
Setelah membeli cincin, Mereka semua kini berada di sebuah Restauran.Edward telah memesankan makanan untuk mereka dan kini keempatnya tengah menunggu pesanan. Pesanan mereka diantar oleh pelayan dan Pelayan segera pergi dari sana setelah meletakkannya dimeja.Mereka berempat makan siang bersama sambil mengobrol membahas pernikahan Edward dan Alana besok.
Selesai makan, Edward segera membayar makanan mereka setelah mereka semua keluar dari Restauran dan masuk kedalam mobil.Edward segera melajukan mobilnya menuju ke mansion calon mertuanya.Selama didalam mobil, Edward melirik kearah Alana yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Honey kamu sibuk ngechatting dengan siapa? " tanya Edward penasaran.
"Kiara, Adiknya Nathan dan dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, Sayang, " ungkap Alana sambil tersenyum tipis.
Edward merasa lega mendengarnya dan entah kenapa dia masih saja cemburu jika calon istrinya berdekatan atau chat dengan mantannya yaitu Nathan.Setelah itu dia kembali fokus mengemudikan mobilnya. Beberapa menit kemudian mereka sampai didepan halaman Mansion keluarga Rajendra.
Alana mencium sekilas bibir Edward setelah itu keluar dari mobil sang kekasih begitu juga dengan Mommy Keyla yang tak lupa mengambil paperbag milik puterinya Alana.
"Nanti malam jangan bergadang nak ingat besok kamu menikah, " tegur Mommy Raissa pada calon menantunya Alana.
"Iya Tante, " jawab Alana singkat.
"Jangan lupa nanti malam mimpiin aku calon suami kamu, " sahut Edward sambil terkekeh.
__ADS_1
Alana mengangguk malu malu mendengar ucapan calon suaminya.Edward kembali melajukan mobilnya keluar dari halaman Mansion Alana.Sementara Mommy dan Alana saling melempar senyum kemudian mereka masuk kedalam Mansion.Alana membawa paperbagnya langsung menuju ke kamarnya sementara Mommy bergabung bersama Daddy dan puteri keduanya diruang tamu.
"Bagaimana tadi Mom di butiknya? " tanya Nayla penasaran.
"Seperti biasa Nayla, Calon kakak iparmu posesif melihat Alana memakai gaun dengan bagian dada rendah, " ungkap Mommy sambil tertawa mengingat sikap calon menantunya.
"Haha berarti Kak Edward orangnya cemburuan dan juga posesif, " tebak Nayla sambil tertawa tertahan.
Daddy ikut tertawa mendengar ucapan Nayla mengenai Edward,calon suami Alana. Beberapa menit kemudian Alana menuruni tangga dan bergegas pergi ke dapur.Setelah selesai membuat jus, Alana segera menemui keluarganya sambil membawa dua buah gelas jus.Sampai disana dia langsung duduk disebelah Nayla lalu memberikannya segelas jusnya tentu saja membuat Nayla tersenyum lebar.
"Thanks you kak Al, " ucap Nayla sambil tersenyum.
"Sangat dekat sih kak, " balas Nayla dengan malu malu.
Nayla meminum jusnya hingga tersisa setengah setelah itu meletakkannya diatas meja begitu juga dengan Alana.Mommy menatap puteri sulungnya dengan mata berkaca kaca hal itu juga membuat Alana ikut bersedih.
"Sayang, Besok kamu sudah berganti status menjadi istri dari Edward dan mommy harap kamu bisa menjadi istri yang terbaik untuk Edward selain itu dalam berumah tangga perlu ada komunikasi, saling percaya satu sama lain, jujur dan saling cinta, " ucap Mommy memberi nasehat pada puteri sulungnya.
__ADS_1
"Aku janji akan menjadi istri yang baik dan menurut pada suami, " balas Alana dengan mata berkaca kaca.
"Oh ya Daddy bagaimana dengan gereja yang gunakan untuk berikrar janji apakah sudah siap? " tanya Alana mengalihkan pembicaraan agar tidak bersedih.
"Sudah siap nak dan semuanya beres juga aman, " sahut Daddy tersenyum tipis.
Alana merasa tenang saat ini tapi dia masih teringat dengan Lisa yang masih berkeliaran tak jauh dari keluarganya hal itu tentu saja membuatnya sedikit gelisah.
Nayla tengah mengerutkan dahinya melihat raut wajah kakaknya yang terlihat cemas.Dia segera memegang tangan sang kakak lalu mengenggamnya.
"Please kak jangan pikirkan apapun oke dan ingat kakak besok hari bahagia kak Alana, " tegur Nayla dengan lembut.
Alana menghela nafas panjang lalu mengangguk menyetujui ucapan adiknya. sementara mommy dan Daddy tersenyum senang melihat kedua puteri mereka saling menguatkan satu sama lain.
"Apapun yang terjadi kakak harus jadi wanita yang kuat dan tegar oke, " ujar Nayla sambil tersenyum.
"Iya Nayla, Kamu benar aku harus kuat dan juga tegar dan tidak boleh lemah apapun terjadi, " balas Alana dengan penuh semangat.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa beri like, vote dan komen biar author semangat....