
"Iya aku setuju Rega dengan proyek ini, " jawab Edward dengan tenang.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu Tuan Edward, " pamit Rega.
Rega berbalik dan berjalan keluar dari ruangan Edward.Sementara Edward kini mengeluarkan ponselnya dan langsung segera melakukan video call dengan gadis yang dicintainya.
"Hai sayang ada apa hemm kamu kangen ya?" tanya Alana dalam video.
"Posisi Kamu sekarang ada di mana sayang?" tanya Edward penasaran.
"Aku masih berada di kantor sayang memangnya ada apa Edward? " jawab Alana
"Enggak papa aku hanya merindukanmu sayang ya sudah aku tutup vcallnya ya, " ucap Edward.
Edward mengakhiri videocallnya dengan sang kekasih lalu memasukkan ponselnya kedalam sakunya.Dia melirik arlojinya menunjukkan angka 12.00 siang setelah itu kembali menghela nafas pelan.Edward bangkit dari kursinya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Setelah selesai Edward segera keluar dari kamar mandi dan memutuskan keluar dari ruangannya.Dia merapikan jasnya yang terlihat berantakan kemudian sampai di luar, Edward hendak masuk ke dalam mobilnya namun ditahan oleh Lisa.Diapun menoleh dan langsung memutar bola matanya malas melihat kehadiran Lisa.
"Ada apa kamu menahan tanganku?" tanya Edward dengan nada datarnya.
"Bisakah kita berbicara sebentar Edward? " tanya Lisa dengan penuh harap.
"Bicaralah, " sahut Edward dengan nada malasnya.
"Bagaimana kalau kita ke restauran sambil makan siang bersama Ed, " ucap Lisa
Edward menimbang nimbang tawaran Lisa lalu dia mengangguk hal itu tentu saja membuat Lisa tersenyum menyeringai. Keduanya langsung masuk kedalam mobil dan Edward melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Tak butuh waktu lama merekapun sampai di sebuah Restauran.
Edward segera memarkirkan mobilnya setelah itu keduanya keluar dari mobil dan berjalan memasuki restauran.Mereka berdua duduk berhadapan dengan Lisa yang melempar senyum kearah Edward namun Edward mengabaikannya.
__ADS_1
"Jadi apa yang ingin kamu katakan Lisa? " tanya Edward tanpa basa basi.
"Maafkan atas sikapku kemarin yang hampir mencelakai Alana kekasihmu Edward, " sesal Lisa dengan raut wajah bersalahnya.
"Harusnya kamu meminta maaf pada Alana bukan aku Lisa, " ujar Edward dengan raut wajah datarnya.
Lisa terdiam mendengar pernyataan Edward. Diapun menghela nafas pelan lalu kembali menatap pria yang dicintainya lagi.
"Baiklah aku akan meminta maaf pada Alana dan selain itu bisakah mulai sekarang kita berteman Ed, " ujar Lisa sambil tersenyum tipis.
Edward langsung bungkam setelah mendengar permintaan Lisa.Sementara Lisa dengan sabar menunggu jawaban dari Edward.Pelayan menghampiri keduanya dan langsung memberikan buku menunya pada mereka.Setelah puas melihat menu Edward dan Lisa mnyebutkan pesanan mereka dan pelayan mencatatnya setelah itu dia pergi.
"Aku tahu kamu pasti sangat sulit mempercayaiku mengingat sikapku kemarin malam tapi percayalah aku benar benar ingin berteman denganmu Edward, " ucap Lisa sambil tersenyum manis.
Sementara Dikantornya, Alana kini tengah sibuk dengan ponselnya karena Nathan saat ini menghubunginya.
"Dimana restaurannya Nathan? " tanya Alana
"Baiklah aku akan kesana, " sahut Alana
Tut Alana mengakhiri percakapannya dengan Nathan terlebih dahulu setelah itu memasukkan ponselnya kedalam tasnya. Diapun keluar dari ruangannya dan bergegas keluar dari kantor lalu masuk kedalam mobilnya.
Setelah itu Alana melajukannya dengan kencang menuju ke Restauran Dahlia.Empat puluh lima menit kemudian Alana sampai di restauran Dahlia.Dia keluar dari mobil dan melihat Nathan yang sudah menunggunya.
"Sebenarnya ada apa kamu mengajakku kemari Nathan? " tanya Alana.
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu saja Al dan ayo masuk kedalam, " ajak Nathan sambil tersenyum tipis.
Alana hanya mengangguk dengan pasrah lalu keduanya berjalan pelan memasuki Restauran.Alana langsung melirik kearah
__ADS_1
kesekelilingnya dan kini tatapannya tertuju pada Edward dan juga Lisa.Dimana dia melihat Lisa yang mengajak Edward mengobrol namun Edward hanya diam saja.
"Bukankah itu Edward dan juga Lisa, " batin Alana.
"Alana, " panggil Nathan
"Eh iya Nathan, " sahut Alana sambil tersenyum tipis kearah Nathan
Mereka berduapun langsung duduk dikursi tidak jauh dengan meja Edward dan juga Lisa. Sementara Alana tengah memperhatikan Edward dan juga Lisa.Tiba tiba Hatinya berdenyut sakit melihat kekasihnya bersama dengan mantannya.Nathan memperhatikan Alana yang sedari hanya diam dan diapun segera memegang tangan gadisnya hingga membuat Alana terkejut.
"Kamu kenapa sih Al kok sedari tadi sepertinya tidak fokus? " tanya Nathan dengan lembut.
"Aku enggak papa kok Nathan, " elak Alana sambil menepis pelan tangan Nathan dari atas tangannya.
"Oh aku kira kamu kenapa kenapa Al, " jawab Nathan dengan senyum tipisnya
"Pelayan, " panggil Nathan
Pelayan segera menghampiri Alana dan Nathan lalu memberikan listnya.Alana segera memesan makanannya begitu juga dengan Nathan setelah itu pelayanpun pergi.
Beberapa menit kemudian pelayan kembali dengan membawa pesan Alana dan Nathan lalu menaruhnya dimeja setelah itu pelayan pergi.Nathan memulai makan dan dia mengerutkan dahinya melihat Alana yang diam tanpa menyentuh makanannya.
"Sebenarnya ada apa sih Al sedari tadi kamu hanua diam dan sepertinya kamu tengah memikirkan sesuatu? " tanya Nathan.
"Aku sudah tidak berselera Nathan dan makanannya buat kamu saja, " ucap Alana dengan nada datarnya.
Alana menyambar tasnya lalu bangkit dan berjalan meninggalkan Nathan yang menatapnya bingung.Dia langsung bergegas menghampiri Edward yang kini tengah bersama dengan Lisa.
TBC
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen
jika ada typo maafkan author ya wkwkwk