
Dua minggu kemudian pagi itu Alana bangun terlebih dahulu setelah mereka semalam keduanya bergelut diatas ranjang menyalurkan gairah keduanya yang liar dan panas.
Dia langsung turun dari ranjangnya lalu pergi ke kamar mandi.Beberapa menit kemudian dia telah selesai mandi dan berganti pakaian kemudian Alana membangunkan sang suami.
"Hubby ayo bangun bukankah kita bersiap akan kembali ke Jakarta, " ucap Alana sambil menepuk pelan pipi sang suami.
"Ehmm, " gumam Edward membuka matanya lalu duduk dengan tegap.
Dia tersenyum manis melihat istrinya yang sudah terlihat rapi.Edward mendekatkan wajahnya dan cup dia mencium bibir istrinya sekilas lalu menjauhkan wajahnya.
"Memangnya disini kamu sudah bosan sayang? " tanya Edward dengan raut herannya.
"Huum aku ingin pulang dan entah kenapa aku merasa cepat lelah akhir akhir ini, " keluh Alana dengan lirih.
"Baiklah aku mandi dulu oke, " ujar Edward.
Alana mengangguk dan Edward menyambar boxernya lalu memakainya setelah itu dia bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.Sementara Alana mengganti seprei dan selimut dengan yang baru.Kemudian dia menyiapkan pakaian untuk sang suami lalu menaruhnya diatas ranjang.
Beberapa menit kemudian Edward keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggangnya.Dia memperhatikan raut wajah istrinya yang terlihat hal itu membuat dia segera memakai kaos dan celana panjang nya.Setelah selesai Edward mendekati istrinya dan duduk disebelahnya.
"Sayang wajah kamu kok pucat, " ucap Edward dengan raut paniknya.
"Aku enggak papa honey paling cuma kelelahan saja kok jangan khawatir oke, " ungkap Alana sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Apa karena aku yang sering mengajak kamu bergelut diranjang makanya kamu kelelahan sayang, " tebak Edward dengan raut bersalahnya.
"Aku beneran enggak papa hubby, " desak Alana.
Edward mengangguk pasrah lalu dia meraih ponselnya dan langsung menghubungi orang suruhannya untuk menjemputnya di Villa. Setelah selesai dia memasukkan ponselnya kedalam saku.Lalu dia berdiri begitu juga dengan Alana kemudian Edward mengambil kopernya lalu menyeretnya sementara Alana mengambil tasnya.
Mereka berdua keluar dari Resort dengan Edward menyeret koper mereka.Satu jam kemudian mobil yang menjemput mereka datang.Alana masuk kedalam mobil terlebih dahulu sedangkan Edward memasukkan kopernya ke bagasi lalu diapun ikut masuk kedalam mobil.Sopir langsung melajukan mobilnya menuju ke bandara.
Sampai di bandara mereka berdua langsung masuk kedalam pesawat.Edward menuntun istrinya menuju ke kamar yang ada di pesawat pribadinya.
"Istirahatlah sayang wajah kamu pucat, " ucap Edward dengan lembut.
"Iya hubby, " jawab Alana dengan lirih.
Hoek.. hoek.. hoek suara Alana memuntahkan cairan bening di water in closet.
Edward merasa panik dan bergegas menghampiri istrinya.Didalam sana Alana terus menerus memuntahkan cairannya hingga beberapa saat kemudian.Dia segera membasuh bibirnya lalu keluar dari kamar mandi.Edward membelai pipi istrinya dan dia menatap Alana dengan raut khawatirnya.
"Sayang kamu enggak papakan? " tanya Edward dengan raut paniknya.
"Entahlah perutku rasanya bergejolak dan terus terusan mual, " keluh Alana.
Alana menutup mulutnya lalu kembali masuk kedalam water in closet dan dia kembali muntah muntah.Edward ikut masuk kedalam dan dia memijit tengkuk istrinya.Setengah jam kemudian keduanya keluar dari water in closet.Edward menuntun istrinya menuju ke ranjang dan keduanya duduk disana.
__ADS_1
"Sayang kamu kembali berbaring ya, " ucap Edward dengan lembut.
"Iya Hubby tapi kamu peluk aku ya, " ujar Alana dengan nada manjanya.
Edward langsung mengiyakan permintaan istrinya dan keduanya berbaring diatas ranjang dengan Alana berada dalam pelukan Edward.Dia mengecup kening istrinya sekilas lalu mengusap punggung Alana.
"Sabar ya sayang kamu tahan ya sampai kita di Jakarta, " bisik Edward dengan pelan.
Edward mengambil ponselnya dari saku celana kemudian langsung menghubungi
co - pillot agar mempercepat penerbangannya sampai di Jakarta.Setelah itu Edward menghubungi sopir dan bodyguard agar menjemput mereka di bandara setelah itu dia memasukkan kembali ponsel dalam saku.
Tiga jam kemudian Pesawat mendarat di bandara Soekarno Hatta.Edward mengambil tas milik istrinya kemudian dia langsung membangunkan istrinya.Alana terbangun lalu dia hendak turun dari pesawat namun kepalanya pusing dan Edward memutuskan menggendongnya menuruni kabin pesawat.
Sebuah mobil melaju menghampiri mereka dan berhenti di depan Edward.Edward langsung meletakkan istrinya kedalam mobil begitu juga dengan dirinya.Sementara sopir memasukkan koper kedalam bagasi.Setelah selesai sopir langsung masuk dan melajukan mobilnya kencang.
"Langsung ke rumah sakit, " ujar Edward.
"Baik Tuan, " jawab sang sopir.
Sopir kembali fokus melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.Sementara Edward mendekap tubuh istrinya yang terlihat lemah.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen