
Jika kita mencintai seseorang namun orang yang kita cintai tidak mencintai maka relakanlah dia bersama orang lain.Pepatah mengatakan Cinta tak harus memiliki namun jika kamu masih bersikeras itu bukan cinta tapi OBSESI.
~Author Ayu ~
Sementara itu Lisa kini berada di Restauran dan bertemu dengan teman lamanya disana. Keduanya tengah membicarakan sesuatu yang serius.
Natasha langsung memberikan sebuah botol dan Lisa langsung menerimanya dengan senyum tercetak di bibirnya.
"Ingat Lisa kamu gunakan obatnya sedikit saja karena dosis obat ini sangatlah tinggi, " ujar Natasya dengan nada pelan.
"Oke oke aku tahu, " balas Lisa dengan santai dan tenang.
Lisa segera memasukkan botolnya kedalam tasnya setelah itu mereka kembali mengobrol sekaligus melepas rindu karena lama tidak bertemu.Selesai berbincang,Natasha segera pergi keluar dari Restauran.Sementara Lisa kini tengah tersenyum menyeringai karena sebentar lagi rencananya yang dia susun akan terlaksana.
"Pelayan, " panggil Lisa
Pelayan langsung berjalan menghampiri Lisa. Lisa segera memberikan uangnya pada pelayan setelah itu dia pergi keluar dari Restauran.Lisa langsung masuk kedalam mobilnya dan dia mengirim pesan pada sahabatnya tadi setelah itu memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Lisa melajukan mobilnya kencang menuju ke rumahnya dengan perasaan senangnya.Dia membayangkan jika apa yang dia inginkan tercapai maka dia akan merasa puas sekali karena sebentar lagi bisa membuat hidup Alana sengsara karena kehilangan pria yang di cintainya.
__ADS_1
Tak butuh lama Lisa kini sampai di depan halaman rumahnya.Dia segera keluar dari mobilnya dan tak lupa menutup pintunya. Setelah itu dia bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Diruang tamu, Lisa langsung menghubungi orang suruhannya untuk melaporkan semua kegiatan yang dilakukan Edward hari ini.
"Apa yang dilakukan Edward hari ini, " ucap Lisa
"Sepertinya mereka akan mengadakan pesta baberque nanti malam, " ucap Doni, orang suruhan Lisa.
"Oke tetap awasi mereka, " titah Lisa
Tut Lisa mengakhiri percakapannya dengan Doni ditelepon.Kini dia tengah tersenyum menyeringai karena dia telah memiliki rencana yang matang untuk memisahkan Alana dari Edward.
"Edward siapa saja yang kamu undang ke pesta kita nak? " tanya Mommy.
"Asistenku Rudy, dan keluarga Nathan, Mommy memangnya ada apa? " tanya Edward.
"Nathan siapa nak apa dia temanmu? " tanya Daddy ikut menyuarakan suaranya.
"Dia mantan kekasih Alana,Daddy sekaligus dia juga merupakan saingan cintaku mendapatkan Alana, " ungkap Edward dengan nada malasnya.
__ADS_1
Setelah itu Edward mengeluarkan pomselnya dan langsung memvideo call kekasihnya. Mommy dan Daddy hanya diam dan terus memperhatikan putranya yang dimabuk asmara.
"Halo sayang ada apa? " tanya Alana dengan senyum cerianya.
"Enggak papa sayang aku cuma ingin melihat kamu karena aku rindu sama kamu honey, " ucap Edward sambil tersenyum.
"Iya sayang aku juga kangen sama kamu, " balas Alana dengan malu malu.
Edward terkekeh melihat rona merah dipipi sang kekasih dan tentu saja membuatnya gemas dan ingin menciumnya.Daddy hanya bisa tersenyum melihat sikap bucin puteranya pada calon menantu mereka tersebut.Daddy memeluk tubuh Mommy dari samping dan keduanya saling melempar senyum satu sama lain.
"Liat Mom, putera kita sudah jadi raja bucin pada calon istrinya, " ungkap Daddy sambil tertawa kecil.
"Bukankah Daddy dulu juga seperti Edward jadi jangan menertawakan putera kita, " sindir Mommy.
Daddy langsung diam mendengar sindiran istrinya sementara Mommy tertawa melihat suaminya kalah telak.Setelah itu keduanya kembali memperhatikan Edward yang masih video call dengan Alana di ponsel.Beberapa menit kemudian Edward menyudai video callnya dan dia memasukkan ponselnya kedalam sakunya.Dia beralih melirik arlojinya menunjukkan angka 04.00 sore.Setelah itu mereka kembali berbincang dengan penuh canda tawa dan Edward mengatakan pada kedua orang tuanya mengenai lamarannya pada Alana.Kedua orang tuanya sangat antusias dan bahagia mendengar pengakuan putera mereka.
TBC
Jangan lupa like, vote dan komen ya reader biar author semangat.
__ADS_1