Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Ketakutan


__ADS_3

Kini Lisa bersama sahabatnya Natasha tengah meminum wine merayakan rencana awal mereka yang sukses.Lisa merasa sangat senang karena mulai akan menghancurkan rumah tangga Edward dan Alana secara perlahan lahan.


"Lalu apa rencana kamu selanjutnya Lisa? " tanya Natasha penasaran.


"Rahasia Nata karena aku yakin rencana keduaku ini akan membuat hubungan mereka berdua renggang, " ungkap Lisa sambil menyeringai.


Natasha mengangguk lalu dia meneguk winenya lagi begitu juga dengan Lisa.


drap drap.. suara langkah kaki mendekati mereka berdua.


Lisa dan Natasha langsung menoleh dan merekapun tersenyum senang melihat kehadiran pria yang ada dihadapan keduanya tersebut.


"Hai Herone, " sapa Natasha sambil tersenyum.


Herone hanya menanggapinya dengan senyuman lalu diapun langsung duduk disebelah Lisa.Lalu dia ikut meneguk wine bersama sama kedua gadis tersebut.


"Thanks buat bantuannya Herone, " ucap Lisa sambil tersenyum.


"No problem Lisa aku akan selalu membantu kamu, " balas Herone sambil meneguk segelas Wine.


Lisa tersenyum senang mendengar jawaban dari Herone, kakak sepupunya.Setelah menghabiskan wine nya, Lisa mengeluarkan ponselnya lalu mengirimkan foto Alana pada Herone.Herone segera membuka fotonya dan diapun terpesona dengan kecantikan Alana setelah itu dia kembali menatap Lisa.


"Wanita ini sangat cantik dan aku menginginkannya Lisa, " ungkap Herone sambil tersenyum miring.


"Oke aku akan membantumu mendapatkan dia dan memisahkan Alana dari suaminya selain itu kamu harus membantuku lagi sampai keinginanku berhasil, " ujar Lisa sambil menyeringai.


"Baiklah aku setuju dengan permintaanmu Lisa, " sahut Herone tanpa berfikir lagi.

__ADS_1


Lisa tersenyum lebar mendengar persetujuan dari Herone dan kini dia sangat yakin akan berhasil menghancurkan kebahagiaan dari Alana, wanita sialan yang merebut Edward darinya.


"Sebentar lagi kamu akan menderita Alana, " batin Lisa bergemuruh.


Sementara di Mansion Edward, Alana memilih menyandarkan tubuhnya disofa menenangkan pikirannya yang sedari tadi berkecamuk.Edward dan Daddy Arka kini berada di ruangan kerja milik Edward sedang membahas saham perusahaan yang tiba tiba berkurang.


Alana menghela nafas panjang lalu mengelus perut ratanya yang terdapat calon janin anaknya bersama Edward.


"Sayang kamu harus tumbuh kuat ya nak didalam perut mommy apapun yang terjadi, " ucap Alana dengan lirih.


Merasa bosan Alana bangkit dari duduknya lalu pergi keluar dari Mansion kemudian menuju ke Gazebo.Sampai disana dia pun duduk di sofa dan menghirup udara pada sore hari.


Tak lama kemudian Edward dan Daddy Arka keluar dari ruang kerja Edward dan menuju ke ruang tamu.Edward menatap sekelilingnya tidak menemukan istrinya Alana hal itu membuatnya panik.


"Mommy, " teriak Edward dengan keras.


"Ada apa Edward sayang? " tanya Mommy Raissa.


"Mom, Dimana istriku berada kenapa diruang tamu dia tidak ada? " tanya Edward dengan wajah paniknya.


"Tadi istrimu masih diruang tamu kalau begitu carilah dia keluar mansion atau Gazebo, " ujar Mommy dengan tenang.


Edward mengangguk lalu diapun pergi dari sana dan keluar dari mansion.Dia berlari menuju ke Gazebo dan sampai disana Edward menghela nafas lega melihat istrinya tengah duduk disebuah sofa.


"Alana sayang, " panggil Edward


Alana menoleh dan tersenyum lebar melihat kehadiran suaminya kemudian diapun berdiri lalu berjalan menghampiri sang suami. Edward bergegas menghampirinya dan tanpa babibu dia langsung memeluk tubuh Alana namun tidak terlalu erat.

__ADS_1


"Sayang, Aku kira kamu menghilang karena sedari tadi aku mencarimu tapi tak ketemu, " keluh Edward dengan raut ketakutan.


"Sst hubby aku tadi bosan makanya kesini maafkan aku ya yang telah membuatmu khawatir, " balas Alana dengan lirih sambil mengelus punggung kekar suaminya.


Edward melepaskan pelukannya lalu diapun membopong tubuh Alana.Alana menjerit dan dia langsung mengalungkan tangannya dileher Edward.Edward kini duduk di sofa yang ada di gazebo dengan Alana diatas pangkuannya.Edward membuka kancing bagian atas dress Alana hingga terlihat bra yang menutupi gunung kembar milik sang istri kemudian dia menenggelamkan wajahnya disana.


Alana memeluk kepala suaminya sesekali mengusapnya dengan lembut.Dia kini membiarkan wajah suaminya berada di atas dadanya.


"Sayang tenanglah aku tidak akan kemana mana hubby, " bujuk Alana dengan lembut sambil menatap suaminya dengan intens.


"Jangan tinggalkan aku sayang ku mohon meskipun aku bangkrut sekalipun, " pinta Edward yang menjauhkan wajahnya dari dada istrinya lalu menatap wajah Alana dengan sorot sayunya.


Alana kembali mengancingkan dress bagian atasnya lalu diapun menangkup wajah sang suami kemdian menghadiahinya dengan ciuman bertubi tubi diseluruh wajah Edward setelah itu menyudahinya.


"Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu suamiku, " ucap Alana dengan serius.


Edward merasa lega mendengarnya kemudian diapun mencium kening Alana sekilas.


TBC


Like πŸ‘


voteπŸ“


rate ✏


komen πŸ’¬

__ADS_1


__ADS_2