Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Pernikahan


__ADS_3

Malam harinya di Mansion keluarga Luther, Mereka kini tengah makan malam bersama. Mommy memperhatikan raut wajah puteranya yang memancarkan kebahagiaan diwajahnya hal itu tentu saja dia ikut bahagia.


"Oh ya Mom, Dad aku sudah membeli Mansion baru untuk aku dan Alana tinggali, " ungkap Edward sambil tersenyum tipis.


"Apakah setelah menikah kalian akan langsung pindah nak? " tanya Mommy dengan raut penasaran.


"Iya Mommy, " jawab Edward singkat.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan makan malamnya bersama.Tak lama kemudian ketiganya telah selesai makan, Edward mengambil tisu kemudian mengusapkannya Di bibirnya.


"Nak sebaiknya kamu istirahatlah dulu Karena besok Hari pernikahanmu, " their Mommy dengan lembut.


"Iya Mommy kalau begitu aku ke Kamar duly, " pamit Edward.


Edward langsung beranjak dari sana Dan kemudian menaiki tangga menuju ke kamarnya.Sementara Mommy mencuci piring di dapur setelah itu dia dan Daddy langsung ke kamar mereka untuk beristirahat.


💕...💕


Pagi harinya Edward dan keluarganya bersiap menuju ke gereja hari ini.Mereka bertiga keluar dari Mansion dan langsung masuk ke mobil.Sopir langsung melajukan mobilnya diikuti para bodyguard yang menggunakan mobil lain.


Empat puluh lima menit kemudian akhirnya mereka tiba di Gereja.Mereka bertiga langsung keluar dari mobil.Edward merapikan tuxedonya yang sedikit berantakan setelah itu dia dan keduanya berjalan memasuki gereja. Edward melirik sekilas Nathan dan keluarganya sudah hadir disana.Dia bergegas menghampiri rivalnya dan tersenyum tipis kearah Nathan.


"Thanks sudah hadir dalam acara pernikahan aku dan Alana, " ucap Edward dengan tulus.


"Iya Sama sama dan berjanjilah kalau kamu akan selalu membuat Alana bahagia dan juga selalu melindunginya terutama dari Lisa, " ucap Nathan dengan raut wajah serius.


"Aku janji akan membahagiakannya dan melindunginya meskipun nyawaku jadi taruhannya, " balas Edward dengan tegas.

__ADS_1


Setelah itu Nathan memeluk calon suami Alana sekilas setelah itu melepaskannya. Edward melirik arlojinya menunjukkan angka 08.00 pagi setelah itu dia beralih kearah pintu.Nathan yang mengertipun langsung menepuk pelan bahu Edward.


"Tenanglah Alana dalam perjalanan kesini, " ujar Nathan.


"Iya Kamu benar Nathan, " balas Edward sambil tersenyum tipis.


Tak lama kemudian kedua orang tua Alana berada di sisi kanan dan kiri mereka berjalan memasuki Gereja.Alana tampil cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna putih.Edward terpesona dengan penampilan calon istrinya.


Nathan yang melihat Alana ikut terpesona menikmati kecantikan wanita yang sebentar lagi menjadi istri rivalnya.Edward segera berjalan menuju ke depan di dekat pendeta sambil menunggu Alana menghampirinya. Daddy Arsa segera menyerahkan tangan puterinya pada Edward dan Edward dengan sigap mengenggamnya.


"Edward, Daddy serahkan puteri Daddy pada kamu dan sekarang Alana menjadi tanggung jawabmu untuk itu lindungi dan cintai dia sepenuh hatimu, " ucap Daddy Arsa.


"Iya Daddy Aku janji kepadamu, " jawab Edward.


Daddy mengangguk lalu dia menyingkir dari hadapan mempelai.Sementara Mempelai menghadap kearah pendeta. Pendeta mulai membacakan doa doa untuk keduanya hingga sampailah menyebutkan janji suci pernikahan.


"Sekarang giliran mempelai wanita, " ucap Pendeta.


"Saya Alana Natania Rosella menerima Edward Alejandro Luther sebagai suami saya. Saya akan selalu mencintai dirinya dan selalu berada disisinya dalam keadaan apapun, " ucap Alana.


"Silahkan pasangkan cincin ke jari pasangan," ujar Pendeta.


Mommy Raissa berjalan mendekati mempelai lalu membuka kotak cincinnya.Edward langsung mengambil cincinnya kemudian memasukkannya kedalam jari manis Alana setelah itu bergantian dengan Alana.


"Baiklah Mulai sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami istri, " ujar Pendeta.


Edward dan Alana saling menatap satu sama lain sambil tersenyum manis.Edward berjalan mendekati istrinya kemudian dia meencium bibir Alana dihadapan para tamu dan Alana membalas ciuman sang suami.Dari Kejauhan Nathan ikut tersenyum senang meskipun dalam hatinya merasa sakit.Edward dan Alana menyudahi ciuman mereka setelah itu Edward merangkul pinggang sang istri dan berjalan menghampiri keluarganya.

__ADS_1


Momny Keyla dan Daddy Arsa langsung menghampiri keduanya dan bergantian memeluk kedua mempelai sambil mengucapkan selamat.


"Sayang selamat ya nak sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, " ucap Mommy Keyla sambil menitikkan airmata karena merasa terharu.


"Iya Mommy Terimakasih, " balas Alana sambil tersenyum manis.


Setelah itu giliran Mommy Raissa yang mendekati Alana kemudian dia langsung memeluk tubuh menantunya dan Alana membalas pelukan mertuanya setelah itu Mommy melepaskan pelukannya.Mommy Raissa tersenyum bahagia melihat sang menantu.


"Akhirnya sayang kamu menjadi bagian dari keluarga Luther nak dan mommy sangat bahagia sekaligus senang.Oh ya sayang jangan lupa segera buatin mommy dan daddy cucu oke, " ucap Mommy sambil menggoda Alana, menantunya.


Blush.. kedua pipi Alana merona mendengar ucapan sang mertua.Semua orang tertawa melihat raut Alana yang terlihat malu malu. Alana langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami dan hal itu membuat Edward terkekeh.


"Siap Mommy, kami berdua akan bekerja keras membuat lima anak, " celetuk Edward dengan santainya.


"Hubby, " rengek Alana dengan pipi merona mendengar ucapan suaminya.


"Kenapa sayang malu ya, " goda Edward sambil menatap wajah istrinya.


Alana mendengus mengabaikan godaan suaminya dan dia beralih menatap kearah Nathan yang berjalan menghampirinya.Alana melirik suaminya dan Edward mengangguk. Edward melepaskan rangkulannya dan membiarkan istrinya mendekati Nathan dan Dia sebenarnya cemburu melihat istrinya berpelukan dengan Nathan namun kali ini dia menahan egonya.


"Alana kamu harus bahagia ya bersama suamimu, " ucap Nathan sambil menatap Alana.


"Pasti Nathan dan kamu juga harus temukan kebahagiaanmu sendiri Nathan, " tegur Alana dengan lembut.


"Iya Aku janji akan mencar kebahagianku sendiri, " balas Nathan tersenyum tipis.


Alana merasa lega mendengarnya setelah itu dia kembali ke tempat suaminya berdiri. Sementara Nathan langsung memilih pergi meninggalkan mereka terlebih dahulu dengan perasaan hampa dihatinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2