Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Memikirkannya


__ADS_3

Alana kini tengah membicarakan pernikahan nya dan Edward dengan kedua orang tuanya dan adiknya Nayla.Mereka bertiga terlihat setuju dengan penjelasannya tentu saja membuat Alana merasa sangat lega.


"Jadi besok aku dan tante Raisa akan pergi ke butik mencari gaun pernikahan, " ungkap Alana.


"Baiklah sayang mommy akan ikut kamu dan juga calon mertua kamu pergi ke butik


besok, " ujar mommy sambil tersenyum.


"Iya Mommy boleh kok lagian biar lebih seru kalau Mommy juga ikut, " ungkap Alana tersenyum tipis.


Setelah itu Alana beralih melirik jam tangannya menunjukkan angka 06.00 sore setelah itu dia kembali memandang orang tuanya secara bergantian.Nayla ikut bahagia karena sebentar lagi kakaknya akan menikah dengan pria yang dicintainya.


"Kak Alana sebaiknya kita masak yuk, " ajak Nayla sambil tersenyum.


"Baiklah Ayo biarkan mommy duduk santai dan mengobrol bersama dengan Daddy, " ucap Alana dengan senyum tipis dibibirnya.


Alana dan Nayla langsung berdiri kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tamu dan bergegas pergi ke dapur.Mommy dan Daddy merasa senang melihat kedua puteri mereka sangatlah kompak.Mommy beralih menatap kearah Daddy sambil tersenyum.


"Tak terasa ya Dad waktu berlalu dengan cepat padahal anak anak kita kemarin masih kecil dan kini keduanya sudah dewasa.Tak lama kemudian keduanya akan menikah dengan pria yang mereka cintai masing masing, " ungkap Mommy dengan mata berkaca kaca.


Daddy ikut terharu mendengar ucapan istrinya lalu dia mencium kening mommy sekilas setelah itu menjauhkan wajahnya. Daddy kini mengenggam tangan Mommy sesekali mengecupnya sekilas.


"Inilah hidup Mommy dan tak lupa kita juga semakin tua sudah saatnya menimang cucu, " sahut Daddy sambil terkekeh.

__ADS_1


"Sama Daddy, Mommy juga sudah tidak sabar menimang cucu namun masih lama kayaknya ya, " ucap Mommy sambil terkikik.


Beberapa menit kemudian Alana berjalan menghampiri kedua orang tuanya.Dia mengerutkan dahinya melihat orang tuanya yang tengah tertawa bersama.


"Bahas apa ini Mom, Dad sepertinya seru banget? " tanya Alana penasaran.


"Mommy dan Daddy sudah tak sabar menimang cucu dari kamu dan Nayla nak," jawab Daddy sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah sabar ya Mommy Daddy soalnya masih lama lebih baik kita makan malam, " ucap Alana mengalihkan pembicaraan karena kedua pipinya kini memerah malu.


Mommy mengangguk begitu juga dengan Daddy lalu mereka berdua berdiri dan berjalan menuju ke meja makan sementara Alana sudah sampai disana terlebih dahulu.Mereka berempat makan malam bersama lagi dengan raut wajah bahagia yang tercetak jelas diwajah mereka masing masing.


"Alana, Nayla, Mommy sangat bahagia sekali melihat kalian berdua yang akur lagi seperti dulu dan apalagi bisa makan malam bersama lagi berempat, " ucap Mommy sambil tersenyum simpul.


"Iya Mommy aku juga sangat senang banget kalau kita bisa berkumpul seperti ini lagi, " jawab Nayla sambil tersenyum tipis.


Merekapun makan malam dengan tenang hanya ada suara sendok yang saling beradu satu sama lain.Tak butuh waktu lama mereka akhirnya selesai makan malam.Alana langsung meneguk segelas air hingga tersisa setengah setelah itu mengusap bibirnya dengan tisu.Nayla melirik jam tangannya menunjukkan angka 07.00 setelah itu beralih menatap kearah Alana.


"Kak Al, kita ngobrol yuk di balkon, " ajak Nayla.


"Iya ya sudah kalian ke balkon saja nak mengobrol berdua biar meja makan, Mommy yang bereskan, " sahut Mommy tersenyum tipis.


"Baiklah Ayo Nay kita ke balkon atas, " jawab Alana tersenyum tipis.

__ADS_1


Alana dan Nayla pergi meninggalkan kedua orang tuanya di meja makan.Mereka bergegas menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar Nayla dan keduanya masuk kedalam.Setelah itu mereka langsung menuju ke balkon kamar Nayla.



Alana memilih duduk dibawah sementara Nayla duduk dikursi berbentuk lingkaran. Nayla menghela nafas pelan setelah itu dia melirik kakaknya.


"Setelah kak Alana menikah nanti pasti kakak akan sibuk dengan kak Edward dan kita akan jarang mengobrol bersama kak, " ucap Nayla dengan lirih.


"Nayla, Kakak janji akan datang kesini menemui kamu dan Mommy juga Daddy, " ucap Alana dengan nada seriusnya.


"Iya Kak yang penting kak Alana bahagia aku juga ikut bahagia dan jangan lupa beri aku keponakan lucu dan manis ya kak, " goda Nayla sambil tertawa kecil.


"Pasti aku janji akan bahagia dan soal keponakan masih lama, " balas Alana dengan pipi merona.


Nayla terkikik geli melihat rona merah dipipi kakaknya hal itu tentu saja membuatnya senang karena berhasil menggoda Alana, kakaknya.Sementara Alana hanya bisa tersenyum menanggapi godaan dari adiknya. Setelah itu keduanya kembali berdiri dan menatap bintang bintang dilangit.Beberapa menit kemudian mereka kembali masuk ke dalam.


"Nayla istirahatlah oke jangan begadang dan memikirkan yang tidak perlu, " tegur Alana.


"Kak Alana juga ya tapi boleh memikirkan kak Edward saja oke, " goda Nayla lagi.


"Pastinya ya sudah kakak kembali ke kamar kakak dulu, " ujar Alana.


Alana keluar dari kamar Nayla dan bergegas menuju ke kamarnya.Sampai disana dia langsung masuk kedalam dan tak lupa menguncinya.

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA BERI LIKE, VOTE DAN KOMENTAR YA READERKU SAYANG.. 💕 💞


__ADS_2