
...Bahagiaku ketika melihatmu tersenyum kembali....
^^^~ Edward ~^^^
Pagi ini Alana dan Edward sudah pulang ke Mansion setelah selesai urusan mereka di pengadilan mengenai hak asuh mutiara.
Keduanya keluar dari mobil dan bergegas menghampiri puteri kecil mereka.Alana tersenyum manis melihat putrinya tengah bermain bersama kakek dan nenek mereka.
"Tiara sayang, " panggil Alana dengan lembut.
Mutiara langsung menoleh dan tersenyum lebar lalu berlari menghampiri sang mommy.Para kakek dan nenek mereka hanya bisa tersenyum melihat cucu cantik mereka itu.
hap.. Alana langsung menggendong tubuh mungil puterinya dan dia berulang kali mencium pipi Tiara.
"Tiara sayang bagaimana kalau hari ini kita pergi ke pantai?" tanya Edward Sambil tersenyum kearah puteri kecilnya yang berada dalam gendongan istrinya.
"Aku mau ke pantai Daddy, " jawab Tiara dengan mata berbinar binar.
"Ya sudah ayo sayang kita bersiap dulu, " ucap Alana pada putrinya.
Alana membawa puterinya menuju ke kamar atas diikuti oleh Edward.Sedangkan pasangan paruh baya tersebut memilih kembali duduk di sofa ruang tamu.
Beberapa menit kemudian Alana menuruni tangga sambil menggendong Mutiara dan keduanya sudah berganti pakaian.
Dia bergegas menghampiri suaminya dan berpamitan pada orang tua mereka.Lalu ketiganya keluar dari mansion dan masuk ke mobil setelah itu melaju dengan cepat menuju ke Pantai.
💕💕
Empat puluh lima menit kemudian akhirnya mereka sampai di Pantai juga.Edward langsung keluar dari mobil begitu juga dengan Alana dan mutiara.
Mutiara langsung berlari menuju ke pantai. Alana merasa khawatir puterinya akan jatuh jika berlari kencang namun suaminya menahannya.
__ADS_1
"Sayang, Puteri kita baik baik saja kamu jangan cemas oke ayo kita susul Tiara, " ajak Edward pada Alana sambil merangkul pinggang istrinya.
Alana mengangguk lalu mereka menghampiri Mutiara yang tengah sibuk bermain dengan pasir.Edward dan Alana memperhatikan apa yang kini tengah di kerjakan putri kecil mereka.
"Tiara sayang kamu sedang membuat apa? " tanya Edward penasaran.
"Membuat istana pasir Daddy, " balas Tiara sambil tersenyum.
Tiara kembali melanjutkan membuat istana pasir sedangkan pasangan suami istri tersebut duduk tak jauh dimana Tiara membuat istana pasir.
Tak lama kemudian istana pasir yang dibuat Tiara sudah selesai dan kini dia tengah tersenyum lebar kearah orang tuanya.
"Mom, Dad istana pasirku sudah selesai, " ucap Tiara dengan mimik muka polosnya.
"Wah istana kamu sangat bagus dan cantik sayang, " puji Alana sambil tersenyum.
"Sayang akhirnya kamu kembali ceria lagi aku ikut senang kalau kamu bahagia dan ini berkat our little Angel, Mutiara, " ungkap Edward sambil tersenyum.
"Iya Sayang Mutiara adalah hidup aku sekarang begitu juga dengan kamu. Kalian berdua adalah alasan aku tersenyum
bahagia, " kata Alana sambil tersenyum memandang penuh cinta suaminya.
Alana dan Edward mendekatkan wajah mereka lalu kedua bibir mereka saling menempel kemudian berciuman dengan lembut dan saling bertukar saliva satu sama lain.
Tiara berhenti bermain pasir dan langsung menghampiri orang tuanya yang tengah berciuman lalu mengerucutkan bibir mungilnya.
"Mom, Dad, " Panggil Tiara sambil cemberut.
__ADS_1
Alana dan Edward langsung memisahkan diri setelah itu dengan kompak menoleh kearah puteri mereka.Alana tersenyum kikuk melihat Tiara dan dia langsung meraih tubuh putrinya lalu meletakkannya ditengah tengah antara dirinya dan Edward.Mereka berduapun memberi ciuman di pipi kanan dan kiri Mutiara.
"Maafkan mommy dan Daddy yang mengabaikanmu sayang hehe dan kami berdua sayang sama kamu Tiara, " ucap Alana sambil membelai rambut sebahu Tiara.
"Tiara juga sayang Mommy dan Daddy, " jawab Tiara sambil nyengir.
Mereka memilih duduk di tepi pantai sambil menunggu sunset dan sesekali mereka menggelitiki Mutiara.Tiara menatap sang mommy dengan wajah polosnya.
"Mom, Bisakah aku memiliki seorang adik? " tanya Tiara dengan polosnya.
Alana langsung bungkam mendengar pertanyaan dari puteri kecilnya.Edward melirik istrinya yang terdiam lalu dia langsung mengusap kepala Tiara dengan lembut dan menatapnya sambil tersenyum.
"Iya Sayang kelak kamu akan memiliki adik di perut Mommy, " sahut Edward tersenyum tipis.
"Yeay Aku sudah tidak sabar memiliki
adik, "kata Tiara dengan hebohnya.
Alana tersenyum tipis melihat raut wajah bahagia terpancar di wajah puterinya Tiara yang menginginkan adik.
Alana POV..
Tiara sayang maafkan Mommy yang tidak bisa menjanjikkannya karena belum tentu Mommy bisa kembali hamil lagi namun mommy selalu berharap agar mommy bisa memberi kamu seorang adik.
Mommy sayang sama kamu sayang dan terimakasih telah hadir dalam hidup mommy. Hidup mommy kembali ceria dan berwarna semenjak kehadiranmu.
"Mommy lihatlah sunsetnya sangat indah ya Mom, " ucap Mutiara.
"Eh iya sayang Sunsetnya sangat cantik dan indah, " balas Alana.
Edward merapatkan tubuhnya didekat dua orang kesayangannya lalu mereka menikmati sunset kala sore itu.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa like, vote dan komentar