Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Pingsan


__ADS_3

Kini keluarga Rajendra sampai di halaman Mansion keluarga Luther.Mereka bertiga langsung keluar dari mobil.Edward dan kedua orang tuanya langsung menghampiri mereka. Mereka semua berjalan menuju ke halaman belakang dimana pesta akan di gelar.




Para orang tua memilih duduk di kursi yang sudah dikelilingi banyak lampu sementara yang muda memilih berkumpul di tempat lain. Mereka semua duduk di sebuah sofa tak jauh dari keberadaan orang tua mereka.Nathan terus terusa mencuri pandang kearah Alana yang bermanjaan dengan Edward begitu juga dengan Nayla yang memperhatikan Nathan namun dia memilih segera membuang muka.


"Kak Alana sebaiknya kita siapkan makanan yuk, " ajak Nayla.


"Ayo Nayla, " balas Alana sambil tersenyum tipis.


"Aku ikut ya, " sahut Kinanti


Alana mengangguk mengiyakan ucapan asistennya tersebut.Mereka bertiga meninggalkan para prianya yang kini saling melempar tatapan tajam.Davin menghela nafas pelan merasakan aura mencekam diantara kedua pria disebelahnya hal itu tentu saja membuatnya jengah.


"Stop saling menatap tajam sebaiknya kita ikut bakar bakar ikan atau apapun itu, " ujar Davin dengan nada jengahnya.


Edward mengalihkan pandangannya lalu menghela nafas pelan lalu mengangguk menyetujui ide Davin.Keduanya langsung pergi meninggalkan Nathan sendiri.


Sementara para gadis langsung menata semua makanannya diatas meja.Sedangkan para laki laki selesai membakar ikan lalu menaruhnya diatas meja.Alana,Nayla dan Kinanti kini beralih menata minuman di sebelah makanan.Setelah selesai mereka semua langsung bergabung bersama orang tua mereka.


"Aku sekarang kita menyantap makanan yang sudah ada di meja sekarang, " ujar Daddy Arka.


"Iya Om terimakasih aku sudah lapar nih, " balas Davin sambil nyengir.

__ADS_1


Semua orang terkekeh mendengar ucapan Davin yang sangat jujur.Nayla langsung mengambil minuman begitu juga dengan Kinanti.Mereka semua menyantap makanannya sambil membahas hal hal yang lucu menambah ramainya BBQ party kali ini.


Sementara Lisa dan orang tuanya sudah berada di depan Mansion Keluarga Lurher. Mereka bertiga langsung berjalan menghampiri keluarga Luther dan keluarga Rajendra yang sedang berpesta.


"Selamat sore semuanya, " sapa Lisa dengan senyum manisnya.


Edward dan Alana langsung menoleh lalu keduanya terkejut melihat kehadiran Lisa juga orang tuanya.Sementara Nathan langsung mengerutkan dahinya melihat kehadiran Lisa yang membuatnya sedikit curiga.Lisa memandang Edward dan Alana secara bergantian dengan senyum mengembang dibibirnya namun tidak dengan Edward dan Alana yang kini menatapnya dengan tatapan penuh selidik.


"Aku bolehkan bergabung bersama kalian menikmati makanan lezat dan juga bercanda bersama kalian semua? " tanya Lisa dengan penuh harap.


"Sepertinya kamu tengah merencanakan sesuatukan Lisa? " tanya Nathan yang kini berdiri disamping Alana.


"Kenapa kamu curigaan sekali Nathan padahal aku mencoba berubah, " ucap Lisa dengan pura pura bersedih.


Edward dan Alana kembali duduk dikursinya begitu juga dengan Nathan.Sementara Lisa diam diam tengah tersenyum puas dan dia pergi menuju ke tempat minuman berada.


Dia segera mengeluarkan botol kemudian membukanya setelah itu menuangkan cairannya kedalam salah satu minuman. Kemudian Lisa memasukkan kembali botolnya kedalam saku setelah itu dia mengambil dua gelas jus orange lalu membawanya menuju ke tempat Alana.


Sampai disana Lisa segera memberikan satu gelas jus dan mensruhnya di meja depan Alana setelah itu dia duduk disebelah Nathan. Nathan melirik kearah Lisa yang diam diam tersenyum hal itu tentu saja membuatnya curiga setelah itu dia kembali menatap Alana. Dia terkejut melihat Alana yang sudah meminum jusnya.


"Al, Kenapa kamu meminum Jus orangenya? " tanya Nathan dengan nada tinggi.


"Memangnya ada apa Nathan? " tanya Alana dengan raut wajah bingungnya.


"Lisa sepertinya mencampurkan sesuatu kedalam minuman kamu Al, " ungkap Nathan.

__ADS_1


Nathan menoleh dan terkejut melihat Lisa yang sudah tidak ada disampingnya hal itu membuat Nathan geram dan emosi. Sementara semua orang terkejut mendengar pengakuan Nathan terutama Edward dan juga Alana.Alana langsung berdiri namun tiba tiba kepalanya pusing dan tak sadarkan diri. Edward terkejut dan dengan sigap menahan tubuh sang kekasih.


"Alana, " ucap Mommy Keyla dengan raut terkejutnya.


Edward langsung menggendong Alana dan bergegas pergi dari halaman belakang diikuti yang lainnya.Dia meletakan Alana kedalam mobil setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke rumah sakit.


Sementara mommy keyla menangis dalam pelukan Daddy begitu juga Nayla yang ada di pelukan Davin.


"Sebaiknya kita susul ke rumah sakit sekarang, " ujar Nathan


"Iya Ayo kita susul Edward, " sahut Davin.


Sementara Edward sampai di rumah sakit dan dia langsung berteriak memanggil dokter sambil menggendong Alana.Dokter dan suster datang dengan membawa brankar dan Edward meletakkan Alana.Suster mendorong brankarnya menuju ke ruangan UGD dan Edward menunggunya di luar.


"Sialan Lisa aku akan membalasmu, " maki Edward dengan penuh emosi sambil meninju tembok.


Edward mengusap wajahnya kasar lalu mengeluarkan ponselnya dan memberitahu orang tuanya dimana Alana ditangani setelah itu dia memasukkan ponselnya kembali kedalam saku.Beberapa menit kemudian semua orang datang menghampiri Edward termasuk Nathan.


"Nak, Bagaimana kondisi puteri tante?" tanya Mommy Keyla pada calon menantunya dengan berlinangan air mata.


"Alana sedang ditangani dokter, Tante, " ucap Edward dengan lirih.


Kedua orang tua Edward menghampiri puteranya dan Edward langsung memeluk mommynya dan menangis.Mommy Raisa mengelus punggung puteranya yang bergetar. Sementara Nathan mengertakkan giginya melihat Alana yang celaka dan ini semua karena Lisa.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu Lisa, " batin Nathan.

__ADS_1


__ADS_2