
Daddy Arsa segera menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tahu mengenai paket yang dikirimkan untuk Alana, putrinya.
Setelah selesai Daddy Arsa kembali memperhatikan putrinya yang kini berada dalam pelukan Edward.Dia merasa khawatir dengan keadaan putrinya yang tengah hamil saat ini dan ini tentu saja membuatnya stres.
"Edward, Bawa istrimu ke kamarnya dan jangan biarkan dia memainkan ponsel, " ujar Daddy Arsa.
"Iya Daddy, " jawab Edward dengan singkat.
Edward memegang kaki istrinya lalu membopongnya dengan bridal style meninggalkan ruang tamu.Dia langsung bergegas menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Nayla keluar dari kamar dan menghampiri orang tuanya di ruang tamu dan sampai disapa dia langsung duduk.Dia mengerutkan dahinya melihat orang tuanya terlihat panik dan juga tegang.
"Mom, Dad apa yang terjadi dengan kak Alana yang menangis dalam pelukan Kak Edward? " tanya Nayla.
"Ini Sayang bacalah, " ujar Mommy sambil memberikan suratnya pada Nayla.
Nyala menerimanya lalu dia kini membacanya dengan serius dan reaksinya juga terkejut. Setelah itu Dia kembali menoleh kerah orang tuanya dengan raut meminta penjelasan.
"Mom, Dad sebaiknya lapor polisi agar orang yang mengirim surat ini tidak mengganggu Kak Alana, " ucap Nayla memberi saran.
"Saat ini Daddy tengah menyuruh orang untuk menyelidikinya nak, " ucap Daddy Arsa sambil menghela nafas.
"Berarti tinggal tunggu hasilnya bagaimana, " ujar Daddy dengan raut tak sabarnya.
Di dalam kamarnya, Edward menemani istrinya yang kini berbaring diatas ranjang.Dia mengambil ponselnya yang baru yang dibelikan Rega padanya lalu mengirimi pesan ke asistennya.
"Rega, Kamu selidiki siapa saja masalaluku dan kirimkan informasinya kepadaku, " ujar Edward.
__ADS_1
"Siap tuan, " balas Rega.
Edward memasukkan ponselnya kedalam saku setelah itu dia kembali menatap wajah istrinya dengan tatapan sulit diartikan.Lalu dia mengenggam tangan kanan istrinya dan mengusapnya lembut.
"Aku janji aku akan melindungi kamu sayang," gumam Edward.
Alana membuka matanya dan diapun duduk bersandar di dipan ranjang.Dia mengingat surat berisi ancaman itu membuatnya kembali ketakutan.Edward pun langsung mencoba menenangkan istrinya itu.
"Sayang jangan takut dan panik ada aku disampingmu dan ingatlah kamu tengah hamil sekarang, " ucap Edward dengan lembut.
Alana menghela nafas panjang lalu menatap suaminya dengan tatapan sendu dan ketakutan.
Sedangkan Edward langsung duduk disebelah istrinya kemudian memeluknya dari samping.
"Aku takut pria itu akan memisahkan kita Hubby, " ucap Alana dengan lirih.
"Kamu masih aku buatkan makanan apa sayang? " tanya Edward mengalihkan pembicaraan.
"Aku ingin hamburger, " jawab Alana sambil tersenyum.
"Baiklah kita keluar dari kamar yuk, " ajak Edward sambil melepaskan pelukannya.
Alana mengangguk lalu mereka beranjak dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar kemudian menuruni tangga.
Edward langsung pergi ke dapur sedangkan Alana memipih duduk di kursi meja makan. Beberapa menit kemudian Edward kembali dengan membawa hamburger dan segelas air lalu memberikannya pada sang istri.
Alana langsung memakan hamburgernya dengan sangat lahap.Edward yang melihatnya pun tersenyum kecil namun dia sedikit lega melihat istrinya melupakan surat itu sejenak.
__ADS_1
Alana memperhatikan suaminya yang kini tengah menatapnya intens.
"Sayang ayo aku suapi hamburgernya, " tawar Alana.
"Aku belum lapar sayang sebaiknya kamu habiskan saja, " tolak Edward secara halus.
Alana mengangguk lalu menghabiskan hamburgernya.Setelah habis dia segera meneguk segelas air hingga tersisa setengah.
Edward melirik jam tangannya menunjukkan angka 06.00 sore.Dia memperhatikan istrinya yang berjalan mendekatinya dengan senyum merekah di bibir mungilnya.
"Ayo Hubby aku ingin nonton tv, " ujar Alana dengan nada manjanya.
"Baiklah Ayo sayang kita ke ruang tamu sekarang, " balas Edward tersenyum tipis.
Edward mengandeng tangan istrinya dan mereka pergi ke ruang tamu.Sampai disana Edward langsung menyalakan televisi setelah itu duduk di sofa.
Alana beralih menatap kearah orang tuanya secara bergantian.
"Mom, Dad bolehkah aku dan Edward besok pulang ke Mansion kami? " tanya Alana dengan tatapan penuh harap.
"Iya Sayang boleh kok biar kami berdua yang antar pulang ke mansion kalian besok, " sahut Daddy sambil tersenyum tipis.
Alana tersenyum lebar mendengarnya lalu dia menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya dan tatapannya kini fokus pada tayangan televisi.Orang tua Alana dan Nayla ikut senang melihat kemesraan Alana dan Edward.
"Aku harap kak Alana dan Kak Edward mampu melewati ujian cinta yang kini tengah kalian hadapi dalam rumah tangga kalian, " batin Nayla tersenyum.
TBC
__ADS_1