Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Marah dan Kecewa


__ADS_3

***


Jangan lupa like, vote dan komentar oke hehe dan tahan emosi kalian wkwkwk


Maafkan author kalau ada typo karena author sering kali typo haha..harap maklum ya reader


selamat membaca.. 💞


Edward terkejut melihat kekasihnya berdiri di depannya.Alana menatapnya dengan tatapan datar dan beralih menatap kearah Lisa. Sementara diam diam Lisa tersenyum menyeringai melihat kehadiran Alana yang datang dengan raut wajah cemburu.


Alana beralih menatap kearah Lisa dengan raut wajah dimginnya.Dia mengambil minuman Edward dan byur dia menyiramkan kopinya ke kepala Lisa.Lisa melotot sekaligus terkejut dengan tindakan nekat Alana begitu juga dengan Edward.


"Apa kamu sudah gila hah menyiramku dengan kopi? " teriak Lisa dengan raut wajah emosi


"Ini tidak seberapa lagian kopinya sudah dingin dan harusnya aku menyirammu dengan kopi panas.Dasar wanita murahan berani beraninya kamu masih mendekati kekasihku dengan alasan berteman cih menjijikkan sekali, " maki Alana dengan sarkas


Lisa tidak terima dengan ucapan Alana dan diapun langsung berdiri dan hendak melayangkan tangannya pada pipi Alana namun Alana menahannya.Dia langsung menepis kasar tangan Lisa.


"Jangan sentuh wajahku dengan tangan kotormu sialan, " bentak Alana dengan nada tinggi

__ADS_1


Pelanggan lain menoleh dan memperhatikan mereka lalu berbisik bisik dan Alana tidak peduli akah hal itu.Nathanpun langsung bangkit dari duduknya setelah mendengar teriakan Alana dan dia segera menghampiri Alana.


Edward menghampiri kekasihnya dan mencoba menenangkannya namun Alana menepisnya dengan kasar.


"Jangan mendekati aku tetaplah di tempatmu, Edward, " ujar Alana dengan nada sinisnya tanpa menoleh kearah Edward.


Edward menghela nafas kasar melihat kekasihnya marah besar.Sementara Alana kini kembali menatap Lisa dengan sinis.


"Kenapa kamu masih disini wanita murahan apakah kamu masih menunggu aku sampai aku merusak wajahmu yang cantik itu yang kamu gunakan untuk menggoda kekasih orang hah," ujar Alana dengan sarkas


Lisa langsung mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Alana.Diapun menyambar tasnya lalu pergi meninggalkan mereka karena tak tahan mendengar bisikan bisikan pelanggan lain.Sementara Edward kini langsung mengeraskan rahangnya melihat kehadiran Nathan di dekat kekasihnya.


"Alana,kenapa kamu bisa datang bersama dengan Nathan? " tanya Edward dengan nada datarnya.


"Jika kamu tidak bisa membuat Alana bahagia lebih baik kamu lepaskan dia dan kembalilah pada mantan terindahmu itu, " sindir Nathan.


Setelah mengatakan hal itu, Nathan segera pergi keluar dari Restauran disusul Edward. Dia langsung melajukan mobilnya menuju ke mansion yang dia beli atas nama Alana. Didalam mobil, Edward terngiang dengan ucapan Nathan barusan.


"Sial, Aku tidak akan pernah melepaskan Alana, " umpatnya

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Edward sampai di Mansion barunya.Dia segera memarkirkan mobilnya dan merenung didalam mobil.Dia menyandarkan tubuhnya di kursi mengingat kekasihnya marah besar dan dipastikan Alana tidak akan mau bertemu dengannya.


"Dasar bodoh kau Edward, " makinya pada diri sendiri.


Edward merogoh ponselnya dan menekan nomor kekasihnya namun hanya terdengar suara operator hal itu tentu saja membuat Edward semakin kesal.


Dia kembali menghubungi Alana namun sekarang malah tidak aktif nomornya sontak membuat Edward merasa bersalah dengan Alana.Diapun memasukkan ponselnya kedalam saku celananya lagi.


Edward keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Mansionnya yang baru.Sampai di dalam Dia langsung duduk di sofa dan meredakan emosinya yang tersulut karena kehadiran Nathan.


"Alana maafkan aku sayang, " gumam Edward dengan rasa bersalahnya.


Sementara Alana kini berada di Villa milik keluarganya.Dia berada di dalam kamarnya dan mengurung dirinya disana.Alana duduk di balkon sambil menikmati angin sore di Villa yang terasa sejuk dan nyaman.


"Sebaiknya aku disini beberapa hari saja sekalian mendinginkan kepalaku yang hampir meledak saat melihat Edward bersama wanita murahan itu, " desis Alana sambil memijat pelan kepalanya.


Alana berhenti memijat kepalanya dan dia langung mengeluarkan ponselnya.Dia berdecih melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Edward dan juga pesan namun dia enggan membalasnya.


"Aku membencimu Edward, " ujar Alana dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Jika aku wanita lemah pasti aku sudah meminta putus dari Edward dan hal itu tentu saja membuat wanita murahan itu sangat senang dan bahgia tapi sayangnya aku tidak seperti itu cih, " gerutu Alana.


TBC


__ADS_2