Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Posesif


__ADS_3

Dokter keluar dari ruangan UGD dan semua orang langsung berjalan mendekatinya terutama Edward.


"Bagaimana keadaan Alana,Dokter dan sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Edward dengan nada tidak sabaran.


"Nona Alana meminum obat penghilang ingatan dan sepertinya obat itu dimasukkan kedalam minuman ataupun makanan, " ungkap Dokter


Semua orang terkejut mendengar penjelasan dokter.Sementara Dokter terus menatap kearah mereka yang terkejut namun dia menatap semuanya dengsn senyum tipis.


"Namun untung saja kami masih bisa mencegah agar obatnya tidak bekerja jika tidak obat itu akan bekerja dan mengenai otak maka ingatan nona Alana akan terhapus akibat obat tersebut dan kemungkinan Nona Alana akan mengalami amnesia, " ujar Dokter.


"Kami akan memindahkan nona Alana keruangan intensif sekarang, " ucap Dokter


Dokter langsung pergi meninggalkan mereka. Sementara semua orang merasa lega mendengar kondisi Alana yang baik baik saja. Nathan berjalan menghampiri Edward dan menepuk pelan pundaknya.


"Sorry Nathan,Aku gagal lagi menjaga Alana," sesal Edward.


"Sudahlah sebaiknya kita lihat kondisi Alana sekarang, " ujar Nathan dengan bijak.


Edward dan lainnya langsung menuju ke ruangan rawat Alana.Mereks semua masuk secara bergantian dan kini giliran Edward.Dia masuk kedalam ruang rawat kekasihnya lalu dia berjalan menghampiri Alana yang sudah sadar.


Lalu Edward langsung duduk disebelahnya dengan tangan saling bertautan satu sama lain.Dia memandang wajah pucat gadis yang dicintai dengan tatapan nanarnya.


"Honey, Maafkan aku yang gagal melindungi kamu, " sesal Edward dengan lirih.


"Sst sudahlah sayang kamu jangan merasa bersalah lagian aku baik baik saja kok, " bujuk Alana sambil tersenyum tipis.


Edward berdiri lalu dia memeluk Alana dari samping kemudian dia mengeluarkan ponselnya setelah itu dia mengirimi pesan pada orang suruhannya.Setelah selesai Edward memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.Dia berulang kali mencium kening Alana dengan lembut sesekali mengucapkan kata maaf pada kekasihnya setelah itu menjauhkan wajahnya.

__ADS_1


"Bagaimana Lisa tahu kalau kita sedang mengadakan baberque party, honey?" tanya Alana penasaran.


"Sepertinya dia membayar orang untuk mengawasi Aku sayang, " tebak Edward.


"Wanita gila itu masih saja memginginkanmu honey dan sepertinya dia berniat menyingkirkan aku dari hidup kamu, Edward, " ucap Alana sambil menghela nafas pelan.


Edward kembali duduk disebelah Alana lalu dia mengenggam tangan sang kekasih.Dia menatap intens Alana dengan tatapan seriusnya.


"Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk segera menyeret Lisa ke kantor polisi, " ungkap Edward.


"Iya honey aku setuju dan sekarang bisakah kamu ambilkan aku air minum, " pinta Alana


"Iya sayang aku akan ambilkan, " jawab Edward tersenyum tipis.


Edward kembali berdiri dan berjalan mendekati meja yang berada disamping ranjang pasien dan langsung mengambil segelas air lalu memberikannya pada sang kekasih.Alana menerimanya dan dia langsung meneguk airnya hingga gelas kosong setelah itu Edward merebutnya dan menaruhnya diatas meja.Kemudian Edward melirik arlojinya menunjukkan angka 18.00 sore setelah itu dia kembali menatap Alana.


"Berbaring dan istirahatlah sayang jika kamu merasa pegal, " ucap Edward dengan lembut.


Edward memutuskan keluar dari ruangan rawat Alana.Dia memperhatikan semua orang sambil tersenyum tipis.


"Semuanya pulanglah biar Alana,Aku yang menjaganya, " ucap Edward.


"Baiklah nak, kami akan pulang dan besok akan kesini lagi, " ujar Mommy Keyla


"Iya Tante kalian semua hati hati ya, " ucap Edward.


Orang tua Alana mengangguk lalu mereka semua pergi meninggalkan ruangan Alana dan kini hanya tersisa Edward dan Nathan. Edward menoleh dan mengernyitkan dahinya melihat Nathan yang masih duduk dengan santai.

__ADS_1


"Kamu enggak pulang Nathan? " tanya Edward penasaran.


"Enggak aku juga mau menjaga Alana dan aku takut kalau Lisa akan mencelakainya lagi," ujar Nathan dengan tegas.


"Terserah kamu dan sebaiknya kamu pesan makanan untuk kita berdua dan juga pakaian ganti untuk kita, " titah Edward dengan nada datarnya.


Nathan berdecih mendengar ucapan Edward lalu dia langsung mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi anak buahnya untuk membelikan makanan dan juga pakaian. setelah selesai Nathan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.


Drt.. drt tiba tiba suara ponsel berbunyi, Edward langsung mengambil ponselnya lalu dia langsung mengangkatnya tanpa berfikir panjang.


"Bagaimana kalian sudah membawa Lisa? " tanya Edward tanpa basa basi.


"Maaf boss, sepertinya gadis bernama Lisa melarikan diri boss karena kami sudah mendatangi rumahnya namun disana tidak ada, " ungkap Roy dengan nada gugupnya.


"Sial, Roy kamu cari tahu dan selidiki gadis sialan itu sampai ketemu, " ujar Edward dengan penuh emosi.


"Iya Boss, " jawab Roy singkat.


Tut Edward mengakhiri pembicaraannya dengan anak buahnya setelah itu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.Dia mengusap wajahnya kasar lalu mengepalkan kedua tangannya. Nathan yang melihat reaksi Edward hanya bisa menghela nafas panjang.


"Aku akan membantumu menemukan Lisa dan aku melakukan ini demi Alana, " tawar Nathan.


Edward menoleh dan melirik tajam kearah Nathan namun Nathan mengabaikan tatapan Edward padanya.Beberapa menit kemudian anak buah Nathan datang menghampirinya dan langsung meletakkan makanan dan juga paperbag berisi pakaian pakaian setelah itu dia pergi.


"Ini pakaianmu ganti pakaian sana, " titah Nathan sambil memberikan satu paperbagnya.


"Hm, " gumam Edward singkat sambil menerima paperbagnya.

__ADS_1


Edward berdiri dan masuk kedalam ruangan Alana dan bergegas ke kamar mandi. Sementara diluar ruangan, Nathan tengah memikirkan cara untuk menangkap Lisa secepatnya.


TBC


__ADS_2