
Hari berganti hari telah terlewati dengan cepat, Edward beserta keluarga kecilnya kini berada di mansion keluarga Alana berkumpul bersama orang tua Edward juga.
Kini kandungan Alana tengah berusia empat bulan dan puteri mereka Tiara sudah berumur umur 6 tahun kemarin.
Alana dan Edward memperhatikan puteri mereka yang tengah bermain bersama dengan para kakek dan neneknya.
"Aku jadi kangen Nayla. apakah Nayla danĀ Davin masih lama honeymoonnya di Paris. "
"Mereka honeymoon sekaligus liburan di sana sayang lebih baik kita fokus pada calon anak kita ini. " seru Edward sambil mencium perut buncit istrinya.
"Ya sudah kita cari udara segar yuk Sayang. "
"Baiklah Ayo. " Edward membantu istrinya berdiri lalu mereka berjalan keluar dari mansion.
Edward dan Alana kini duduk di Gazebo menikmati udara segar di pagi hari.Alana tersenyum melihat tingkah suaminya yang terus menerus menciumi perut buncitnya.
"Hubby kamu pinginnya baby boy atau baby girl? " tanya Alana sambil tersenyum.
"Sama saja sayang tapi aku yakin jenis kelaminnya baby boy. " pungkasnya.
"Kamu yakin sekali hubby. " Alana tersenyum sambil mengusap kepala suaminya dan juga perutnya secara bergantian.
"Feeling Sayang. "
Edward kembali mencium perut buncit istrinya setelah itu menyandarkan tubuhnya di sofa seperti halnya dengan Alana.
"Aku sangat senang hubby rumah tangga kita harmonis dan kita semakin mesra di tambah kehadiran Tiara dan calon anak kita ini. " tandasnya sambil mengusap perut buncitnya.
Edward menanggapinya dengan senyuman kemudian dia merangkul pinggul istrinya. Setelah itu Edward mendaratkan ciuman di bibir sang istri sekilas.Alana tersenyum manis menatap suami tercintanya begitu juga dengan Edward.
__ADS_1
"Nanti malam mommy mengadakan pesta jadi kamu enggak boleh lelah oke. " ujar Edward dengan nada posesifnya.
"Iya Sayang iya. " Alana tersenyum melihat sikap posesif suaminya.
"Kamu tunggu di sini aku mau ke kamar mandi. "
Alana mengangguk membiarkan suaminya pergi.Edward segera masuk ke dalam mansion meninggalkan Alana sendiri di Gazebo.
Merasa bosan Alana berdiri dengan pelan pelan dan berjalan meninggalkan Gazebo.Dia berpapasan dengan sang suami yang menuntun masuk ke dalam mansion.
Keduanya duduk di sofa dengan pelan pelan dan hati hati.orang tua mereka tersenyum melihat kebahagiaan keluarga kecil Edward dan Alana.
"Alana sayang kamu sudah periksa 'kan kandungan kamu nak supaya tahu jenis kelaminnya? " tanya Mommy Raisa pada menantunya.
"Aku dan Edward enggak mau memeriksakan nya Mom karena kami ingin ini menjadi kejutan untuk kita semua. " balas Alana sambil tersenyum manis.
Alana menyandarkan tubuhnya di sofa sambil mengelus perut buncitnya dengan lembut.
"Mommy Keyla, Aku ingin jus buatan
mommy. "
"Iya Sayang mommy akan buatkan. " Mommy Keyla tersenyum tipis kearah puterinya lalu beranjak dari duduknya dan berlalu dari sana.
Beberapa menit kemudian
Mommy Keyla kembali dengan membawa segelas jus lalu memberikan pada puteri sulungnya.Alana tersenyum lebar lalu menerimanya kemudian meneguk Jus buatan sang mommy tercinta setelah itu dia langsung meletakkannya di atas meja.
Tiara menghampiri sang mommy lalu Edward mengangkat tubuh puterinya kemudian meletakkanya di tengah tengah antara dirinya dan Alana.Seperti biasa Alana mengusap lembut rambut puteri kecilnya.
__ADS_1
"Mom, hari ini Aku akan menginap di Mansion kakek Arka dan nenek Raissa boleh 'Kan Mom? " tanya Tiara.
"Boleh sayang tapi jangan nakal ya. " balas Alana sambil tersenyum.
Tiara tersenyum girang lalu mengangguk kearah Alana.
"Iya Mommy. " Tiara segera menghampiri ke dua neneknya dan mengajaknya pulang. Mommy Raissa dan Daddy Arka langsung menggandeng tangan cucu mereka itu.
"Alana, Edward mommy dan Daddy ajak Tiara pulang. " ucap Mommy Raisa.
"Kalian hati hati. "
Mommy Raissa mengangguk lalu mereka bertiga meninggalkan ruang tamu.Setelah kepergian mertuanya dan putri kecilnya, Alana kembali menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memandang kedua orang tuanya.
"Mom, Bagaimana kalau Aku dan Edward tinggal sementara di Villa kita itu karena aku ingin ke sana lagi. " papar Alana mengeluarkan keinginannya.
"Selain itu di sana tempatnya asri, jangan dingin dan juga sejuk. "
"Ya Mom aku setuju dengan ide Alana. " sahut Edward tersenyum tipis.
"Baiklah sayang kalian boleh ke sana tapi ingat Alana kamu enggak boleh kelelahan ya nak. " tegur Mommy Keyla.
Alana mengangguk dengan cepat dengan apa yang dikatakan mommynya.Dia kembali megelus perut buncitnya bergantian dengan Edward.
Mommy Keyla merasa sangat senang melihat raut wajah puteri sulungnya yang di penuhi senyum bahagia.Di sisi lain mommy juga merindukan dengan puteri keduanya yang tengah honeymoon dan liburan di Paris hampir tiga bulan.
TBC
jangan lupa vote nya guys biar author semangat..
__ADS_1