Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Membujuk


__ADS_3

Edward menarik tangan Lisa lalu membawanya keluar dari kantor Alana. Sampai di luar dia langsung melepaskannya dengan kasar sambil menatapnya tajam.


"Diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi Lisa dan aku sekarang tidak mencintaimu lagi.Hanya Alana wanita yang aku cintai sekarang dan selamanya jadi kamu jangan berbuat kerusuhan lagi, " ucap Edward dengan tegas


Lisa mengepalkan kedua tangannya mendengar pernyataan Edward.Dia tidak bisa menerima kenyataan jika Edward memilih Alana daripada dirinya.


"Apa hebatnya wanita sialan itu daripada aku Edward hah? " bentak Lisa dengan penuh emosi


"Alana lebih segalanya daripada kamu Lisa dan sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga karena aku muak melihatmu, " usir Edward datar


Edward berbalik dan berjalan masuk ke dalam Kantor meninggalkan Lisa yang menahan emosinya.Dia pun pergi dari kantor Alana dan masuk ke mobiknya setelah itu melajukan mobilmya keluar dari area kantor Alana. Edward melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kekasihnya.Cklek Edward membuka pintu dan berjalan menghampiri Alana yang duduk di Sofa.Kinanti pun segera keluar dari sana membiarkan bossnya berduaan dengan Edward.


"Sayang kamu marah ya? " tanya Edward setelah mendaratkan pantatnya di Sofa


"Aku kesal banget sama mantanmu itu karena membuang waktuku yang berharga ck, " desis Alana dengan nada sinisnya


Edward menghela nafas kasar lalu dia merangkul Alana dari samping.Setelah itu Dia mencium pelipis Alana dari samping dengan lembut.


"Jangan marah Sayang nanti kecantikanmu luntur lho," rayu Edward


Alana terkikik geli mendengar rayuan Edward yang membuatnya hampir muntah muntah. Dia beralih menatap kekasihnya sambil tersenyum tipis namun sedetik kemudian raut wajahnya berubah menjadi murung.Edward yang peka langsung membawanya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Edward sebaiknya kita mencari Nayla lagi, " ucap Alana dengan lirih


Edward melepaskan pelukannya lalu mengangguk.Keduanya langsung berdiri dan Alana mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan kerjanya diikuti Edward.Alana meraih ponselnya lalu mengirimi pesan pada kinanti setelah itu Nathan.


"Nathan, Nayla dia pergi dari rumah dan kamu harus membantuku mencari keberadaannya sekarang juga, " ucap Alana dalam pesan


Setelah selesai Alana memasukkan kembali ponselnya lalu mereka melanjutkan jalannya dan keluar dari Kantor.


"Kita pakai mobil masing masing Edward," ucap Alana


"Tapi Sayang, " protes Edward


Alana langsung masuk ke mobilnya mengabaikan ucapan Edward dan Edward hanya pasrah lalu dia masuk ke dalam mobilnya.Setelah itu keduanya melajukan mobil mereka dengan beriringan.Mereka berkeliling menelusuri setiap hotel dan mencari nama Nayla.Hingga Alana sampai di tempat dimana tadi pagi dia menghampiri gadis bernama Bella.Alana keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Resepsionis.


"Dia berada di kamarnya Nona dan nomornya 77, " ujar resepsionis tersebut


Alana mengangguk lalu dia segera pergi menuju ke kamar Bella.Sampai di sana dia langsung mengetuk pintunya.. Tok.. tok.. tok. Cklek Nayla membuka pintu dan terkejut melihat kakaknya datang dan Alana juga terkejut namun dia tersenyum lega melihat keadaan adiknya yang baik baik saja.Tanpa pikir panjang Alana langsung memeluk tubuh Nayla adiknya.


"Kakak merindukanmu, Mommy dan Daddy juga khawatir padamu, " bisik Alana


Nayla langsung mendorong keras tubuh kakaknya.Dia kembali memandang Alana dengan tatapan bencinya.

__ADS_1


"Sebaiknya kakak pulang karena aku tidak akan pulang, " ujar Nayla dengan tegas


"Apakah kamu tidak kasihan pada orang tua kita Nay, " bujuk Alana


"Sudahlah aku hanya ingin sendiri jadi kamu jangan ganggu aku, " ucap Nayla dengan nada sinisnya


Alana menghela nafas kasar lalu dia berbalik kemudian pergi meninggalkan kamar Nayla. Diapun keluar dari hotel dan langsung menghampiri Edward dan Nathan yang sudah datang.Alana menatap kearah Nathan dengan tatapan memohon.


"Nathan, ku mohon bujuklah Nayla agar dia mau pulang denganmu karena aku sudah membujuknya namun aku gagal, " ucap Alana pada Nathan


"Baiklah aku akan membujuknya demi kamu Alana, " jawab Nathan sambil tersenyum tipis


"Jangan karena aku Nathan tapi karena kamu sendiri dan sekali lagi ku tegaskan lupakan aku, " ujar Alana


Nathan terdiam lalu dia mengangguk kemudian dia pergi ke hotel dan masuk ke sana menemui Nayla.Sementara Alana menghela nafas lalu menoleh kearah Edward yang terdiam dari tadi.


"Maaf ya aku mengabaikanmu Ed, " sesal Alana


"Baiklah sebaiknya kita segera pergi dari sini dan cari tempat makan, " ajak Edward


Alana mengangguk menyetujui ajakan Edward lalu mereka masuk ke mobil masing masing kemudian melajukannya beriringan dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


TBC


__ADS_2