
Please jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komen setelah baca ya..
Selamat membaca... 💕💕
Pagi harinya sinar matahari menyinari kamar Alana hingga membuatnya terusik.Dia mengeliatkan tubuhnya lalu membuka matanya kemudian duduk dengan tegap. Alana mengangkat tangannya kemudian senyum mengembang di bibirnya mengingat kejutan yang diberikan Edward semalam.
"Aku kira semalam hanyalah mimpi tapi ternyata memang benar benar nyata, " gumam Alana sambil tersenyum manis sambil memandang cincin dijarinya.
Alana bangkit dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.Satu jam kemudian dia selesai berganti pakaian dan juga make up.Alana meraih tasnya lalu keluar dari kamar dan menuruni tangga dengan pelan.Sampai di ruang tamu, Alana langsung duduk di kursi dan menatap kearah orang tuanya dengan senyuman manis di bibirnya.
"Pagi Sayang, " sapa Mommy
"Pagi juga Mom, Dad, " jawab Alana sambil tersenyum tipis.
Mereka pun mulai sarapan bersama dengan tenang dimeja makan.Tak lama kemudian ketiganya telah selesai sarapan.Alana langsung memberitahu kabar bahagianya pada orang tuanya.
"Mom, Dad semalam Edward melamar aku, " ungkap Alana sambil tersenyum manis.
Mommy dan Daddy tersenyum bahagia mendengar pengakuan puterinya.Mommy langsung berdiri dan menghampiri puterinya kemudian memeluknya dengan erat. Keduanya saling meluapkan perasaan bahagia mereka.
Daddy yang melihat keduanya hanya bisa tersenyum tipis dan sebenarnya dia berat melepas puteri sulungnya yang tak lama lagi akan menikah namun Daddy hanya bisa mengalah karena ini adalah resiko ketika dia mmiliki anak perempuan yang sudah dewasa dan puternya kelak akan bersama suaminya. Sebagai Daddynya, Daddy Arsa turut bahagia dan memberikan restunya pada Alana. Mommy melepaskan pelukannya begitu juga dengan Alana.
"Selamat ya sayang akhirnya kamu di lamar juga sama nak Edward, " ucap Mommy dengan perasan terharunya.
"Iya Mommy terimakasih kalau begitu aku berangkat dulu ke kantor, " pamit Alana.
__ADS_1
"Kamu hati hati dijalan sayang, " tegur Mommy dengan lembut.
Alana mengangguk lalu dia berdiri lalu meraih tasnya kemudian pergi meninggalkan ruang tamu.dia membuka pintunya setelah itu keluar dari Mansion.Alana langsung masuk ke dalam mobil kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang.
Dari belakang sebuah mobil mengikutinya dan tak lama mobil yang ada dibelakang menyalipnya dengan kencang dan berhenti di depannya sontak hal itu membuat Alana mengerem mendadak.
Alana menghela nafas pelan kemudian melepaskan sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil setelah itu dia terdiam melihat Lisa berjalan menghampirinya.Lisa berjalan dengan angkuhnya dan menatap sinis kearah Alana.
"Untuk apa kamu menghadangku Lisa? " tanya Alana dengan sikap tenangnya.
"Kamu boleh tertawa bahagia bersama Edward saat ini Alana tapi kebahagianmu hanya sementara setelah itu hanya tangisan yang akan kamu dapatkan, " ujar Lisa dengan sinis.
Lisa berbalik dan kembali ke mobilnya setelah itu melajukannya dengan kencang dan dia pergi meninggalkan Alana yang terdiam ditempatnya.Alana menghela nafas pelan lalu dia kembali masuk kedalam mobil setelah itu melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor.
Tiga puluh menit kemudian Alana sampai di parkiran kantornya dan dia segera keluar dari mobil. Alana langsung melangkahkan kakinya memasuki kantornya dan seperti biasa karyawan menyambutnya.
"Nona Alana apakah anda sakit Nona? " tanya Kinanti penasaran.
"Enggak kok Kin hanya saja aku lagi badmood, " gumam Alana dengan lirih.
"Mau aku buatkan kopi Nona Alana, " taanya Kinanti.
"Iya Kinanti boleh, " jawab Alana singkat.
Kinanti segera keluar dari ruangan Alana.Dia berjalan menuju ke pantry membuatkan kopi untuk Alana.Sementara Alana menyandarkan tubuhnya di kursi dan terngiang ucapan Lisa yang membuat moodnya buruk.
__ADS_1
"Sepertinya Lisa tengah merencanakan sesuatu tapi apa ya, " batin Alana penasaran dan bertanya tanya.
Cklek Kinanti masuk kedalam dan tak lupa menutup pintunya setelah itu dia berjalan menghampiri Alana dan langsung memberikan kopinya kemudian menaruhnya diatas meja kerja Alana.
"Nona ini kopinya silahkan diminum, " ucap Kinanti sambil tersenyum tipis.
"Iya Terimakasih Kinan, " jawab Alana sambil tersenyum.
Kinanti langsung duduk di kursi dan dia memperhatikan bossnya yang sedang menikmati kopinya.Alana kembali menatap Kinanti setelah meletakkan kopinya di meja.
"Kinan, tadi aku dijalan dihadang oleh Lisa, " ungkap Alana dengan nada lirih.
"Apaaa, Apakah wanita itu menyakiti anda nona?" tanya Kinanti dengan raut wajah paniknya.
"Enggak Kin tapi Lisa mengatakan sesuatu dan sepertinya dia akan berusaha menghancurkan kebahagiaanku bersama Edward, " ujar Alana sambil menghela nafas pelan.
"Sebaiknya nona beritahu tuan Edward agar dia melindungi Nona atau paling memberi pengawal agar mengawal nona, " ujar Kinanti memberi saran pada Alana.
Alana dengan cepat menggelengkan kepalanya mendengar saran yang diberikan Kinanti padanya barusan tentu saja hal itu membuat Kinanti mengerutkan dahinya bingung.
"No, Kinanti jangan beritahu Edward karena saat ini dia tengah fokus membuat persiapan pesta baberque di rumahnya nanti malam, " tolak Alana dengan halus.
"Nanti sore jam Lima datanglah ke mansion Edward nanti aku kirim alamatnya padamu, " ucap Alana.
"Iya Nona Alana aku pasti akan datang, " balas Kinanti sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
TBC
jangan lupa beri like, vote dan komen ya sayang hehe 💞