Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Kemesraan


__ADS_3

Setelah kepulangan orang tua Alana, kini mansion terasa sepi hanya ada Edward dan Alana.Kini Edward tengah memijat lembut kaki istrinya yang sedikit bengkak.Alana tersenyum tipis melihat suaminya yang memanjakan dirinya bagaikan ratu.


"Hubby cukup.Kamu pasti juga lelah sudah setengah jam kamu memijit kakiku. "


Edward menghentikan pijitannya lalu menurunkan kaki istrinya dengan pelan setelah itu dia kembali menyandarkan tubuhnya di sofa sambil mengelus perut buncit Istrinya.


"Oh ya sayang bagaimana kalau kita siapin nama untuk calon anak kita ini. " cetus Edward sambil menatap wajah sang istri.


"Iya Hubby Aku setuju lalu siapa namanya? " tanya Alana.


"Entahlah sayang saat ini aku belum


kepikiran soal nama calon anak kita ini. "


"Ya sudah biar nanti mommy yang kasih


nama. " Edward mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.


Edward menarik tangan istrinya lalu beranjak dari sana dan pergi ke dapur.Sedangkan Alana meraih majalah lalu membuka majalah dan membolak baliknya.


Tak lama kemudian Edward kembali dengan segelas susu di tangannya dan dia langsung memberikan susunya pada Alana.Alana tersenyum dan meletakkan majalahnya di meja dan menerima segelas susu lalu meneguknya hingga tandas.


"Siniin gelasnya. " Alana menyerahkan gelasnya pada Edward dan Edward meletakkannya di atas meja.


Edward kini menahan nafas melihat istrinya yang semakin seksi meskipun dalam keadaan hamil hal itu membuat dirinya ingin menyatukan tubuh mereka di atas ranjang.


Merasa diperhatikan Alana segera menoleh kearah suaminya dan diapun tersenyum mengerti arti tatapan suaminya saat ini.

__ADS_1


"Ini masih jam 5 sore sayang enggak nanti


saja. " tuturnya dengan suara lembut.


Edward hanya diam namun tangannya membuka kancing daster istrinya hingga terpampang dua gundukan alana yang terbalut pakaian dalam yang semakin besar semenjak hamil.Dia mencari kaitan branya lalu melepaskannya.


Edward segera melahapnya dengan rakus dan menyusu seperti bayi.Alana membiarkan suaminya menyusu karena mereka hampir 3 minggu tidak melakukan hubungan suami istri mengingat kandungan Alana kemarin sempat lemah.


"Umhh. " Alana mengelus surai hitam suaminya dengan lembut.Dia tersenyum menatap suaminya yang tengah memainkan dua gunung kembarnya dengan lincah.


Setengah jam kemudian Edward selesai dengan kegiatannya menjamah gunung kembar istrinya dan kini dia selesai membenahi daster istrinya yang terbuka di bagian atasnya dengan mengancingkannya kembali.


"Aku ingin menyatukan tubuh kita sayang tapi aku takut calon anak kita kenapa kenapa. " seru Edward sambil menatap istrinya.


Alana merasa iba dengan suaminya yang bingung untuk menyalurkan gairahnya dan dia juga merasakan hal sama merindukan penyatuan tubuh mereka.


"Biar aku saja yang masak sayang nanti kamu kecapekan. "


"Aku juga perlu gerak hubby. "


Edward menghela nafas pelan lalu mengangguk kemudian dia beranjak dari duduknya dan membantu istrinya berdiri. Setelah itu mereka pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke dapur.


Di dapur Edward memakai celemek setelah itu mulai membuat nasi goreng sesuai keinginan istrinya.Sedangkan Alana hanya diam mengawasi suaminya karena Edward melarang membantunya.


"Suamiku semakin seksi saja hihi. " pikir Alana.Alana senyum senyum sendiri melihat betapa lincahnya sang suami sedang memasak nasi goreng untuk makan malam mereka.


Beberapa menit kemudian Edward telah selesai dan kini dia membawa dua piring nasi goreng ke meja makan diikuti Alana yang membawa dua gelas air lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


"Sekarang cobalah masakanku honey. " Edward langsung menatap istrinya penuh harap.


Alana mengangguk lalu dia mencicipi nasi gorengnya lalu mengunyahnya pelan tak lama kemudian senyum mengembang di bibirnya.


"Nasi gorengnya enak hubby aku suka. " terangnya.


Edward tersenyum puas mendengarnya dan dia juga ikut mencicipi dan memakannya dengan lahap hingga makanan mereka habis. Setelah selesai, Edward membawa piringnya ke dapur dan mencucinya.Sementara Alana meneguk air putih dan mengembalikannya di atas meja setelah itu mengusap perut buncitnya.


"Sayang Daddy kamu sangat menyayangi kamu dan Mommy tentu saja membuat Mommy sangat bahagia.Mommy tidak sabar melihat kehadiranmu di dunia sayang. " ucap Alana sambil mengusap perutnya.


beberapa saat kemudian


Edward kembali dan tersenyum hangat melihat istrinya tengah mengusap perut buncitnya.Dia berjalan menghampiri wanitanya dan mengajaknya pergi dari sana kemudian menuju ke kamar mereka yang sudah di pindahkan ke bawah bukan lantai atas lagi.


Alana merebahkan dirinya dengan pelan di atas ranjang diikuti suaminya.Edward tersenyum hangat dan merapihkan poni istrinya yang menutupi manik cokelat istrinya yang indah.Tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain sambil tersenyum.


"Istirahatlah sayang kamu pasti lelah. "


"Tapi sayang bukankah kamu tadi sangat menginginkanku?" tanya Alana.


"Aku enggak mau kamu kelelahan istriku. "


Alana tersenyum lalu menyentuh wajah suaminya dengan lembut kemudian mengecup bibirnya sekilas.


"Kamu boleh melakukannya asalkan kamu pelan pelan oke. "


Edward mengangguk dan malam itu mereka kembali bergulat di atas ranjang dengan suara desahan menggema di dalam ruangan tersebut yang hanya terdengar dari dalam karena kamar mereka kedap suara.

__ADS_1


TBC


__ADS_2