Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Tidak Menyerah


__ADS_3


Nayla turun dari taksi setelah membayarnya. Dia menyeret kopernya menuju ke sebuah hotel ternama dan Nayla langsung masuk ke dalam.Dia berjalan menuju ke bagian resepsionis.


"Mbak saya mau pesan kamar satu, " ucap Nayla


"Atas nama siapa nona? " tanya Resepsionis


"Bella mbak, " jawab Nayla


Resepsionis langsung memberikan kuncinya pada Nayla dan Nayla menerimanya.Setelah itu dia berjalan sambil menyeret kopernya menuju ke kamar no 09.


Sampai di depan kamar Nayla membuka pintu lalu masuk kedalam dan tak lupa menutupnya dari dalam.Dia meletakkan kopernya di dekat lemari kemudian Nayla duduk di Ranjang.


"Apakah mereka semua mencari keberadaanku ataukah hanya berdiam diri, " gumam Nayla


Nayla menggelengkan kepalanya lalu dia memutuskan merebahkan tubuhnya di ranjang kemudian terlelap ke alam mimpi.


Sementara di perjalanan, Edward dan Alana berkeliling mencari keberadaan Nayla.Kini Alana berdecak kesal karena tidak bisa menghubungi nomor ponsel Nayla.


"Nomor Nayla di matikan, " ucap Alana sambil menghela nafas kasar

__ADS_1


"Tenanglah kita pasti akan menemukan adikmu itu, " ucap Edward


"Tapi ini sudah larut malam Ed dan dimana dia akan tinggal," ujar Alaba dengan raut wajah cemasnya


"Sepertinya kita harus memeriksa hotel di Jakarta siapa tahu Nayla menginap disalah satu hotel tersebut, " ujar Edward


Alana mengangguk setuju dengan ucapan kekasihnya dan Edward melajukan mobilnya menuju ke hotel.Dua jam kemudian mereka keluar dari hotel diliputi rasa kecewa terutama Alana karena gagal menemukan Nayla.Edward langsung memeluknya menguatkan sang kekasih yang merasakan kesedihan.


"Kita cari besok lagi saja ya ini sudah larut malam, " tegur Edward


"Iya Sayang sekarang ayo pulang, " jawab Alana dengan pasrah


"Nayla, Kamu sebenarnya ada dimana," batin Alana sendu


Edward menghela nafas kasar dan kembali fokus menyetir.Empat puluh lima menit kemudian mereka telah sampai di depan Mansion Alana.Alana menoleh kearah sang kekasih dengan tatapan sendu.


"Kamu hati hati ya pulangnya," tegur Alana


"Iya Sayang dan kamu harus segera tidur oke," jawab Edward


Alana mengangguk lalu keluar dari mobil Edward.Edward langsung melajukan mobilnya meninggalkan Mansion keluarga Alana.Sementara Alana masuk ke dalam manison dengan langkah gontainya.Dia lamgsung berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang tengah menunggunya.Mommy dan Daddy langsung berjalan mendekati putri sulungnya dengan raut cemasnya.

__ADS_1


"Sayang, Bagaimana kamu sudah menemukan Nayla berada? " tanya Mommy penasaran


"Maaf mommy aku belum bisa menemukan Nayla dan Nomor Nayla tidak aktif," sesal Alana dengan lirih


Mommy kembali menitikkan air matanya dan Daddy langsung memeluknya kembali.Alana yang melihat mommynya hanya bisa diam karena dia tidak bisa berbuat apapun namun besok Alana akan kembali mencari Nayla. Daddy beralih menatap kearah puteri sulungnya tersebut.


"Nak sebaiknya kamu juga istirahat, " ucap Daddy dengan lembut


"Iya Daddy, " jawab Alana singkat


Daddy membawa mommy pergi menuju ke kamar mereka diikuti Alana dari belakang.Dia bergegas menaiki tangga menuju ke kamarnya.Sampai di sana Alana langsung masuk ke dalam dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Nayla, kakak mohon pulanglah," gumam Alana


"Kenapa kamu harus pergi dari Mansion, Nayla padahal semuanya bisa dibicarakan dengan baik baik.Kamu boleh membenci kakak tapi jangan pernah membuat Mommy dan Daddy bersedih seperti ini, " batin Alana lirih


Alana memutuskan memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.Dia berharap besok pagi Alana bisa menemukan keberadaan adiknya Nayla.


TBC


jangan lupa like vote dan komen ya sayang hehehe

__ADS_1


__ADS_2