
Sementara Dikantor Alana kini tengah meeting dengan direktur.Para klien bisik bisik melihat Alana yang terlihat cantik hal itu membuat Alana muak.Sementara Edward langsung memberi tatapan tajam pada semua kliennya itu.2 jam kemudian meeting telah selesai dan hal itu membuat Alana merasa lega.
"Fokuslah pada meeting jangan berbisik bisik mengenai saya seperti tadi.Jika lain kali terjadi lagi akan kupastikan kalian menanggung akibatnya," ancam Alana dengan sorot mata tajamnya
"Baik Nona direktur," ucap mereka dengan gugup
"Kalau begitu meeting kali ini sampai disini dulu," ujar Alana datar
semua Klien keluar dari ruangan meeting begitu juga dengan Alana, kinanti dan Edward, Rico. Kinanti menghampiri bossnya dan memperhatikannya secara seksama namun dia tidak berani bertanya.
"Kinan, buatkan aku secangkir kopi dan bawa keruanganku," ucap Alana
"Iya nona Alana," jawab Kinanti
Alana langsung melangkahkan kakinya menuju keruangannya diikuti Edward. Sementara Kinanti pergi ke pantry membuatkan kopi untuk bossnya.Didalam ruangannya Alana langsung duduk disofa dan disusul Edward.
"Al, apakah kamu sedang ada masalah?" tanya Edward
"Aku enggak papa kok Edward," elak Alana
Tok..tok.. tok Cklek Kinanti membuka pintu dan masuk kedalam.Dia langsung menghampiri bossnya dan memberikan kopinya.
"Terimakasih kinanti," ucap Alana
"Sama sama nona dan sepertinya nona sedang tidak baik baik saja?" tebak Kinanti, sekertaris Alana
__ADS_1
"Iya Kinan perutku mulai sakit sepertinya aku akan kedatangan tamu bulananku," bisik Alana
Alana memberikan kopinya pada Edward dan dia langsung berdiri dan berbisik pada sekertarisnya.Alana pergi ke kamar mandi yang ada diruangannya tersebut sambil menunggu Kinanti.Sementara Edward hanya mengerutkan dahinya dan memilih menyeruput kopinya itu.
30 menit Kinanti kembali sambil membawa satu paperbag dan satu kantong plastik dan dia langsung mengetuk pintu kamar mandi.
"Nona ini pesanan anda tadi," ucap Kinanti dari luar pintu
Cklek Alana membuka pintu dan menerima paperbag dan juga kantong plastik tersebut lalu membawanya masuk kedalam.Beberapa menit kemudian Alana keluar sudah berganti pakaian dan dia menghampiri Edward sementara Kinanti keluar dari ruangan bossnya.
"Kamu kenapa Alana apakah kamu sedang sakit? " tanya Edward cemas
"Enggak kok Ed aku cuma mengalami apa yang dialami para gadis lainnya kok," ujar Alana sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri.
Edward tersenyum mengangguk mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Alana.Dia menaruh cangkirnya dimeja dan langsung bergeser mendekati Alana.Edward merangkul Alana dari samping dan dia menempelkan tangannya lalu mengelus perut Alana yang terasa nyeri.
Alana menyandarkan tubuhnya ketubuh Edward dan dia menikmati elusan tangan Edward pada perutnya itu.
"Sudah sedikit lebih baik kok Edward," jawab Alana tersenyum tipis
"Terimakasih kamu telah mengusap perutku," ucap Alana dengan tulus
"Sama sama Al sebaiknya kamu tidurlah dan aku akan terus mengusap perutmu," ujar Edward
Alana mengangguk lalu dia memejamkan matanya dalam dekapan Edward yang terasa hangat menurutnya.Edward mencium pelipis Alana dengan lembut lalu kembali mengelus perut Alana.Beberapa menit kemudian Edward berhenti mengelus perut Alana.Dia melirik arlojinya menunjukkan angka 01.00 siang setelah itu dia kembali menatap Alana yang tertidur dalam pelukannya.
__ADS_1
Edward POV
Andaikan aku selalu bisa memelukmu seperti ini Alana pasti akan terasa membahagiakan. Berada disampingmu entah kenapa membuatku merasakan getaran aneh dihati ini.Alana kamu gadis yang berbeda dari yang lainnya hal itu membuat diriku tertarik padamu.
Cklek Kinanti membuka pintu dan masuk kedalam begitu juga dengan Rudi.Edward menoleh dan memberi kode pada mereka agar jangan berisik lalu keduanya mengangguk.Beberapa menit kemudian Alana bangun dan langsung duduk dengan tegak.
"Maafkan aku ya Ed kamu pasti lelah karena memelukku dari tadi," sesal Alana
"Iya enggak papa kok sebaiknya kita pulang," ajak Edward
"Baiklah kalau begitu Kinan kamukan enggak bawa mobil ayo aku antar kamu pulang," tawar Alana
"Rudi kamu pakai mobil Alana dan antar kinanti pulang biar Alana bersama denganku," ujar Edward
"Tapi pak presdir," protes Kinanti
Edward menatap tajam kearah sekretaris Alana tersebut.Kinanti tersenyum kikuk lalu mengangguk.Alana menyerahkan kuncinya pada Rudi lalu Rudi dan Kinanti keluar dari ruangan dan berjalan terlebih dahulu.
Alana berdiri dan langsung meraih tasnya kemudian dia dan Edward langsung menyusul sekertaris mereka yang ada diluar kantor. Alana melirik kearah Edward yang terkekeh hal itu membuatnya bingung.
"Kenapa kamu menyuruh asistenmu mengantar sekertarisku?" tanya Alana
"Daripada sekertarismu menganggu kita lebih baik dia bersama Rudi dan aku rasa mereka cocok lho, Al" ungkap Edward tertawa kecil
"Jahil banget sih kamu Ed," balas Alana sambil tertawa
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke mobil dan Edward langsung menancapkan gasnya dengan kecpatan sedang.
Tbc