Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Extra part Kamulah Takdirku


__ADS_3

Pernikahan Selena dan Xander sangat bahagia dan lengkap ketika hadirnya dua anak mereka yang sangat tampan dan cantik serta lucu dan pintar.




William Grayson River dan Qiana Pevlina River.


Suara teriakan menggema di taman samping mansion.Qiana kini tengah berlari mengejar sang kakak William yang sedari tadi menganggunya.


Selena yang melihat tingkah kedua anaknya hanya tersenyum dan menggeleng pelan.


"Kak Willy, Qiana capek ngejar kakak terus. " gerutunya sambil mengusap peluh.


William menghentikan larinya lalu berbalik dan menghampiri adiknya tersebut.Dengan lembut Dia usap peluh di dahi adiknya kemudian menatapnya penuh sayang.


" Maafkan kakak yang membuatmu kelelahan Del. " sesal William.


"Hehe kakak kena. " Qiana langsung menggelitiki pinggang William.


William meringis kegelian lalu menahan tangan adiknya setelah itu tertawa bersama.Selena tersenyum bahagia melihat kedua anaknya yang sangat akur dan saling meyayangi satu sama lain.


Selena beranjak dari duduknya lalu meraih dua botol minuman setelah itu menghampiri anak anaknya.


"Ini Willy, Qiana minum dulu sayang. " ucap Selena dengan lembut.


"Terimakasih Mommy! We love you Mommy. " ujarnya kompak.


"Love you too My Prince and My princess! Ya sudah kalian lanjutkan mainnya ya.


"Ya Mommy. "


Selena kembali duduk di kursi dan memperhatikan kedua anak anaknya lagi. Tak lama kemudian Xander duduk di sebelahnya membuat Selena menoleh dan menatapnya heran.


"Lho Dad bukankah Daddy harusnya di kantor. " ucap Selena heran.


"Meeting di tunda Mom makanya Daddy memutuskan pulang. " balas Xander tersenyum tipis.


William dan Qiana menghampiri kedua orang tuanya yang mengobrol.Selena tersenyum melihat kedua anaknya berjalan mendekat.

__ADS_1


"Mom bagaimana kalau kita pergi piknik bersama aunty Silvia. " ucap William dengan antusias.


"Iya Mom benar kata kak Willy aku juga kangen sama aunty dan kakek juga nenek. " sahut Qiana dengan mata berbinar.


Selena menatap suaminya yang mengangguk lalu kembali memandang putera puterinya.


"Baiklah sayang Mommy setuju. Kalau begitu ayo masuk dulu ke dalam mansion Willy,


Qiana. "


"Iya Mom. "


Mereka berempat masuk ke dalam mansion dan duduk di sofa ruang tamu.Selena pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk piknik nanti.


Satu jam kemudian Selena menenteng tas piknik lalu menghampiri suami dan anak anaknya.


"Ayo kita berangkat dan tadi Mommy sudah beritahu aunty Via dan aunty Via setuju. " ujar Selena pada kedua anaknya.


"Yeay kita piknik. " pekik Qiana kegirangan.


Xander mengambil tas pikniknya lalu merekapun ke luar dari mansion dan masuk ke mobil. Xander melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat piknik.


Satu jam kemudian


Mereka berada di sebuah danau yang letaknya ada di sebuah pedesaan.Tempatnya yang sejuk dan rindang menjadikan Selena sebagai pilihannya untuk piknik.


Setelah menggelar tikar dan menata makanannya.Selena mengobrol bersama adiknya Silvia serta kedua mertua dan orang tuanya sedangkan Xander menemani putera puteri mereka makan.


"Oh ya Via kapan kamu menyusul kakak menikah? " tanya Selena pada adiknya tersebut.


"Ayolah kak Selena umurku baru 21 tahun aku belum kepikiran untuk menikah. " elak Silvia sambil memakan buah apel.


"Padahal kakak dulu nikahnya umur 19 tahun lho dan sekarang umur 26 tahun. " ledek Selena pada sang adik.


Silvia mencebikkan bibirnya kesal dan melotot kearah Selena yang menertawakannya. Sedangkan para pasangan paruh baya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik tersebut.


"Sudahlah Selena jangan jahil terus pada adikmu nak. " sahut Mommy Velly.


"Ya Mom. " Selena tersenyum melihat Silvia yang menjulurkan lidahnya kearahnya.

__ADS_1


Selena menghampiri suami dan kedua anaknya.Xander dengan manisnya menyuapi sang istri dengan potongan buah dan Selenapun membuka mulutnya dan langsung mengunyahnya.


Setelah itu tatapannya tertuju pada kedua anaknya yang tengah makan.


"Kak Willy yuk kita main petak umpet. " ajak Qiana pada sang kakak.


"Baiklah ayo. " Willy menghabiskan makanan nya lalu berdiri.


"Mainnya jangan jauh jauh ya sayang. " tegur Selena pada kedua anaknya.


"Yes Mom. " jawab keduanya kompak.


Willy dan Qiana langsung bermain petak umpet bersama dan itu tak luput dari pengawasan Selena dan Xander. Xander meraih tangan istrinya lalu mengecupnya sekilas membuat Selena menoleh.


"Apa Mommy masih memikirkan kejadian yang kemarin sayang. " ucap Xander pada sang istri.


"Iya Daddy, Willy hampir celaka gara gara menolong Kayla puterinya Jackson dan Aline. Aku tidak membenci anak itu malahan menyukai gadis cilik itu hanya saja sebal pada Aline yang sejak dari dulu tak berubah Dad. " keluh Selena dengan nada jengkelnya.


Para orang tua mereka hanya diam begitu juga Silvia mendengar keluh kesah yang diucapkan Selena barusan.


"Yang terpenting putera kita Willy baik baik saja 'kan dan jangan pikirkan apapun lagi oke. " rayu Xander dengan pandangan tertuju pada kedua anaknya yang tengah bermain.


"Kayaknya aku mau ikut main petak umpet sama Willy dan Qiana dulu. " Silvia beranjak dari duduknya lalu menghampiri kedua keponakannya tersebut.


Selena mengulum senyumnya sambil menggeleng kecil melihat tingkah adiknya tersebut.Diapun menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dengan nyamannya.


"Aunty ikut main petak umpet ya Willy, Qiana? " tanya Silvia sambil tersenyum.


"Iya Aunty. " pekik Qiana senang.


"Nah sekarang aunty tutup mata aku dan kak Willy akan bersembunyi. "


"Okey. "


Silvia pun menutup matanya dan kedua keponakannya langsung bersembunyi.Tak lama kemudian dia membuka matanya dan bergegas mencari Willy dan Qiana.


"Willy, Qiana. " ucap Silvia pelan sambil menelusuri sekitaran danau.


Tak lama kemudian Silvia menangkap tubuh Qiana setelah itu Willy.Mereka bertiga tergelak bersama sama dan bergegas kembali menekui keluarga mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2