
Dua jam kemudian Alana merapikan meja kerjanya lalu menyambar tasnya.Dia keluar dari ruangannya dan menghampiri Kinanti sekertarisnya.
"Kamu bawa mobilkan Kin? " tanya Alana
"Bawa Nona Alana kalau Nona bagaimana? " tanya Kinanti sambil berjalan
"Aku tadi diantar oleh Edward makanya enggak bawa mobil, " jawab Alana sambil tersenyum
Mereka berjalan bersama keluar dari Kantor. Alana terkejut melihat kekasihnya yang tengah menunggunya dan dia segera menghampirinya.
"Edward, sebaiknya kamu pulang saja dulu soalnya aku mau pergi dengan Kinanti, " ucap Alana
"Memangnya kalian mau kemana? " tanya Edward penasaran
"Kami mau pergi ke tempat spa, " jawab Alana sambil tersenyum
"Aku ikut kalian," jawab Edward dengan santai
Alana hendak protes namun Edward memberi tatapan tajam padanya hal itu membuat Alana mendengus.Mereka langsung masuk ke mobil masing masing kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang. Empat lima menit kemudian Mereka tiba di tempat Spa.
Alana dan Kinanti langsung keluar dari mobil begitu juga dengan Edward.Edward langsung menghampiri kekasihnya sambil menatapnya tajam.
__ADS_1
"Sayang kamu harus mencari yang akan melulur tubuhmu haruslah wanita, " ujar Edward dengan posesif
"Iya iya sayang sebaiknya kamu tunggu di mobil aja oke, " bujuk Alana
Edward mengangguk mengiyakan ucapan Alana.Sementara Alana dan Kinanti berjalan masuk ke dalam tempat perawatan Spa.Kini Edward kembali masuk ke dalam mobil dan memilih memainkan ponselnya.Dua jam kemudian Alana dan Kinanti keluar dari ruangan spa dan mereka saling berpamitan dan masuk ke mobik masing masing.Kinanti terlebih dahulu melajukan mobilnya.
Alana masuk ke mobil Edward dan Edward memasukkan ponselnya ke dalam saku.Dia melirih kearah kekasihnya yang terlihat bosan karena menunggu.
"Maaf ya sayang kamu pasti bosan ya nunggunya, " sesal Alana
"Enggak papa kok sayang, " sahut Edward tersenyum tipis
Edward kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Drt..drt Alana langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya.Dia langsung mengangkatnya dengan penuh antusias.
"Hallo Mommy, " sapa Alana sambil tersenyum
"Alana juga merindukan mommy dan maafkan aku yang belum bisa pulang, " ujar Alana dengan nada lirihnya
"Mommy mengerti sayang dan maafkan mommy dan daddy yang gagal membujuk adikmu, " sesal Mommy
Alana terdiam mendengar suara mommynya yang terdengar sedih.Dia sebenarnya ingin menangis namun Alana menahannya lalu Dia kembali menghela nafas kasar.
"Enggak papa kok Mommy aku mengerti.Yang penting kalian bertiga jaga kesehatan ya Mom, " ucap Alana
__ADS_1
"Iya sayang kamu juga ya dan mommy tutup dulu," ucap Mommy dengan lembut
Tut Mommy Keyla mengakhiri percakapannya dengan puteri sulungnya terlebih dahulu. Alana memasukan kembali ponselnya kedalam tasnya dan raut wajahnya kembali sedih hal itu membuat Edward merasa kasihan.Kini Edward kembali memfokuskan dirinya pada menyetir.Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di depan Mansion keluarga Luther.Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam Mansion.
"Sayang, Aku pergi ke kamar dulu ya, " ucap Alana pada sang kekasih
"Iya sayang, " jawab Edward dengan singkat
Alana bergegas meninggalkan kekasihnya dan dia menyapa orang tua Edward sekilas lalu pergi ke kamarnya.Edward menghela nafasnya kasar lalu pergi ke ruang tamu dan duduk di sofa.Orang tua Edward mengerutkan dahinya melihat sikap Alana yang aneh.
"Ada apa dengan Alana, Nak? " tanya Mommy pada putranya
"Alana merindukan kedua orang tuanya Mommy dan barusan dia dihubungi tante Keyla, " jawab Edward
Mommy dan Daddy terdiam mendengar penjelasan dari putranya tersebut.Sementara Edward menyandarkan tubuhnya di sofa dan ikut terdiam.
"Aku harus melakukan sesuatu agar Alana tidak sedih dan menangis lagi, " batin Edward sambil berfikir keras
Sementara di dalam kamarnya, Alana kini tengah menangis karena merindukan keluarganya.Dia juga kecewa dengan sikap Nayla adiknya yang kini tengah memusuhi dan membencinya.
"Nay, Apa salah aku padamu hingga kamu membenciku seperti ini hiks hiks, " gumam Alana dengan sendu
"Hanya karena seorang pria kamu lebih memilih membenciku dan mengabaikan nasehatku.Aku menyayangimu adikku dan aku sungguh tidak rela jika kamu terluka lagi hanya karena cinta, " ucap Alana dengan tatapan kosongnya menatap kearah jendela
__ADS_1
TBc
jangan lupa like, vote yang banyak dan komen ya