
Kini Alana memandang kearah orang tuanya secara bergantian dan dengan tatapan penuh selidik.
"Mom, Dad bagaimana kalian berhasil membujuk Nayla untuk pulang? " tanya Alana penasaran
"Maaf sayang kami gagal membujuk adikmu, " ucap Mommy dengan raut wajah bersalahnya
"Ya sudah kalau dia masih keras kepala tidak mau pulang ke Mansion sebaiknya tidak usah bujuk dia lagi karena aku juga malas untuk membujuknya lagi, " ujar Alana dengan nada datarnya
Mommy dan Daddy menghela nafas kasar mendengar ucapan puteri sulungnya. Sementara Alana menyandarkan tubuhnya disofa sambil menikmati minuman dinginnya. Setelah menghabiskan minumannya, Alana melirik jam tangannya menunjukkan angka 05.00 sore.Setelah itu meraih ponselnya dan menghubungi sang kekasih.
"Sayang, sekarang kamu sedang apa? " tanya Alana
"Memangnya kenapa honey kamu saat ini sedang merindukankan aku ya? " goda Edward
"Iya tentu aku merindukanmu sekaligus saat ini aku sedang bosan, " keluh Alana
"Baiklah aku akan kesana sekarang, love you honey, " ucap Edward
Tut Edward mengakhiri percakapan mereka terlebih dahulu.Setelah itu Alana meletakkan ponselnya diatas meja.Alana menyandarkan tubuhnya di sofa sambil sesekali memijit kepalanya.Mommypun bangkit dari duduknya dan berpindah duduk disebelah puteri sulungnya.
"Mom, apakah sebegitu bencikah Nayla padaku hingga dia tidak mau pulang ke mansion kita ini Mommy, " ujar Alana dengan nada lirihnya
"Enggak sayang Nayla hanya butuh waktu untuk sendiri suatu saat kelak nanti dia akan memaafkanmu sayang, " ucap Mommy dengan lembut
Alana berhenti memijit kepalanya dan diapun menaruh kepalanya dipangkuan sang Mommy.Mommy dengan lembut membelai kepala puteri sulungnya.Sementara Daddy tersenyum tipis melihat dua perempuan kesayangannya sedang mencurahkan hati masing masing.
__ADS_1
"Sayang, Ingatlah Mommy dan Daddy tidak pernah sekalipun membedakan kamu dan Nayla.Kami berdua sangat menyayangi kalian sayang dan mencintai kalian lebih dari nyawa kami, " ujar Mommy sambil tersenyum
"Terimakasih Mommy, Daddy kalian mencintai kami sepenuh hati dan maafkan aku yang gagal menjadi kakak yang baik untuk Nayla, " ucap Alana dengan lirih
"Sayang jangan berpikir seperti itu kamu sudah menjadi kakak yang baik untuk Nayla. Mungkin Nayla saat ini hanya salah paham padamu Alana sayang, " tegur Mommy dengan lembut
Alana mengangkat kepalanya dan duduk dengan tegap lalu dia memeluk tubuh mommynya.Mommy mmbalas pelukan puterinya dan tak lupa memberikan kecupan sayang dikening Alana.Beberapa menit kemudian mereka melepaskan pelukannya.
Tak lama kemudian Edward memarkirkan mobilnya di depan Mansion keluarga rajendra.Dia keluar dari mobil dan hendak masuk ke dalam namun tiba tiba ponselnya berbunyi kembali.Edward langsung segera mengeluarkan ponselnya dan kemudian berdecih setelah tahu jika Lisalah yang menghubunginya.
"Dasar gadis tidak tahu mau, " geram Edward
Tut Edward mematikan ponselnya lalu memasukkan kembali kedalam saku.Dia kembali berjalan memasuki mansion calon mertuanya.Di dalam Mansion Edward melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.
"Sore nak Edward, " jawab Daddy Arsa tersenyum tipis menatap Edward
Edward langsung duduk di sofa yang kosong sementara Alana masih duduk di samping sang Mommy.Dia langsung memberi kode agar Alana duduk disebelahnya.Alana yang pekapun hanya menggeleng berniat menjahili sang kekasih.Mommypun tersenyum tipis melihat putrinya yang jahil pada Edward
"Sayang sudah sana duduk disebelah nak Edward bukankah kamu yang menyurihnya kesini, " ucap Mommy pada Alana
"Iya Mommy, " jawab Alana sambil nyengir
Alana bangkit dari duduknya dan berpindah duduk di sebelah kekasihnya.Edward tersenyum senang dan dia merangkulnya dari samping.
"Sayang, Bagaimana kalau kita percepat pernikahan kita? " tanya Edward
__ADS_1
Alana terkejut dan dia langsung menoleh menatap kearah sang kekasih.Dia terus memperhatikan wajah Edward yang terlihat sangat serius saat ini.Sebenarnya dia setuju dengan ucapan kekasihnya mengingat umur mereka sudah matang tapi bagaimana dengan adiknya yang masih marah sama dirinya.
"Aku setuju denganmu Edward tapi bagaimana dengan Nayla yang masih terus terusan marah padaku? " tanya Alana meluapkan beban pikirannya saat ini
Edward menghela nafas kasar lalu dia menangkup wajah wanitanya kemudian menatapnya dengan penuh cinta.
"Sayang, ini kebahagiaan kita dan lagian umur kita sudah cukup matang.Untuk masalah adikmu Nayla biarkan dia tenang dulu okey. Jika dia sudah tenang kita akan menemui Nayla bagaimana? " tawar Edward dengan lembut
"Baiklah sayang aku setuju denganmu, " jawab Alana sambil tersenyum manis
"Tunggu lamaran resmi dariku honey, " bisik Edward sambil mengecup sekilas bibir Alana
Alana mengangguk lalu dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Edward dan Edward memeluknya dengan posesif.Kedua orang tua Alana ikut bahagia karena puteri sulung mereka sudah menemukan kebahagiaannya. Alana beralih menatap kedua orang tuanya secara bergantian sambil tersenyum.
"Menurut mommy dan Daddy bagaimana soal pernikahan aku dan Edward? " tanya Alana
"Tunggu lamaran resmi dari kekasih tampanmu itu dulu sayang baru setelah itu kita pikirkan rencana pernikahan kalian berdua, " ujar Mommy sambil tersenyum
"Siap Tante, Om aku akan segera melamar Alana, " sahut Edward tersenyum tipis
TBC
jangan lupa like vote dan komentar
please jangan lupa setelah baca beri like, vote dan komen ya biar author semangat
__ADS_1