
Velly dan Nathan berada di kediaman Davin sekarang. Keduanya terlihat senang sekaligus bahagia melihat malaikat kecil Nayla dan Davin.
"Siapa nama Anak kamu kak Nayla? " tanya Vely dengan ramah.
"Larissa Arienka Amelia. " jawab Nayla sambil tersenyum kearah Velly.
"Wah nama yang cantik kak. " sahutnya sambil mengusap perut buncitnya.
"Terimakasih Velly. " jawab Nayla dengan tulus.
"Baiklah sekali lagi selamat atas kelahiran puteri kecil kalian dan kalau begitu Aku dan Velly pulang dulu. "
"Ya sudah kalian hati hati. " sahut Davin.
Nathan mengangguk lalu membantu istrinya. berdiri kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu dan ke luar dari mansion Nayla.
Di luar mansion, Velly berhenti dan menoleh menatap wajah suaminya barusan.
"Kita baru setengah jam lho ke sininya kok malah ajak aku pulang jangan jangan kamu enggak suka melihat kemesraan kak Nayla dan kak Davin
kak. " sergah Velly sambil menaikkan sebelah alisnya keatas.
Tuk Nathan menyentil pelan dahi istrinya hingga membuat Velly merengut. Dia menghela nafas pelan lalu kembali menatap istrinya.
"Ya enggaklah sayang. Kamu berbicaranya ngaco lagian aku sudah lupain Nayla. " seru Nathan dengan jujur.
Nathan membantu istrinya masuk ke mobil baru dirinya setelah itu melajukan mobilnya ke puar dari halaman mansion Davin. Di dalam mobil, Velly merasa sedikit bersalah karena menuduh suaminya.
"Kak bukannya aku menyinggung perasaan kakak saat ini tapi 'kan enggak ada yang melarang kalau hati kakak masih tertaut padanya. " cicit Velly dengan hati hati.
__ADS_1
Nathan mengabaikan ucapan istrinya dan kini auranya menjadi dingin.Dia tengah mengemudikan mobilnya dengan menambah kecepatan hingga tak lama kemudian mereka kembali ke mansion.
Keduanya ke luar dari mobil dan berjalan pelan memasuki mansion. Velly menghela nafas dalam melihat suaminya mendiamkan dirinya dan dia bergegas menyusulnya.
"Kak Nathan tunggu. " panggil Vely sedikit bwrlari sambil memegangi perut buncitnya.
Velly menghentikan perutnya dan mencoba mengatur nafasnya kemudian mengusap perutnya dengan lembut.
Sedangkan Nathan menghentikan langkahnya lalu berbalik kemudian terkejut melihat istrinya masih di belakang dan diapun membuang egonya lalu menghampirinya.
"Katakan sayang kenapa dengan perutmu? " tanya Nathan dengan raut paniknya.
"Tadi Aku sedikit berlari mengejar kamu. " cicitnya sambil menundukkan kepalanya.
Nathan terkwjut mendwngarnya dan diapun membawa istrinya ke dalam pelukannya dengan pelan.Sesekali dia ciumi puncak kepala Velly dengan lembut setelah itu melepaskan pelukannya.
"Iya Hubby maafkan aku. "
Nathan menuntun istrinya untuk duduk di sofa ruang tamu. Dia usap perut buncit istrinya yang membesar dengan lembut setelah itu menatap wajah Velly.
"Kita sudah menikah hampir Lima bulan sayang. apakah kamu tidak cemburu jika di hatiku masih ada nama wanita lain? " tanya Nathan.
"Aku tidak suka kamu memikirkan orang
lain. " lirihnya dengan pelan.
"Nah makanya sayang jangan tanyakan hal itu lagi karena sekarang Aku milikmu dan kamu milikku. "
Velly mengangguk lalu tersenyum manis pada suaminya. Entah siapa yang memulai kini kedua bibir saling bertemu dan menyesap rasa manis dan bertukar saliva satu sama lain.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka menyudahi ciumannya karena Velly hampir kehabisan oksigen.Velly segera meraih telapak tangan besar suaminya lalu mengenggamnya dengan erat.
"Maafkan Aku ya kak beberapa bulan lalu kamu pasti sangat jengkel dan kesal pada kekeras kepalaanku tentang niat burukku pada calon anak kita ini. " imbuhnya.
"Sudahlah sayang lupakan yang kemarin karena Aku bahagia melihat kamu menyayangi calon anak kita ini. " balasnya sambil mengusap perur buncit Vely.
Perassan hangat menyelinap dalam hatinya melihat ketulusan dan keseriusan terpancar dari tatapan Nathan padanya hal itu tentu saja membuatnya terharu.
Vely POV
Aku beruntung memiliki suami seperti kamu kak Nathan. Mungkin kejadian lalu merupakan cara Tuhan untuk mengikat benang merah di antara kita hingga tumbuh calon anak kita dalam perutku.
Vely terus mengusap perut buncitnya dengan senyum menggembang di bibir mungilnya. Hal itu tak luput dari pandangan Nathan yang sedari tadi menatap intens sang istri.
"Kak Kamu sudah enggak marah lagi 'kan sama aku? " tanya Velly.
"Enggak sayang. " Nathan tersenyum kearah wajah cantik istrinya.
"Oh ya Kak Nathan bisakah kakak ambilkan aku segelas air putih karena aku haus. " serunya.
Nathan mengangguk lalu beranjak dari duduknya setelah itu bergegas pergi ke dapur. Sementara Velly menghela nafas lega melihat suaminya memaafkan dirinya.
Tak lama kemudian Nathan kembali dan menyerahkan segelas air putih pada Velly.
Gluk gluk gluk suara air di teguk hingga habis.
Velly meletakkan gelas kosongnya di atas meja dan dia kembali bersandar di tubuh suaminya Nathan.
TBC
__ADS_1