
Nayla hanya diam melihat kedua orang tuanya yang tengah emosi.Dia merasa kesal karena mereka selalu membela kakaknya terus terusan.
"Nayla, Apa yang kamu lakukan hingga kamu berani beraninya mengusir kakakmu dari sini hah, " bentak Daddy dengan penuh emosi
"Karena aku muak melihatnya Dad, Dia bisa bahagia dengan cintanya sementara aku masih harus berjuang.Selain itu Kak Alana selalu ikut campur urusanku, " ucap Nayla dengan nada datarnya
"Alana melakukannya demi kebaikanmu sayang, " sahut Mommy dengan lembut
"Kalian selalu membelanya, " ucap Nayla dengan sinis
"Sudahlah Mommy aku tidak mau membahas puteri kesayangan kalian itu, " jawab Nayla datar
Nayla bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan ruang tamu.Sementara Mommy menenangkan Daddy yang terlanjur emosi atas sikap puteri bungsu mereka.
"Kenapa Nayla tiba tiba berubah sikapnya Daddy? " tanya Mommy dengan raut sendunya
"Sepertinya Nayla iri dengan apa yang dimiliki Alana,Mommy dan mungkin ini juga salah kita, " balas Daddy
__ADS_1
Mommy langsung memeluk Daddy dan Daddy membalas pelukannya.Keduanya saling menguatkan satu sama lainnya.
Nayla kini berada di dalam kamarnya.Dia menaruh tasnya di meja rias setelah itu pergi ke kamar mandi.Selesai mandi dan berganti pakaian, Nayla langsung duduk di atas ranjang.Dia melirik alarmnya menunjukkan angka 06.00 sore.
"Kenapa semua orang selalu memuji muji dan membela kak Alana apa baiknya dia hingga selalu dielukan orang lain.Bagiku dia hanya wanita egois yang suka ikut campur urusan orang lain," gumam Nayla dengan nada kesalnya
Nayla langsung mengambil foto dirinya bersama Alana yang sedang tertawa.Dia merasa sangat benci pada ALana yang memiliki segalanya cinta, perusahaan dan perhatian mommy juga daddy.
Nayla langsung mengeluarkan fotonya dari dalam bingkai lalu merobeknya hingga tak tersisa kemudian melemparnya ke lantai.
Setelah itu Nayla merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Dia kembali mengingat percakapan dengan Nathan yang lagi lagi menolaknya dan ini semua karena Alana.
Nayla menghela nafas kasar lalu mencoba meredakan amarahnya.Kini Dia terdiam dan sedang memikirkan sesuatu namun beberapa menit kemudian Nayla tersenyum menyeringai.
"Aku akan membuatmu menderita kakakku sayang, " ucap Nayla tersenyum menyeringai
Nayla bangun dan duduk dengan tegap. Setelah itu dia bangkit dari ranjangnya lalu keluar dari kamar.Dia berjalan menuruni tangga dan dari kejauhan Nayla melihat mommynya yang selesai menata makanan. Dia bergegas menuju ke meja makan dan duduk dikursinya.Mereka bertiga makan malam tanpa adanya Alana.Selama makan, Nayla nemperhatikan kedua orang tuanya yang terlihat sedih namun Dia mengabaikannya.
__ADS_1
"Daddy, Mommy kangen Alana," ucap Mommy dengan lirih
"Ayolah Mommy, puterimu tidak hanya dia saja aku juga puterimu kenapa masih mencarinya, " desak Nayla dengan emosi
"Cukup Nayla jangan bentak mommymu sebaiknya kamu lanjutkan makanmu atau pergi ke kamarmu saja, " sahut Daddy yang terpancing emosinya
Prak.. Nayla menaruh sendoknya dengan keras lalu dia bangkit dari kursinya kemudian pergi meninggalkan meja makan.Mommy menatap nanar punggung putri bungsunya yang pergi ke kamarnya.Daddy meredakan emosinya lalu mengenggam tangan wanita paruh baya tersebut.
"Mommy, jangan dimasukkan dalam hati ucapan Nayla tadi, " ucap Daddy dengan lembut
"Sebagai Mommy aku telah gagal mendidik puteriku,Daddy," ucap Mommy dengan lirih
"Sebaiknya kita istirahat saja Mommy, " ajak Daddy
"Aku bereskan ini Dulu, " jawab Mommy
Mommy membawa piring kotornya ke dapur lalu mecucinya.Setelah itu Dia menghampiri sang suami dan mereka pergi ke kamar dan masuk ke dalam.
__ADS_1
TBc
jangan lupa like vote yang banyak dan komen ya readerku 💞💞💕