Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
New Story Kamulah Takdirku


__ADS_3

Hari selanjutnya


Pagi itu Larissa telah selesai bersiap siap dan kini memakai maxi dress motif bunga.Diapun ke luar kamar dan menuruni tangga.


Tap tap tap suara langkah kaki Larissa menghampiri orang tuanya di meja makan.


"Mi, Pi aku pergi dulu ya. " pamit Rissa pada orang tuanya.


"Kamu enggak sarapan dulu sayang? " tanya Mami Nayla.


"Enggak Mami. " Rissa mencium pipi Mami dan Papinya secara bergantian setelah itu pergi dari ruang tamu dan ke luar mansion.


Rissa melajukan mobilnya ke luar dari halaman mansion dan membelah jalanan.Di dalam mobil tak henti hentinya menghubungi Jackson namun tak pernah diangkat oelhnya membuat Rissa kesal.


"Menyebalkan dan aku yakin om Jackson tengah bersama Selena sekarang. " decak Rissa kesal.


"Apapun caranya aku akan merebut Om Jackson dari sisi Selena. " batin Rissa dengan mantap.


Sementara di kantor Jackson


Jackson kini tengah meeting bersama para kliennya di ruang tamu.Sesekali dia langsung mendiamkan ponselnya kala Rissa mengirimi chat tanpa berniat membalasnya.


"Meeting kali ini kita akhiri dan ingat kalian harus cari tahu apa apa saja uang perusahaan bisa berkurang.Jika sampai ada yang ketahuan korupsi maka detik itu juga aku akan membuat perusahaan kalian terbacklist. " tegasnya.


"Emm iya tuan. " jawab salah satu klien dengan keringat panas dingin.


Jackson beranjak dari duduknya dan ke luar dari ruangan meeting.



Dia kembali ke ruangannya namun sang asisten menghampirinya.


"Permisi tuan ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan tuan Jackson. " ucap asisten Steven.


"Katakan siapa namanya? " tanya Jackson dengan tampang datarnya.


Tap tap tap suara langkah kaki mendekat membuat Jackson langsung menatap kearahnya.Dia tetap menampilkan wajah datarnya kala Rissa datang menghampirinya.


"Selamat pagi Om Jack. " sapa Rissa dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Pagi. " balasnya singkat dan dingin.


"Bagaimana kalau kita berbicara di ruangan Om Jackson. " seru Rissa dengan senyum terpancar di wajahnya.


Jackson menghela nafas panjang setelah itu memberi kode asistennya agar membawa Rissa pergi dari hadapannya.Setelah itu Dia langsung berlalu pergi dari sana dan Rissa hendak menyusulnya namun di tahan asisten Steven.


"Nona sebaiknya anda ke luar dari perusahaan ini soalnya Tuan Jack sedang lelah dan tak ingin berbicara pada siapapun termasuk nona. " usir Asisten Steven dengan cara halus.


"Tapi. " protes Rissa.


"Apa Nona tuli dengan apa yang saya ucapkan tadi. " sarkas asisten Steven.


Rissa menunduk takut lalu mengangguk bergegas ke luar dari perusahaan.Setelah kepergian Rissa, Asisten Steven kembali ke ruangannya.


Sementara Jackson kini tengah bermesraan dengan Selena di dalam ruangannya.Sudah tak terhitung mereka berciuman di dalam sana tanpa ada yang menganggu.


"Sweety,Apakah kamu memberikan nomorku pada temanmu Rissa? " tanya Jackson penasaran.


"Enggak sih Om emangnya kenapa? " tanyanya balik.


"Dari kemarin dia mengirimi chat padaku dan barusnlan datang menghampiri aku di luar ruangan meeting. " seru Jackson.


Raut wajah Selena langsung panik sekaligus khawatir mengenai temannya Rissa.Dia tidak ingin kalau Rissa merebut Jackson dari sisinya dan dia tidak mau hal itu terjadi namun bingung harus melakukan hal apa.


"Kamu tenang saja Sweety, Aku hanya milikmu untuk selamanya. " ucapnya dengan suara lembut.


"Iya Om aku percaya sama kamu. " jawabnya sambil tersenyum.


Jackson tersenyum tipis mendengar jawaban gadisnya.Dia sudah berjanji pada keluarga Selena bahwa dirinya akan selalu melindungi gadisnya tersebut.


Keduanya kembali berpelukan dan Selena mendengarkan detak jantung kekasihnya yang berdebar kencang setelah itu melepaskan pelukannya.Selena melirik jam tangannya sekilas setelah itu kembali menatap Jackson.


"Ya sudah Om lebih baik lanjutin saja kerjanya. " ucap Selena sambil tersenyum manis.


Jackson mengangguk lalu dia beranjak dari sofa dan kembali ke meja kerjanya.Sementara Selena memperhatikan kekasihnya sambil mengotak atik ponselnya.


ʕ•ﻌ•ʔ


Di lain tempat Rissa kini tengah meluapkan kekesalannya dengan pergi shopping di Mall. Dia melangkahkan kakinya mengelilingi mall dengan raut muka masamnya.

__ADS_1



"Cih hari yang sial. " umpatnya kesal.


Rissa membuang nafasnya kasar setelah itu kembali memilih milih gaun.Dia menatap sekelilingnya dan kini tatapannnya memicing kearah orang tua Selena yang tengah berbelanja hal itu sontak membuatnya mengulum senyumnya penuh arti.


Rissa kini langsung bergegas menghampiri pasangan paruh baya tersebut yang tengah sibuk memilih pakaian.


"Pagi Om Nathan, Tante Velly. " sapa Rissa dengan basa basinya.


Mommy Velly dan Daddy Nathan langsung menoleh dan tersenyum melihat kehadiran Rissa di sebelah mereka.


"Pagi juga Rissa kamu ke sini sendiri nak? " tanya Mommy Velly dengan lembut.


"Iya Tante soalnya lagi badmood karena datang ke kantor Om Jackson tapi dia menolak kehadiranku. " ucapnya sambil bersedih.


"Terus maksudnya kamu bilang begitu sama tante dan Om apa ya Ris? " tanya Mommy Velly sambil memgusap perut ratanya.


"Ku mohon tante bilang sama Selena kalau aku menyukai Om Jackson dan suruh dia untuk menjauhinya. "


Mommy Velly terkejut mendengarnya dan hampir emosi jika Daddy tak menahan dan menenangkan istrinya.Dia kembali menghela nafas panjang setelah itu menatap Rissa lagi.


"Maaf ya Rissa hubungan Selena dan Jackson sudah kami restui begitu juga dengan kakek dan neneknya Selena jadi kamu jangan meminta hal hal yang mustahil kamu dapatkan. " tegas Mommy Velly dengan nada jengkelnya.


Rissa menelan ludahnya kasar dan harus kembali menelan kekecewaan mendengar ucapan Mommy Velly.Sementara Mommy Velly langsung mengajak pergi sang suami meninggalkan Rissa sendiri di sana.


Rissa pergi menyusul orang tua Selena ke luar dari mall lalu menghadang keduanya. Mommy Velly merasa jengkel dengan puteri dari Nayla dan Davin tersebut.


"Om kumohon bujuklah puteri Om agar menjauh dari Jackson. " pinta Rissa pada Daddy Nathan.


"Apa kamu tuli Rissa dengan ucapan tante barusan.Lagian apakah orang tuamu tidak mengajarkan padamu untuk tidak selalu merebut milik orang lain hah. " bentak Mommy Velly meluapkan uneg unegnya di depan Rissa.


"Sayang stop jangan marahi Rissa di depan umum. " tegur Daddy Nathan.


Mommy Velly menoleh dan menatap tajam suaminya tersebut dengan nada tak sukanya.


"Apa karena Dia puteri dari mantan wanita masalalumu jadi kamu membelanya Dad. " geram Mommy Velly.


Mommy Velly merasa kecewa dengan suaminya lalu pergi meninggalkan Daddy dan naik taksi.Daddy Nathan langsung masuk ke mobilnya melajukannya menyusul taksi yang di tumpangi Mommy Velly.

__ADS_1


Rissa diam mematung mendengar ucapan mommy Velly yang menusuk hatinya.


TBC


__ADS_2