
Mommy dan Nayla selesai memasak dan menatanya dimeja makan.Setelah selesai Mommy dan Nayla memghampiri keluarganya diruang tamu.Daddy melirik arlojinya menunjukkan angka 06.00 sore. Setelah itu dia kembali memperhatikan keluarganya.
"Oh ya Nak Edward bagaimana menurutmu soal puteri tante, Alana nak?" tanya tante Kayla
Edward melirik Alana sambil menyeringai lalu kembali menatap orang tua Alana.
"Awal pertemuan kami Alana bersikap dingin, datar, galak, acuh dan juga judes padaku tante," ujar Edward dengan jujur
Alana mendelik mendengar jawaban dari Edward yang terlontar.Sementara Mommy terkekeh mendengarnya lalu tersenyum kearah Edward.
"Mulai sekarang panggillah aku mommy nak karena kamu calon menantuku," ucap Mommy sambil tersenyum
Alana melotot mendengar ucapan dari mommynya.Edward tersenyum penuh kemenangan melihat raut wajah Alana yang kini tengah kesal padanya.Nayla hanya bisa terkikik geli melihat reaksi dari sang kakak.
30 menit kemudian mereka bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke meja makan.Mereka semua makan malam bersama dengan tenang tanpa ada obrolan. Selesai makan malam Alana mengajak Edward keluar dari mansion dan mereka duduk diteras depan.
"Alana," panggil Edward
__ADS_1
"Iya ada apa Edward?" tanya Alana menatap Edward
"Jika ada dua pilihan mana yang kamu pilih kembali dengan masa lalu kamu atau merajut kasih dengan cinta yang baru?" tanya Edward sambil menatap wajah Alana
Alana terdiam dan juga dia sempat terkejut mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir Edward.Sementara Edward masih menunggu Alana memberikan jawabannya. Alana menghela nafas kasar lalu kembali menatap Edward.
"Aku akan memilih merajut kasih dengan cinta yang baru meskipun cinta itu baru hadir dalam hidupku," ujar Alana sambil tersenyum
Edward tersenyum lega mendengar jawaban dari Alana. Sementara Alana memicingkan matanya melihat Edward yang kini tengah tersenyum namun dia mengabaikannya.
"Jika cinta yang baru malah membuat luka seperti cinta yang lama maka aku lebih memilih sendiri lagi Edward," celetuk Alana
Aku merasakan desiran aneh dalam diriku setiap kali berada didekat Alana.Entah kenapa selalu merasakan sakit ketika dirinya menangis dan menahan luka dalam hatinya. Namun aku sangat yakin mampu menerobos dinding pertahanan hati Alana yang keras setelah mendengar apa yang dikatakan Alana barusan.Namun beberapa detik aku merasakan euforia kebahagiaan tapi Alana kembali memberiku harapan semu dengan perkataannya yang terakhir.Tubuh ini seakan membeku mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Alana yang seolah mengatakan dia belum ingin merasakan cinta kembali lagi.
Alana mengerutkan dahinya melihat Edward yang tengah menatapnya sambil melamun. Dia langsung menepuk pelan pipi Edward hingga membuatnya tersentak.
"Apa yang kamu pikirkan Edward?" tanya Alana
__ADS_1
"Enggak papa kok Al dan bolehkah aku bertanya padamu? " tanya Edward
"Iya boleh silakan Ed," jawab Alana dengan ramah
"Jika ada seseorang yang tertarik padamu dan ingin berjuang demi kamu apakah kamu akan memberikannya kesempatan Al?" tanya Edward
"Memangnya siapa pria itu Ed?" tanya Alana penasaran
"Sudahlah lupakan pertanyaanku tadi dan aku pulang dulu ya," pamit Edward
"Iya kamu hati hati ya Ed," tegur Alana
Edward tersenyum tipis lalu mengangguk dan dia berjalan keluar dari mansion dan masuk kemobil.Dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan mansion keluarga Rajendra. Alana segera masuk kedalam Manison dan dia terus berjalan hingga menaiki tangga sampai didepan kamarnya.Cklek Alana membuka pintu dan masuk kedalam lalu menutupnya.Alana merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan dia kembali mengingat pertanyaan dari Edward tadi.
"Apa maksudnya Edward bertanya seperti tadi," gumam Alana
TBC
__ADS_1
jangan lupa vote sebanyak banyaknya dan juga komen thanks you