
Pukul 07.00 malam di mansion keluarga Luther
Alana selesai membantu puterinya memakai gaun dan mahkota serta baby Vano dengan pakaian pestanya. Kini keluarga mereka kombak menggunakan warna pakaian yang senada yaitu berwarna biru langit.
"Wah cantik dan tampannya putera putri mommy. " puji Alana menatap Tiara dan baby Vano secara bergantian.
"Tentu saja mommy. " sahut Tiara sambil tersenyum.
Edward telah siap dengan setelan jasnya berwarna biru menghampiri istrinya yang kini menggendong baby Vano.
"Sebaiknya kita ke luar sekarang. " ajak Edward pada keluarga kecilnya.
"Dad jangan lupa kadoku ya. " cicit Tiara.
"Pasti sayang. "
Merekapun ke luar dari kamar dan menuruni tangga menuju ke tengah aula pesta. Edward menyuruh pelayan untuk membawakan kado Tiara ke luar.
Keluarga dan sahabat mereka turut hadir dalam acara ulang tahun Tiara yang menginjak usia 7 tahun.Edward mengenggam tangan puterinya sementara Alana menggendong baby Vano.
"Terimakasih kalian telah hadir dalam acara ulang tahun puteri kecil kami Berliana Clairine Luther. " ucap Edward mengawali sepatah kata membuka acara.
"Acara bisa di mulai dengan menyanyikan lagu happy birthday to you. "
Para tamu dan semua yang ada di ruangan menyanyikan lagi happy birthday untuk Tiara. Tiara tersenyum manis lalu meniup lilinnya setelah dia membuat sebuah harapan.
Prok prok prok suara tepuk tangan menggema dalam ruangan.
Velly dan Nathan berjalan mendekati keluarga kecil Alana. Nathan tersenyum menatap kearah Tiara.
"Ini Uncle kasih hadiah buat kamu Tiara. " ucap Nathan sambil memberikan kado pada keponakannya itu.
"Terimakasih uncle. " Tiara menerima kadonya sambil tersenyum manis lalu memberikannya pada sang Daddy.
__ADS_1
Tiara mendekati Velly lalu mengusap perut Velly dengan tangan mungilnya. Velly tersenyum dan mengusap kepala Tiara dengan sayang.
"Aunty enggak usah kasih kado tapi Tiara pengennya adik bayi ini segera lahir. " ucapnya dengan polos.
"Sabar sayang calon adik bayi satu bulan lagi akan lahir. " sahut Velly dengan lembut.
"Iya Aunty. " Tiara mencium pipi Velly dengan lembut setelah itu mendaratkan ciuman di perut buncit auntynya tersebut.
Setelah itu Tiara kembali ke tempat orang tuanya dan memotong kue ulang tahunnya. Velly merasa gemas dan tak genti hentinya senyum menghiasi di bibirnya kala dia memperhatikan Tiara yang menerima kado dari kakek, nenek dan lainnya.
Setelah acara potong kuenya selesai kini para tamu menikmati makanan dan minuman yang tersedia di sana.
Mommy Keyla menghampiri Alana kemudian mengambil alih menggendong baby Vano cucunya lalu membawanya bergabung dengan mommy Raissa dengan yang lainnya.
Alana langsung pergi mengambil minuman di ujung ruangan lalu meneguknya sambil memperhatikan puterinya yang kini bersama bibi dan pamannya yaitu Nayla dan Davin.
Edward segera menghampiri istrinya lalu merangkul pinggang Alana dari samping. Setelah minum Alana mengembalikan gelasnya di atas meja lalu menoleh ke samping dan tersenyum.
"Kenapa Kamu menyusulku Daddy? " goda Alana pada suaminya.
Mommy. " balas Edward mengerlingkan sebelah matanya.
Edward dan Alana langsung tertawa bersama dan Dia mengelus tangan suaminya yang ada di pinggangnya.
"Putera kita Vano sudah bisa merangkak bagaimana kalau kita membuatkannya adik Mommy? " tawar Edward sambil tersenyum miring.
Alana menyikut pelan dada suaminya kemudian dia menggelengkan kepalanya namun juga tersenyum tipis.
"Biarkan Vano besar dulu Daddy paling enggak enam tahun. " candanya.
"Huft tapi setiap malam kamu harus memberiku jatah 'kan Mom? " tanya Edward sambil tersenyum licik.
"Astaga Daddy mesum. " bisik Alana pelan lalu diapun berbalik dan mengalungkan tangannya di leher Edward.
__ADS_1
Edward terkekeh dan merapatkan tubuh mereka setelah itu bibir mereka bertemu namun hanya sebuah kecupan singkat.
Tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain seolah dunia hanya milik mereka berdua. Alana mengusap pelan wajah tampan sang suami dan tersenyum menatapnya dengan tatapan memuja.
"Terimakasih atas kebahagiaan ini sayang. Aku sangat bahagia sekali dan semuanya yang kamu berikan padaku sangatlah berarti dalam hidupku. " seru Alana tersenyum tulus.
"Dari awal kita bertemu kamu memang sudah ditakdirkan menjadi bagian dalam hidupku hingga saat kita menua nanti. "
"Ya Aku juga sangat beruntung bisa menjadi satu satunya cinta terakhir dalam hidupmu dan menjadi takdir kamu sayang.
Edward dan Alana saling melempar senyuman satu sama lain setelah itu mereka melepaskan pelukan satu sama lain lalu menghampiri keluarga mereka dengan Alana menggandeng tangan Edward.
End Season 1
...Sejak dari awal sudah kuyakin bahwa kamulah takdir cintaku...
...- Alana Natania Luther...
...Percayalah bahwa dalam hatiku Aku sangat bahagia kala Aku menjadi takdir dalam hidupmu. Berulang kali menghadapi badai hingga Aku dan kamu menjadi kita dalam cinta yang sama. ...
...- Edward Alejandro Luther ...
...Satu kali patah hati setelahnya kebahagiaan menghampiri...
...- Nayla Arkansas...
...Terus berjuang demi meraih cintamu hingga tanpa kenal lelah hingga cintaku terbalas membuatku sangat bahagia...
...- Davindra Arkansas...
Meski karena kesalahan namun aku bahagia dengan apa yang terjadi setelah berkali kali menolaknya.
...- Beverly Aulia Stefanus...
__ADS_1
Meskipun kamu bukan yang pertama dalam hatiku namun Kamulah satu satunya yang akan menjadi pemilik hatiku yang terakhir dan selamanya. Akan kuberikan kebahagiaan untukmu asalkan kamu selalu bersamaku.
...- Jonathan Stefanus...