
Nathan melangkahkan kakinya gontai memasuki mansion.Wajahnya terlihat frustrasi mengingat pembicaraannya bersama dengan Nayla.
Dia berjalan melewati keluarganya yang ada di ruang tamu.Nathan langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Kiara langsung menatap orang tuanya secara bergantian melihat Nathan yang terlihat kacau barusan.
"Kak Nathan kenapa ya Mom,Dad? "
"Entahlah sayang Mommy juga enggak tahu ada apa dengan kakakmu, " balas Mommy Maureen.
Kiara mengedikkan bahunya lalu kembali bermain game di ponselnya.Sementara Mommy Maureen meletakkan majalahnya di meja lalu beranjak dari sana dan menyusul puteranya di kamar.
Di kamar Nathan.
Tok tok tok suara pintu di ketuk dari luar.
"Nathan buka pintunya ini mommy, " ucap mommy dengan lembut.
"Masuklah mom pintu enggak di kunci, " serunya.
Cklek mommy membuka pintunya lalu masuk ke dalam.Dia berjalan menghampiri putera sulungnya yang tengah duduk diatas ranjang.
mommy mengusap kepala Nathan dengan lembut sontak membuat Nathan mendongakkan kepalanya menatap sang mommy.
"Kenapa sayang ada apa katakan sama Mommy? "
"Mom kenapa Nathan terlambat menyadari perasaan Nathan pada Nayla setelah Nayla berhenti mengejarku dan memilih bersama pria lain, " tukasnya.
Mommy terdiam mendengar pertanyaan dari puteranya dan dia kembali melanjutkan mengusap kepala puteranya.
"Mommy tidak bisa menjawabnya karena hanya kamu sendiri lah yang bisa menjawabnya, " jawab Mommy.
"Hanya dua hal yang bisa kamu lakukan sekarang yaitu melepaskan atau berjuang. "
__ADS_1
Nathan meletakkan kepalanya diatas pangkuan sang Mommy dan dia kini tengah memikirkan apa yang dikatakan mommynya.
"Sepertinya melepaskan Mom, karena Nayla sudah mencintai Davin sekarang. " tandasnya dengan lirih.
mommy Maureen menahan tangis melihat kisah cinta puteranya yang gagal untuk ke dua kalinya namun dia tidak bisa berbuat apa apa.
"Sabar ya nak. "
"Ya sudah Mommy keluar dulu, "
Nathan mengangkat kepalanya lalu duduk dengan tegak.Mommy beranjak keluar dari ruangan Nathan dan tak lupa menutup pintunya.
"Nay, maafkan aku yang dulu menolakmu dan sekarang aku menginginkanmu Nayla meskipun itu tidak mungkin. "
"Seandainya kamu memberiku kesempatan aku akan menggunakannya untuk menebus kesalahanku dulu. " ujar Nathan dengan lirih.
Nathan kembali menghela nafas lalu melepas jam tangannya dan juga ponselnya kemudian meletakannya diatas nakas.Setelah itu beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Nathan keluar dengan handuk melilit di pinggangnya setelah itu pergi ke lemari dan mengambil kaos dan celana lalu memakainya.
"Halo Nathan ada apa? " tanya Nayla diujung sana.
"Nay, Aku merindukanmu. "
"Lebih baik kita berteman saja Nathan dan kamu harus lupakan aku.Selain itu anggap saja kita bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal. " tuturnya.
Tut Nayla mematikan sambungannya terlebih dahulu hal itu membuat Nathan membuang nafasnya kasar.Dia mengambil bingkai foto dari dalam laci meja.Nathan tersenyum tipis melihat foto masa kecilnya bersama Alana, Nayla dan Kiara adiknya.
"Nayla, Kamu dulu selalu mencari perhatianku dan juga sangat manja jika di dekatku dan tentu saja membuatku merindukan masa masa itu. " Nathan tersenyum tipis mengingat masa kecil mereka dimana Nayla selalu mencari perhatian Nathan namun Nathan selalu menganggapnya sebagai penganggu dan sering mengabaikan Nayla.
Nathan mengusap lembut fotonya setelah itu memasukkannya kembali ke dalam laci.Lalu dia beranjak dari sana dan keluar dari kamar.
Tap tap tap suara langkah kaki Nathan menapaki lantai.
__ADS_1
Dia bergegas ke dapur mengambil minuman dingin setelah itu pergi ke ruang tamu dan duduk di sofa sambil meneguk minumannya.
Nathan mengerutkan dahinya lalu dia meletakkan minumannya diatas meja dan merasa penasaran dengan undangan yang di bawa oleh adiknya Kiara.
"Ki, Undangan apa yang kamu bawa itu? " tanya Nathan pada adiknya.
"Em ini undangan pernikahan Nayla dan Davin kak. " jawab Kiara dengan pelan.
Nathan terkejut mendengarnya dan dia merasa kesempatan mendapatkan kembali cinta Nayla sudah pupus.Mommy yang paham merasa iba dengan putera sulungnya itu.
"Siapa yang mengantarkan undangan itu Ki? " tanya Nahan.
"Oh tadi yang antar kak Nayla sebentar setelah itu dia langsung pulang. "
Nathan terdiam lalu dia merebut undangan nya setelah itu menatap nanar undangan pernikahan dengan tertera dengan indah na lma Nayla dan Davin hal itu membuat hati Nathan hancur berkeping keping.
Kiara memperhatikan kakaknya dengan intens dan dia paham melihat kesedihan di kedua manik kelam sang kakak.
"Kak Nathan, Are you okay now? "
"Yes, I am fine Kiara. "
"Aku harap Nayla akan selalu bahagia dengan Davin. "
Nathan meletakkan undangannya diatas meja setelah itu Dia menyandarkan tubuhnya di sofa.Lalu Nathan meraih ponselnya kemudian mengirimi pesan ke Nayla.
"Selamat atas pernikahanmu dengan Davin. "
"Terimakasih atas ucapannya dan Aku harap kamu juga menemukan kebahagiaanmu sendiri. " balasnya dengan tulus.
Nathan terkekeh membaca balasan chat dari Nayla tanpa membalasnya lagi.
"Kebahagiaanmu hanya ada padamu Nayla hanya kamu. " batin Nathan.
__ADS_1
TBC
jangan lupa like, vote dan komen..