Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Truth Or Dare


__ADS_3

Seperti biasa jangan lupa beri vote like dan komentar oke biar author semangat hehe 💞


Selamat membaca...💕💕


Kini Alana dan Edward berada di penthouse milik Nayla.Mereka berempat tengah mengobrol bersama di ruang tamu.Edward dan Davin tersenyum senang melihat gadis gadis yang mereka cintai telah berbaikan lagi. Alana dan Nayla kini tengah mengobrol berdua dengan asyiknya mengabaikan para pria dan para pria hanya bisa pasrah.


"Nayla, saat aku menginap di Villa aku melihat ayunan tentu saja mengingatkan kita saat kita masih kecil.Dulu aku dan kamu sering kali bermain ayunan, " ujar Alana sambil tersenyum sumringah mengingat masa kecil mereka.


"Wah benarkah kak kapan kapan kita ke Villa yuk kak, " ajak Nayla sambil tersenyum lebar.


"Aku setuju ajak juga Mommy dan Daddy sekaligus kita bisa liburan di Villa bagaimana? " tanya Alana.


"Iya Kak aku sangat setuju dengan ide Kak Alana, " balas Nayla sambil tersenyum tipis.


Alana langsung menyeruput minumannya setelah itu meletakkan kembali diatas meja. Setelah itu dia beralih menatap kearah kekasih dan juga sahabat adiknya.


"Maaf ya kami berdua mengabaikan kalian, " ucap Alana sambil tersenyum kikuk.


"Siap siap sayang aku akan menghukummu, " ujar Edward sambil tersenyum menyeringai kearah Alana.


Alana berdecih melihat senyum menyebalkan dari kekasihnya itu. Sementara Nayla yang melihatnya hanya bisa tertawa begitu juga dengan Davin.


"Bagaimana kalau kita main truth or Dare, " celetuk Davin


"Aku setuju dengan Davin bagaimana menurutmu kak? " tanya Nayla.


Edward dan Alana saling berpandangan satu sama lain kemudian Alana mengangguk menyetujui ide Davin.Nayla langsung berdiri lalu pergi meninggalkan ruang tamu.Sepuluh menit kemudian dia kembali dengan membawa botol plastik lalu menaruhnya di meja.Mereka berempat memutuskan duduk dilantai.


"Jadi peraturannya bagaimana? " tanya Edward penasaran.


"Permainan ini cukup mudah jika lawanmu memutar botolnya Kemudian botolnya menunjuk kamu maka kamu harus memilih salah satu yaitu kejujuran atau melakukan tantangan dari si pemberi tantangan, " ujar Davin panjang lebar.


"Sepertinya permainan yang menarik, " ucap Edward sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Jadi siapa yang mau memutar botolnya terlebih dahulu?" tanya Davin


Nayla mengangkat tangannya dengan penuh semangat dan diapun memulai memutar botolnya di meja.Botol berhenti dan menunjuk kearah Alana tentu saja membuat Edward senang bukan kepalang.


"Aku yang akan memberi pertanyaan pada kekasihku, " ucap Edward sambil menyeringai.


"Kamu pilih Truth or Dare sayang? " tanya Edward.


Alana terdiam memikirkan pilihan yang diberikan oleh kekasihnya.Sementara Edward kini tengah tersenyum penuh arti menatap kearah sang kekasih.


"Aku pilih Dare, Edward, " tanya Alana sambil tersenyum tipis.


"Jad tantangannya adalah kamu harus duduk dipangkuanku sekarang juga sesekali mencium bibirku dan ingat kamu tidak boleh protes jika kamu melanggar kamu akan mendapatkan hukumannya sayang, " ujar Edward sambil tersenyum licik.


Alana terbelalak sekaligus melotot mendengar tantangan dari kekasihnya.Davin dan Nayla tertawa melihat reaksi terkejut dari Alana.Sementara Edward tersenyum penuh kemenangan melihat kekasihnya yang kini tak berkutik.


Alana menghela nafas kasar lalu diapun duduk di pangkuan Edward dan Edward merangkulnya dari depan.Alana hanya bisa menatap sinis kekasihnya sesekali dia menoleh dan mencium Edward sekilas setelah itu mereka kembali melanjutkan permainannya.Alana memutar botolnya dan kini botolnya menunjuk kearah Nayla.


"Pilih truth or dare ?" tanya Alana


"Truth saja deh, " balas Nayla dengan cepat


Alana terkekeh melihat raut wajah adiknya yang terlihat gugup.Sementara Nayla menunggu dengan harap harap cemas dengan pertanyaan yang akan ditanyakan kakaknya.


"Apakah kamu masih mencintai Nathan, Nay?" tanya Alana dengan hati hati.


Nayla langsung bungkam mendengar pertanyaan Alana mengenai perasaannya pada Nathan.Davin yang paham dengan perasaan sahabatnya itu langsung mengenggam erat tangan Nayla hingga membuat Nayla menoleh dan menatapnya. Nayla menghela nafas pelan dan setelah itu kembali menatap kakaknya Alana.


"Saat ini aku berusaha melupakannya kak, " jawab Nayla sambil tersenyum tipis.


"Maafkan aku ya Nayla karena aku membuatmu bersedih lagi, " sesal Alana dengan rasa bersalahnya.


"Enggak papa kak lebih baik kita lanjut mainnya, " ujar Nayla mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


Alana mengecup sekilas bibir Edward lalu dia turun dari pangkuan Edward.Setelah itu Edward kini yang memutar botolnya dan menunjuk kearah Davin.Dia menatap Davin sambil tersenyum penuh arti tentu saja membuat Davin curiga dengan senyum Edward.


"Kamu pilih Truth or Dare, Vin? " tanya Nayla.


"Dare, " jawab Davin sambil tersenyum penuh percaya diri.


"Kamu harus cium Nayla di depan aku dan Alana bagaimana berani tidak Davindra Arkansa? " tanya Edward sambil menyeringai kearah Davin.


Davin berdecak kesal melihat senyum Edward yang menyebalkan.Dia beralih menatap Nayla yang terlihat kaget dengan pertanyaan Edward dan Davin segera mengenggam tangan Nayla lagi. Setelah itu Davin langsung mendekatkan wajahnya dan cup dia mencium bibir Nayla dengan lembut.


Edward tersenyum puas melihat Davin yang mencium Nayla.Beberapa menit kemudian Davin menyudahi ciumannya dan kini dia merasa bersalah karena telah menciumnya Nayla.Nayla menundukkan kepalanya karena malu dengan tindakan Davin barusan.Davin kembali menatap Edward dengan raut wajah puasnya.


"Sudah puaskan Tuan Edward yang terhormat," ujar Davin.


"Oke kita lanjut lagi mainnya, " sahut Alana.


Kini giliran Davin yang memutar botolnya dan botolnya menunjuk kearah Edward tentu saja Davin akan membalas kelakuan Edward tadi.


"Truth or Date Om? " tanya Davin sambil tersenyum mengejek kearah Edward.


Edward beralih menatap kearah kekasihnya setelah itu dia kembali menatap Davin dan Nayla secara bergantian.


"Aku pilih Dare, " jawab Edward.


Davin dan Nayla saling berbisik bisik kemudian mereka kembali menatap Edward dan Alana secara bergantian sambil tersenyum penuh arti.


"Kak Edwardkan punya mantan jadi bagaimana kalau kak Edward mencium mantan kakak di depan kakak Alana? " tanya Nayla sambil terkekeh.


Edward dan Alana terkejut mendengar pertanyaan Nayla.Alana tidak rela jika kekasihnya mencium Lisa dan dia beralih menatap Edward dengan raut wajah dinginnya.Sementara Edward langsung memberi tatapan tajamnya pada Davin dan Nayla yang tertawa mengejeknya.


TBC


Budayakan setelah baca jangan lupa beri like, Vote pakai poin dan komentar ya

__ADS_1


__ADS_2