Edward tergelak mendengar ucapan istrinya yang tepat sasaran. Dia mendaratkan ciuman sekilas di bibir wanitanya mengabaikan pelototan Alana.
"Daddy jangan nodai mata polos putera kita. " omel Alana pada suaminya.
"Lihatlah Mommy, baby Vano tertawa riang melihat kita berciuman dan kelak dia akan menyukai hal hal mesum. " seru Edward sambil tertawa puas.
"Ya sudah kita jemput Tiara sekarang. " ajak Edward menghentikan tawanya.
Mereka berdua beranjak dari sofa dan keluar dari ruangan Edward.Edward merangkul pinggang istrinya dengan mesra bergegas ke luar Kantor. Setelah itu masuk ke mobil dan Edward melajukannya menuju ke sekolah puteri mereka Tiara.
skip
__ADS_1
Di sekolah Tiara
Alana dan Edward ke luar dari mobil dan menjemput puteri kecil mereka.Dari kejauhan Tiara tersenyum lebar melihat orang tuanya datang dan diapun berlari menghampiri mereka.
"Mom, Dad. " panggil Tiara sambil tersenyum ketika kini dia berdiri di depan orang tuanya.
"Bagaimana sekolahmu tadi sayang? " tanya Alana sambil mengusap kepala puterinya.
"Sangat menyenangkan Mommy tapi Aku kesal ada anak laki laki datang menghampiri Aku dan mencium pipiku. " cerocos Tiara sambil memgerucutkan bibir mungilnya.
Alana dan Edward tergelak mendengar ucapan puteri mereka.Edward segera mengandeng tangan Tiara lalu mereka masuk ke dalam mobil dan mobil melaju menjauhi sekolah Tiara.
"Dad sepertinya kita akan mempunyai calon menantu. " canda Alana sambil tertawa.
"Ada ada saja sih Mom puteri kita masih
kecil. " elak Edward sambil menggelengkan kepalanya.
Edward kembali fokus menyetir mobilnya. Sedangkan Alana menggendong puteranya dan berbincang dengan Tiara yang duduk di belakang.
Siang itu keluarga kecil Edward menghabiskan waktu bersama hingga beberapa jam ke depan dan mengganti pakaian mereka ketika mampir di Mall.
Kini Hari mulai sore dan mereka kini berada di pantai. Alana dan keluarga kecilnya ke luar dari mobil dan menuju ke pantai.
"Iya Mom. " Tiara berlari ke pantai di susul Edward.
Sementara Alana memilih duduk di sebuah beach lounge chairs atau Kursi santai Pantai. Dia memperhatikan suami dan puteranya yang tengah bermain air setelah itu kembali menatap puteranya yang hampir menangis.
"Kenapa sayang kamu haus ya. " Alana membuka kancing bagian atasnya lalu melepaskan putingnya agar puteranya menyusu.
Alana tersenyum lebar melihat baby Vano sangat lahap menyusunya.Dia mengusap sayang buah cintanya dengan Edward.Setelah selesai Alana mengancingkan kembali kancingnya dan tersenyum melihat puteranya terlihat kekenyangan.
"Cepat besar ya sayang. " gumam Alana dengan senyum mengembang di bibirnya.
Edward menggandeng tangan puterinya dan menjauh dari pantai menghampiri Alana dan putera mereka lalu duduk di beach lounge chairs sebelah Alana.
"Sudah selesai mainnya sayang? " tanya Alana.
"Iya Sudah mom sekarang Aku capek dan Haus. " keluh Tiara dengan tatapan memelasnya.
"Biar Daddy yang membelikanmu es kelapa. Kamu tunggu di sini bersama Mommy dan adikmu. " sahut Edward
"Iya Dad. " Tiara mengangguk lalu dia berbaring di kursi.
__ADS_1
Edward beranjak dari duduknya lalu pergi mencari minuman untuk keluarga kecilnya. Dia bergegas menuju ke tempat penjual es kelapa dan melihat sosok yang tidak asing bagi Edward.
"Saya beli es kelapanya tiga. " seru Edward.
"Tunggu ya Tuan. " balas sang penjual es.
Edward menoleh ke samping dan terkejut melihat Jonathan bersama dengan seorang wanita yang tengah hamil.
"Nathan. " panggil Edward dengan wajah terkejutnya.
"Halo Edward apa kabar? " sapa Nathan tersenyum tipis.
"Kamu bersama siapa Nat? " tanya Edward dengan raut bingungnya.
Edward segera membayar es nya setelah itu pergi dari sana diikuti Nathan dan wanitanya. Mereka bertiga langsung duduk di sebelah Alana dan menceritakan semuanya pada Edward dan Alana.
"Yaampun Nathan kamu memang pria sialan ya. " maki Alana menatap tajam Nathan.
"Sayang jangan mengumpat. " tegur Edward pada istrinya.
"Iya Hubby maafkan aku. " cetus Alana.
Alana menghela nafas panjang lalu menoleh ke samping menatap wanita di sampingnya sambil tersenyum.
"Halo Aku Alana. Boleh aku tahu siapa namamu? " sapa Alana.
"Aku Vely kak. " balas Vely tersenyum sambil mengusap perut buncitnya.
"Berapa usia kandunganmu Vely. "
"Lima bulan kak Alana. "
Alana manggut manggut dan mereka langsung berdiri.Dia memperhatikan Nathan yang membantu Vely berdiri membuatnya tersenyum kecil.
"Nathan, Vely kami pulang dulu ya hari sudah sore. " pamit Alana.
"Iya Kak kalian hati hati. " seru Vely dengan senyum tulusnya.
Alana mengangguk lalu dia dan keluarga kecilnya pergi meninggalkan Nathan dan Vely. Setelah kepergian keluarga Edward, Nathan menoleh dan menatap Vely dengan tatapan penuh arti.
"Maafkan Aku atas perbuatanku kemarin hingga membuatmu hamil Vely. " ucap Nathan dengan lirih.
"Sudahlah kak lupakan kejadian kemarin lagian aku menerima calon anak kita ini. " sambungnya.
TBC
__ADS_1