
Alana langsung bergegas menuju ke kamarnya sambil membawa beberapa paperbag belanjaannya.Sampai didalam kamar, dia langsung meletakkannya dimeja riasnya.Setelah itu dia langsung pergi ke kamar mandi.Satu jam kemudian Alana keluar dengan jubah mandinya dan berjalan menuju ke lemari.Dia mengambil salah satu dress santainya kemudian memakainya. Drt. drt tiba tiba ponselnya berbunyi dan Alana langsung berjalan menuju ke nakas dan langsung mengambilnya.
"Kiara, tumben chat aku, " batin Alana
Alana langsung duduk diatas ranjang setelah mengakhiri chatnya dengan Kiara, adik Nathan.Dia menghela nafas pelan mengingat kebersamaannya dengan Kiara dan juga Nathan saat mereka masih kecil.
"Aku juga kangen sama kamu Kiara karena aku sudah anggap kamu seperti adikku sendiri, " gumam Alana tersenyum tipis.
Alana menaruh ponselnya diatas meja setelah itu bangkit dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya menuruni tangga.Dia bergegas menuju ke ruang tamu menemui keluarganya. Sampai disana Dia langsung duduk disebelah adiknya Nayla.Nayla menoleh dan dia langsung mengerutkan dahinya melihat raut wajah kakaknya.
"Kak Alana sepertinya kakak sedang mencemaskan sesuatu? " tanya Nayla penasaran.
"Tadi saat aku dan Edward di Mall, ada seorang gadis yang memakai kaca mata mengikuti kami berdua dan Edward menebaknya jika gadis itu adalah Lisa yang menyamar, " ungkap Alana panjang lebar.
Kedua orang tua Alana terkejut sekaligus cemas begitu juga dengan Nayla.Alana menghela nafas pelan setelah itu kembali memandang kedua orang tuanya secara bergantian.
"Nak, Lalu bagaimana apakah gadis itu berhasil ditangkap? " tanya Mommy dengan raut cemasnya.
"Aldi gagal menangkapnya karena Lisa menggigit tangan Aldi, " jawab Alana.
__ADS_1
"Lalu apakah kamu baik baik saja nak? " tanya Daddy dengan raut cemasnya sama seperti Mommy.
"Aku dan Edward enggak papa kok Mommy, " balas Alana tersenyum tipis.
Mommy dan Daddy merasa lega mendengar penuturan Alana.Nayla langsung memeluk tubuh kakaknya dari samping dan dia juga lega karena Alana baik baik saja.
"Kak Alana tenang ya pasti Daddy dan kak Edward akan selalu melindungi kakak oke, " bujuk Nayla dengan lembut.
"Iya Nak, apa yang dikatakan adikmu benar sebaiknya jangan pikirkan gadis itu karena itu akan jadi urusan Daddy dan juga kekasihmu Edward.Daddy tidak akan membiarkannya menyakitimu lagi nak, " ucap Daddy dengan raut wajah serius.
Nayla melepaskan pelukannya dari tubuh Alana, Kakaknya.Alana kini merasa tenang mendengar ucapan sang Daddy.Alana kini tengah menyandarkan tubuhnya disofa. Sementara sang mommy tengah ada di dapur membuat minuman.
Beberapa menit kemudian Mommy kembali dengan membawa nampan berisi minuman dan langsung meletakkannya diatas meja. Alana segera mengambil secangkir teh dan menyeruputnya secara perlahan setelah itu memgembalikannya diatas meja.
"Iya Mommy terimakasih atas minumannya, " ucap Alana sambil tersenyum.
"Sama sama sayang, " balas Mommy dengan lembut.
Sementara dikediaman Mansion keluarga Luther, Edward dan Daddynya keluar dari ruangan kerja Daddy Arka.Keduanya bergegas ke ruang tamu bergabung bersama Mommy yang tengah membolak balik majalahnya.
Edward langsung duduk disofa sesekali melirik jam tangannya setelah itu memperhatikan Mommynya.Mommy meletakkan majalahnya setelah itu beralih menatap putera semata wayangnya.
__ADS_1
"Nak, Bagaimana kalau dua hari lagi kamu dan Alana menikah di gereja terlebih dahulu menurutmu bagaimana Edward? " tanya Mommy Raisa.
"Aku sangat setuju mommy lebih cepat lebih baik.
"Baiklah nak Mommy akan mengajak Alana pergi ke butik besok, " ucap Mommy sambil tersenyum.
Edward mengiyakan ucapan sang mommy lalu dia segera mengeluarkan ponselnya dan mengirimi chat pada calon istrinya dengan wajah bahagianya.Sementara Daddy langsung menghubungi keluarga dekatnya supaya hadir dalam pernikahan Edward setelah selesai Daddy menutup ponselnya.
"Sayang dua hari lagi kita akan menikah di gereja, " ungkap Edward.
"Hah bukannya terlalu cepat sayang? " tanya Alana.
"Lebih cepat lebih baik honey bagaimana kamu setujukan ide mommyku? " tanya Edward.
"Oke honey aku setuju ya sudah aku kasih tahu orang tuaku dulu, " balas Alana.
Edward memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.Setelah itu kembali melihat orang tuanya dengan senyum terbit dibibirnya.
"Alana setuju dengan ide mommy, " jawab Edward sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau calon menantuku menyetuju ide mommy, " balas Mommy dengan senyum penuh kelegaan.
__ADS_1
TBC