
Dua jam kemudian, Alana terbangun terlebih dahulu.Dia langsung menoleh kesamping dan tersenyum melihat Edward yang masih tidur disebelahnya.Tangan Alanapun membelai wajah tampan sang kekasih hal itu tentu saja mengusik Edward.Edward membuka matanya dan tersenyum menatap Alana.
"Bagaimana sayang kamu masih pusing tidak? " tanya Edward
"Tidak Honey aku sudah tidak pusing lagi kok dan makasih sudah merawatku dan memelukku saat tidur.Tapi kita hanya tidurkan kamu tidak berbuat macamkan Sayang? " tanya Alana sambil memicingkan matanya
"Hanya satu macam, " goda Edward
Alana melototi Edward dan hal itu membuatnya terkekeh.Dia mendekatkan wajahnya dan cup Edward mencium sekilas bibir Alana setelah itu dia bangun dan duduk dengan tegak begitu juga dengan Alana. Edward melirik arlojinya menunjukkan angka 17.00 sore setelah itu kembali menatap Alana.
"Sebaiknya kita keluar oke pasti orang tua kamu cemas, " ucap Edward
"Iya Kamu benar sayang," jawab Alana sambil tersenyum tipis
Mereka berdua bangkit dari ranjang lalu keluar dari kamar Alana dan menuruni tangga.Edward dan Alana bergegas menuju ke ruang tamu menemui orang tua Alana dan langsung duduk di Sofa.Mommy tersenyum lega melihat kehadiran putri sulungnya tersebut.
"Nak, Kamu masih pusing tidak? " tanya Mommy dengan raut khawatir
"Aku sudah baikan kok Mom dan untuk Nayla maaf ya Mommy, Aku belum bisa bawa dia pulang ke Mansion, " sesal Alana dengan nada lirih
"Enggak papa sayang kamu jangan merasa bersalah nak kamu tenang saja Mommy dan Daddy yang akan mendatangi Nayla dan membujuknya pulang, " ujar Mommy dengan lembut
Alana hanya tersenyum lalu mengangguk mengiyakan ucapan sang mommy.Sementara mommy ikut tersenyum meskipun pikirannya saat ini sedang terpenuhi sekaligus kekhawatirannya pada puteri kedua mereka Nayla.
"Nayla sayang, Kamu dimana sayang Mommy merindukanmu sayang, " batin Mommy dengan sendu
Daddy beralih memperhatikan Mommy yang tengah melamun.Dia pun segera merangkul Mommy dari samping hingga Mommy tersentak dari lamunannya.
__ADS_1
"Kenapa melamun Mom? " tanya Daddy penasaran
"Mommy merindukan Nayla, Dad, " ungkap Mommy dengan nada lirih
"Daddy tahu kalau mommy merindukan Nayla begitu juga dengan Daddy, Mommy.Jadi jangan bersedih lagi ya Mom besok kita temui dia di hotel dimana dia menginap, " bujuk Daddy
Mommy mengangguk mengiyakan ucapan dari Daddy.Drt..drt tiba tiba ponsel Edward berbunyi dan dia langsung merogohnya dari dalam saku.Edward segera mengangkat telepon dari mommynya tanpa berfikir panjang.
"Hai Mommy, Ada apa? " tanya Edward
"Pulanglah dulu sayang, soalnya Lisa ada di Mansion sekarang, " ujar Mommy
"Oke Mom aku akan pulang sekarang, " jawab Edward sambil menahan emosinya
Tut Edward mengakhiri percakapannya dengan sang mommy setelah itu memasukkan ponselnya kedalam saku celana.Dia kembali menatap keluarga Alana secara bergantian dan juga Alana.
"Semuanya aku pamit pulang dulu, " ujar Edward
"Lisa mendatangi Mansion keluargaku sayang, " ungkap Edward
Alana terkejut mendengar ucapan dari kekasihnya tersebut.Setelah itu Edward pun kembali berpamitan pada kedua orang tua Alana lalu pergi meninggalkan ruang tamu dan keluar dari Mansion.Setelah kepergian kekasihnya, Alana kembali menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
"Oh Ya sayang siapa wanita bernama Lisa? " tanya Mommy
"Mantan kekasih Edward Mommy, " jawab Alana dengan malas
Sementara kini Edward sudah berada di Mansionnya.Dia melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu dan duduk di Sofa.Dia menatap datar Lisa yang tersenyum manis kearahnya.Lisa beralih menatap kedua orang tua Edward sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sore Tante Raisa, Om Dion, " sapa Lisa dengan berbasa basi
"Sore juga ada ap ya nak kenapa kamu datang kesini? " tanya Mommy
"Enggak papa Tante aku datang kesini karena merindukan Mansion ini juga ingin bertemu dengan tante sama seperti dulu saat aku dan Edward masih berpacaran dulu," ucap Lisa mengingat masa lalu
"Cepat katakan jangan bertele tele untuk apa kamu kesini," sahut Edward dengan nada datarnya
Lisa menghela nafas kasar lalu diapun pindah duduknya disebelah Edward.Setelah itu Lisa memegang tangan Edward lalu diapun langsung mengenggamnya dengan erat.Hal itu membuat Edward risih dan mencoba melepaskan genggaman tangan Lisa.
"Ed, Kembalilah padaku karena aku masih mencintai kamu sayang, " ujar Lisa
Edward menepis tangan Lisa dengan kasar lalu memberinya tatapan tajamnya.Sementara Lisa memegangi tangannya dan kembali menatap Edward.
"Setelah membuat kerusuhan di Kantor Alana kamu masih bisa menampakkan wajahmu didepanku hah dasar gadis tidak tahu Malu, " ujar Edward dengan sinis
"Aku melakukan hal itu karena aku cemburu melihat kamu dengan Alana, Edward, " balas Lisa
"Maaf Lis, aku tidak bisa kembali padamu setelah apa yang kamu lakukan dulu padaku. Selain itu hatiku kini sudah dimiliki oleh Alana sepenuhnya dan aku sangat mencintai dirinya, " ungkap Edward dengan jujur
Lisa berkaca kaca mendengarnya dan tak lama kemudian diapun menangis karena cintanya ditolak Edward.Edward menghela nafas kasar melihat Lisa yang menangis karena dirinya.Kedua orang tua Edward memilih diam dan hanya memperhatikan keduanya dengan intens.
"Sebaiknya kamu ikut makan malam disini saja Lisa dan apakah kamu kesini tadi membawa mobil? " tanya Mommy Raisa
Lisa segera menghapus air matanya lalu mengangguk mengiyakan ucapan Mommy Raisa.Mommy Raissa pun langsung pergi ke dapur meninggalkan mereka semua.Lisa menoleh dan memandang Edward dengan senyum penuh arti namun beberapa menit kemudian kembali dengan nada sendu yang dibuat buatnya.
"Cara kasar tidak mempan maka cara haluslah yang aku akan gunakan untuk mendapatkanmu Edward, " batin Lisa
__ADS_1
TBc
jangan lupa vote ya boss ya