
Sekuat mana cinta kita menghadapi ujian yang menerpa rumah tangga kita..
^^^Edward - Alana ^^^
Sampai di rumah sakit,Alana kini tengah di tangani oleh dokter.Sedangkan Edward dan Nathan menunggunya diluar.Nathan kini tengah menghubungi Adam, orang suruhannya tadi untuk mencari siapa pelakunya.
Edward mengusap wajahnya kasar lalu menghubungi orang tuanya dan juga mertuanya untuk datang ke rumah sakit setelah selesai dia menyimpan ponselnya di dalam saku.
"Ini salahku jika aku tidak hilang ingatan, Alana tidak akan mengalami seperti ini.Aku gagal menjaga istri dan calon anak kami, " sesal Edward sambil menangis.
Jonathan berjalan mendekati Edward dan memeluknya sekilas setelah itu dia berusaha menguatkan mantan rivalnya itu.
Beberapa menit kemudian semua keluarga Edward dan Alana datang menghampiri Nathan dan Edward.Daddy Arka langsung memeluk puteranya tengah rapuh saat ini.
Sedangkan Mommy Keyla tak henti hentinya menangis dalam pelukan Daddy Arsa begitu juga dengan Nayla.
Satu jam kemudian Dokter keluar dari ruangan UGD.Edward melepaskan pelukannya dari sang Daddy dan menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaan istriku Dokter? " tanya Edward dengan raut khawatirnya.
Dokter terdiam sejenak lalu menghela nafas pelan setelah itu dia kembali menatap Edward dengan raut menyesalnya.
"Maafkan Kami tuan janin dalam kandungan nyonya Alana tidak bisa di selamatkan, " sesal Dokter.
💔💔
Deg.. Jantung Edward seakan berhenti mendengar pernyataan dari Dokter mengenai janin dalam kandungan istrinya.Tubuhnya langsung luruh diatas lantai dan dia langsung menekan dadanya yang terasa sesak dan Edward kembali menangis.
Semua orang yang berada di sana ikut menangis memdengarnya.Jonathan menghampiri Edward dan menenangkannya sementara Nayla mendekat ke arah Dokter.
__ADS_1
"Dokter, Apakah Kak Alana masih bisa kembali hamil lagi?" tanya Nayla sambil menghapus air matanya.
"Sepertinya Nyonya Alana dipaksa minum dan minuman yang di minum Nyonya di campur obat penggugur kandungan dan jika terlambat sedikit saja maka rahimnya akan bermasalah dan akhirnya sulit hamil, " ujar Dokter panjang lebar.
Semua orang tertegun dengan penjelasan dari dokter dan mereka sangat khawatir.
"Namun kalian tenang saja Nyonya Alana masih bisa hamil lagi dan Nyonya Alana akam kami pindahkan ke ruangan VIP, " lanjut Dokter.
Setelah itu dokter segera pergi dari sana. Mommy Raissa menghampiri puteranya dan langsung memeluknya dengan erat. Keduanya menangis bersama menumpahkan kesedihannnya dalam menghadapi kenyataan yang pahit ini.
"Mom, Aku gagal melindungi istri dan calon anak kami hingga kami harus kehilangan Janin dalam perut Alana, " bisik Edward sambil menangis.
"Mommy juga sedih nak mendengarnya namun kamu harus kuat supaya kamu bisa menguatkan istrimu.Alana pasti trauma dengan tragedi penculikan yang dialaminya hingga dia kehilangan janinnya, " tegur Mommy Raissa.
Mommy Raissa membantu puteranya bangun lalu mereka semua bergegas menuju ke ruang rawat Alana.
Di luar ruangan rawat VIP yang ditempati Alana.Mereka menatap nanar tubuh Alana yang berbaring lemah di atas ranjang pasien. Edward merasa sakit melihat keadaan istrinya saat ini dan dia memutuskan masuk ke dalam ruang rawat istrinya.
Sedangkan Nathan menerima telepon dari Adam, orang suruhannya.Dia segera menutup teelponnya dan menghampiri Daddy Arsa.
"Om Arsa, Orang suruhanku sudah menemukan pelaku yang menculik Alana, " ujar Nathan pada Daddy Arsa.
"Baiklah Ayo nak kita ke sana sekarang, " balas Daddy Arsa.
Daddy Arsa berpamitan pada Mommy Keyla setelah itu dia pergi bersama dengan Nathan dari sana.Keduanya langsung masuk ke mobil dan Nathan langsung melajukannya dengan kencang.
Sementara di dalam ruangan rawat, Edward menemani istrinya yang masih belum sadarkan diri.Sedari tadi Dia menitikkan air matanya melihat wajah pucat istrinya dan juga terlihat lemah dan rapuh hal itu membuatnya semakin bersalah.
Edward mengenggam kedua tangan istrinya lalu memgecupnya berulang ulang setelah itu kembali menatap istrinya.
__ADS_1
"Maafkan Aku sayang sebagai suamimu Aku merasa gagal menjagamu hingga kita kehilangan janin dalam perutmu.Seandainya kamu tidak bersamaku mungkin Kamu tidak akan pernah mengalami hal seperti ini, " gumam Edward dengan lirih.
jari jari Alana bergerak hal itu membuat Edward senang dan tak lama kemudian Alana membuka matanya.Dia menatap sekelilingnya yang berbau obat obatan setelah itu memperhatikan keadaannya.
"Aku ada dimana? " tanya Alana lirih.
Edward kembali berdiri dan langsung membantu istrinya bersandar di dapin ranjang.Lalu dia langsung memeluk tubuh istrinya dan kembali menangis.Alana mengerutkan dahinya lalu mengusap punggung lebar sang suami.
"Sayang kenapa kamu menangis? " tanya Alana dengan raut bingungnya.
Edward melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah istrinya dan cup dia mencium kening istrinya sekilas.Dia masih ragu ragu untuk mengatakan kebenarannya.
"Sayang ada apa katakan sepertinya kamu ingin bilang sesuatu? " desak Alana.
"Janin dalam kandungan kamu tidak bisa diselamatkan sayang, " ucap Edward dengan lirih.
Alana terkejut dan matanya berkaca kaca sambil menyentuh perutnya.Tak lama kemudian air matanya menetes dan dia langsung memukul mukul tubuh suaminya sambil menangis meraung raung.
"Enggak mungkin Edward enggak mungkin hiks hiks, " elak Alana sambil beruraian air mata.
Edward langsung memeluknya mengabaikan berontakan istrinya dan mereka berdua sama sama menangis.Alana membalas pelukan suaminya dan menangis dengan kencang.
"Ini juga salahku yang tidak bisa menjaganya Hubby maafkan aku hiks hiks, " sesal Alana sambil menitikkan air mata.
Dari luar ruang rawat Mommy Raissa dan Mommy Keyla saling berpelukan ikut bersedih dengan apa yang dialami Alana dan Edward yang tengah kehilangan janin mereka.
TBC
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YA KAWAN 💔💔
__ADS_1