Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Cari perhatian


__ADS_3

Sementara Lisa kini berada di rumahnya dengan raut wajah emosi karena Edward mematikan teleponnya.Dia meletakkan ponselnya diatas nakas dengan kasar.Kedua orang tua Lisa saling melirik satu sama lain dengan raut wajah bingungnya.


"Kamu kenapa sayang sepertinya tengah kesal sekali? " tanya Mami pada puteri tunggalnya tersebut


"Edward mematikan sambungan teleponnya dan ini pasti gara gara Alana itu, " ucap Lisa dengan nada kesalnya


"Alana, wanita yang datang bersama Edward diacara ulang tahunmu itu? " tanya Mami


Lisa mengangguk mengiyakan ucapan dari Maminya.Mamipun mulai mengerti sekarang kenapa puterinya selalu uring uringan karena saingannya mendapatkan Edward sepertinya sangatlah berat.


"Kamu tenanglah sayang, Mami dan Papi akan membantu kamu mendapatkan Edward lagi.Selain itu Mami dan Papi merasa sangat senang jika mempunyai calon menantu seperti Edward yang tampan dan juga kaya raya, " ucap Mami panjang lebar


Lisa yang tadinya kesal kini berubah menjadi tersenyum lebar mendengar ucapan Maminya.Dia langsung meraih ponselnya dan membuka foto kenangan dulu bersama Edward saat mereka masih berpacaran.


"Apapun caranya aku akan membuatmu kembali menjadi milikku meskipun harus menyingkirkan wanita sialan yang kamu cintai itu, " ujar Lisa dengan nada sinisnya sambil memandang fotonya Edward dengan dirinya dulu diponselnya


Lisa melirik jam tangannya menunjukkan angka 17. 00 sore.Setelah itu dia kembali menatap orang tuanya secara bergantian.

__ADS_1


"Lisa sayang bagaimana kalau kita menemui orang tua Edward dan kamu bisa mengambil hati mereka secara perlahan.Siapa tahu jika kamu melakukannya orang tua Edward akan luluh dan mnyukaimu, " ucap Mami


"Ide Mommy sangat cemerlang dan aku setuju baiklah ayo kita berangkat, " ajak Lisa dengan penuh semangat


Lisa mengambil tasnya dikamar setelah itu kembali menghampiri orang tuanya.Mereka bertiga keluar dari rumah dan masuk kedalam Mobil kemudian Papi langsung melajukan mobilnya. Beberapa menit kemudian mereka bertiga telah sampai di depan Mansion keluarga Luther.Merekapun keluar dari mobil dan berjalan mendekati mansion dan Lisa langsung mengetuk pintu tok.. tok.. tok.


Beberapa menit kemudian pelayan membukakan pintunya dan Lisa juga orang tuanya langsung masuk kedalam.Setelah itu pelayanpun kembali menutup pintunya. Mereka bertiga bergegas menuju ke ruang tamu dan Lisa terkejut melihat Alana yang mengobrol bersama orang tua Edward.Alana menoleh dan sempat terkejut melihat Lisa namun dia bisa mengontrol keterkejutannya.


"Selamat sore menjelang malam nona Lisa, " sapa Alana dengan senyum manisnya


"Ayo silahkan duduk, " ucap Mommy Raisa


Mereka bertigapun langsung duduk disofa. Lisa kini tengah menahan emosinya melihat Alana yang bermesraan dengan Edward.


"Dasar wanita sialan awas saja kau akan kubalas nanti, " maki Lisa dalam hati


"Oh ya Lisa ada apa kamu dan orang tua kamu kesini nak? " tanya Mommy Raisa dengan ramah

__ADS_1


"Enggak papa sih Tante kami cuma ingin berkunjung ke Mansion ini lagian aku dan Edward sekarangkan berteman meskipun kami sudah putus sejak dulu, " ucap Lisa pura pura bersedih


Mommy Raisa yang melihat Lisa merasa kasihan padanya namun dia tidak bisa berbuat apa apa.Sementara Alana memutar bola matanya malas melihat drama queen didepannya hal itu tentu saja membuatnya muak.


"Lho memangnya didunia ini tidak ada pria lain selain Edward hei nona Lisa? " tanya Alana dengan senyum mengejeknya


Lisa mengepalkan kedua tangannyan mendengar ucapan Alana yang menghinanya secara terang terangan.Sementara Edward hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekasihnya yang kini tengah cemburu dan posesif pada dirinya.


"Aku sangat suka ketika Alana posesif terhadapku dan itu tandanya dia benar benar mencintaiku dan takut kehilanganku, " batin Edward bahagia


"Sudah sudah jangan bertengkar tante mau ke dapur menyiapkan makanan, " ucap Mommy Raisa


"Tante aku bantu ya, " ucap Alana


Mommy Raisa mengangguk lalu merekapun pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke dapur.Sementara Lisa berdecak kesal dan memutuskan menyusul mereka ke dapur.


TBc

__ADS_1


__ADS_2